Detektif Wisata: Menyelidik Kebumen, Kabupaten dengan Pantai Bocor

Detektif Wisata: Menyelidik Kebumen, Kabupaten dengan Pantai Bocor

Hari ini tugas kita adalah menyelidiki . Letaknya di . itu adalah kabupaten dengan ibukotanya Kota . Banyak sekali laporan yang masuk tentang itu. Katanya sampai ada baku hantam dengan Pasukan Siliwangi. Juga ada info kebocoran di itu. Segera diperiksa, jangan sampai jadi pusat pemberontakan. Apalagi mereka punya benteng di situ.

Siap! Maju ! Kita ke !

Bukti 1: Baku Hantam dengan Pasukan Siliwangi

Pasukan Siliwangi adalah pasukan yang setia kepada NKRI. Kalau ada yang cari gara-gara, segera bereskan.

Karena Perjanjian Renville tahun 1948, Indonesia harus memindahkan Pasukan Siliwangi hijrah ke . Pasukan Siliwangi hijrah dengan kereta api Belanda sampai Gombong, lalu lanjut dengan kereta api RI ke Stasiun .

Di , para tentara yang dapat uang saku ingin belanja di warung. Mereka tanya harga barang. Penjual menjawab “segelo” (dalam bahasa Sunda artinya “gila”). Tentara marah. Penjual digampar. Rakyat dan tentara berantem. Pemerintah Daerah dan Pimpinan Siliwangi segera turun tangan menjelaskan. “Segelo” dalam bahasa Jawa artinya Rp1,-. Rakyat dan tentara saling memaafkan, malah jadi lelucon bersama.

Rakyat Kebumen di kelurahan Panjer menyambut Pasukan Siliwangi dengan ramah sebagai pahlawan gagah berani. Para pasukan yang tiba duluan dari panitia penyambutan, tidak memiliki tempat tinggal. Rakyat Kebumen mengajak mereka ke rumah rakyat untuk makan dan istirahat.

Kesimpulan, tidak ada permusuhan antara Rakyat Kebumen dan Pasukan Siliwangi. Kebumen aman tenteram.

Baca juga  7 Pantai Terbaik di Kebumen untuk Bersantai Saat Liburan

 

Bukti 2: Ada Kereta Api Menerobos Benteng

Benteng Van Der Wijck, Kebumen
Benteng Van Der Wijck, Kebumen

 

Coba periksa: katanya di kota Gombong, Kebumen ada kereta api yang menerobos Benteng Van Der Wijck. Apakah benar. Bagaimana kejadian yang sesungguhnya.

Tidak mungkin nyasar kalau ke Van Der Wijck, soalnya besar dan warnanya merah mencolok. Dari atas saja sudah kelihatan. Ada 2 lantai dengan luas lebih dari 3500 m2 dan tinggi 9,67 m. Isinya 16 barak. Usia benteng ini sudah lebih dari 200 tahun. Di pintu gerbang benteng tertulis “Aku Dibangun Tahun 1818.”

Benteng ini multifungsi. Awalnya menjadi sekolah militer Belanda. Lalu sempat dijadikan kantor perdagangan VOC. Waktu Jepang masuk, dikembalikan lagi fungsinya jadi tempat pelatihan prajurit PETA. Ketika Indonesia merdeka, TNI AD membuat jadi tempat pelatihan. Kini menjadi tempat dan permainan anak-anak.

Memang ada kereta api di dalamnya. Malahan ada 2 rel. Satu dari gerbang utama sampai benteng. Yang kedua di lantai 2 untuk lihat pemandangan. Ya benar…. di lantai 2. Kereta mini yang 1 gerbongnya muat 15-20 orang. Tiket keretanya cuma Rp5.000 per orang untuk 15 menit. Tiket masuknya Rp25.000. Rasanya tidak ada wahana seunik ini di Indonesia. Jadi museum sekaligus wahana main yang asyik untuk keluarga.

 

Bukti 3: Kabarnya ada kebocoran di - Kebumen

Coba periksa laporan kebocoran di sana. Kalau bisa diperbaiki, panggil tukang ledeng!

Baca juga  Waduk Sempor, Destinasi Kota Kebumen

Ada di Kebumen. Namanya memang … bukan yang bocor. Ini alam yang masih tergolong baru. Letaknya di Desa Bocor. Makanya namanya sama. Sudah mulai banyak warung untuk jajan, termasuk jajan Peyek Undur-undur.

Daerah Bocor ini juga menarik. Ada situs kadipaten tua yang masih belum banyak dijelajah. Ada pasar yang letaknya di tengah-tengah area persawahan, jauh dari keramaian. Ada 2 pohon beringin kembar. Kenapa namanya Bocor? Karena dahulu dipimpin Adipati bernama Ki Ageng Bocor.

Selain , di Kebumen ada banyak yang indah-indah yang wajib kunjung. Sawangan yang ada dermaga I Love U, bangkai pesawat Boeing di Suwuk, lihat 4 di Menganti, laguna dan spot instagrammable di Bopong, foto-foto romantis di Surumanis, dan lihat gua-gua walet di Karangbolong.

 

Bukti 4: Infonya Kalau Masuk Goa Jatijajar, Manusia dan Binatang Bisa Membeku

Goa Jatijajar, Kebumen
Goa Jatijajar, Kebumen

Tahun 1802 Mas Jayamenawi melaporkan telah terperosok di sebuah goa kapur.  Jelajahi! Jangan sampai ada yang kecelakaan di situ. Soalnya katanya banyak manusia dan binatang beku di situ.

Ternyata Gubernur tahun 1975, Suparjo Rustam sudah memerintahkan pemasangan penerangan di Goa. Dibangun juga tangga beton Jadi aman untuk melihat stalaktit dan stalakmit.

Laporan tentang adanya manusia dan binatang itu benar. Tapi hanya patung berupa diorama. Diorama mengisahkan Raden Kamandaka dan Lutung Kasarung, cerita daerah Jawa Barat yang populer di situ. Soalnya area goa dulu termasuk Kadipaten Pasir Luhur dari Kerajaan Padjajaran.

Baca juga  Pesona 7 Air Terjun di Kebumen! Siap Memanjakan Matamu
Goa Jatijajar, Kebumen
Goa Jatijajar, Kebumen

Di goa itu juga ada 4 sendang (mata air) yang tak pernah berhenti mengalir. Namanya Sendang Puser Bumi, Sendang Jombor, Sendang Mawar, dan Sendang Kantil. Katanya masing-masing punya khasiat yang berbeda. Makanya dibangun patung dinosaurus. Dari mulut dinosaurus itu mengalir air dari sendang-sendang itu.

Di Kebumen juga ada yang lebih alami. Di sini harus lebih hati-hati berjalan. Disebut Petruk soalnya ada batu yang bentuknya seperti hidung Petruk yang mancung itu. Selain itu terdapat stalaktit dan stalagmit yang masih asli bentuknya menyerupai payudara, tugu pancuran, baju putih dan Semar.

Goa Petruk, Kebumen
, Kebumen

Konfirm keren. Harus kembali lagi kesana bersama keluarga.

 

Bukti 5: Katanya itu Enak

Detektif Wisata: Menyelidik Kebumen, Kabupaten dengan Pantai Bocor
, Kebumen

itu sate ayam. Tapi yang spesial adalah bumbunya. Bumbunya bukan dari kacang tumbuk, tapi dari tempe rebus. Disajikan tidak pake lontong, tapi pakai ketupat. Sekali makan bisa 20-30 tusuk karena potongannya kecil-kecil.

Menurut penduduk sekitar, penjual enak itu ada Pak Kasman, Pak Tukijan, Babe, Pak Parmin dan Pak Alip. Tidak jelas kenapa semuanya bapak-bapak, semua informan tutup mulut. Katanya yang penting rasanya.

Laporan Selesai. Silakan Komandan bisa cek langsung ke Kebumen.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Rowena Suryobroto