Detektif Wisata Temukan Bukti 16 Resto Es Krim Jadul Sudah Lebih dari 50 Tahun


Detektif Wisata Temukan Bukti 16 Resto Es Krim Jadul Sudah Lebih dari 50 Tahun 1

Mendengar “Es krim”… siapa yang tidak terbayang segarnya, manisnya, hmmmm. Es krim sudah ada ratusan tahun kabarnya bahkan dari jaman Raja Salomo dan dibawa pulang sebagai oleh-oleh Marco Polo. Raja Charles I di abad 17 sempat mencicipnya, demikian juga Catherine de Medici, istri Raja Henry II. Kalau sejarahnya sepanjang itu, pasti di Indonesia juga ada banyak resto eskrim jadul. Kita akan cari yang sudah berdiri paling tidak 50 tahun, jauh lebih tua dari usia penulis hehe.

Ada 16 loh resto es krim jadul. Kalau ke Bandung, carilah lima di antaranya.  Dan tak disangka, Jember dan Pontianak juga punya resto es krim jadul.

Oh ya yang menarik es krim dari resto-resto ini tetap homemade, menggunakan bahan natural dan mempertahankan cita rasa kejadulannya.

Bedanya Eskrim, Gelato, Sorbet, Sherbet, Es Puter

Walaupun sering kali semuanya disebut eskrim, tapi resepnya beda-beda. Es krim itu pakai susu berlemak, gelato pakai susu yang less-fat. Sorbet tidak ada susunya, hanya dengan buah dan gula. Sherbet juga pakai buah dan gula tapi ditambahi susu. Yang beda, es puter, pakainya santan.

Jadi yang nanti disebut dengan resto eskrim, jangan bingung kalau mungkin yang dijual hanya gelato. Semuanya di Indonesia disebut eskrim, kecuali es puter.

 

Domino, 58 Tahun, Jember

Di Jember Jawa Timur, ada resto es krim jadul yang legendaris namanya Domino. Letaknya di pusat kota, di Jl. Sultan Agung no. 43. Oh ya jangan datang antara jam 15.00 – 17.00 ya karena mereka lagi tidur siang. Tapi sebenarnya buka terus kok sampai jam 21.00. Domino juga menyediakan tart es krim

 

A Ngi atau Petrus, 63 Tahun, Pontianak

A Ngi atau Petrus, Pontianak
A Ngi atau Petrus, Pontianak

Di Pontianak, Kalimantan Barat yang terkenal panas, ada sebuah resto es krim yang sudah melegenda. Namanya sebenarnya A Ngi, tapi dikenal dengan Es Krim Angi atau bahkan Es Krim Petrus. Lho kok jauh?  Ternyata karena lokasinya persis seberang sekolah SMA Petrus di Jl. Karel Satsuit Tubun, No. 8. Jangan heran kalau resto es krim ini tidak seperti resto es krim lainnya, melainkan lebih mirip warung.

Menu favoritnya tentu saja es krim dalam batok kelapa. Rasa es krimnya ada strawberry, coklat, matcha, nangka dan alpukat. Biar tambah segar, tambah topping yang bisa dipilih antara jelly, kacang merah dan rumput laut.

 

New Es Krim Tentrem, 68 Tahun, Solo

New Es Krim Tentrem, Solo
New Es Krim Tentrem, Solo

 

 

Di Jl. Slamet Riyadi, salah satu jalan besar dan ter-ramai di Solo, ada resto es krim jadul New Es Krim Tentrem yang sudah ada sejak 1952. Varian rasanya sangat beragam. Selain yang biasa ada di resto es krim lain, ada pula kopyor, rum raisin, moka, anggur, bluberry, oreo, dan melon. Menu es krimnya juga lucu-lucu. Ada Upin Ipin, Mr Chaplin, Circus dan Pineapple Royale.  Rasanya enak, dijamin nambah.

 

Tjanang (d/h Tjan Njan), 69 Tahun, Jakarta

Es Krim Tjanang
Es Krim Tjanang

Awalnya dijual oleh Lie Sim Fie pada 1951 dengan resto bernama sama di daerah Cikini. Namun kini kedainya tutup. Tapi tenang… es krimnya masih dapat ditemukan di beberapa rumah makan daerah Cikini termasuk di lokasi lamanya yang kini jadi Hotel Cikini.

Pasti tak akan salah pilih es krim, karena logonya khusus: panda acungkan jempol. Rasanya beragam, tapi favorit Bung Karno dan Suharto adalah kopyor dan durian. Bahkan es krim ini pernah meriahkan Games of the New Emerging Forces atau Ganefo.

 

Tropic, 70 Tahun, Jakarta

Es Krim Tropic Pasar Baru Jakarta
Es Krim Tropic Pasar Baru Jakarta

Masih di Jakarta, temukan juga resto es krim jadul Tropic, yaitu di Pasar Baru 28A. Tepatnya diapit resto Sushila Hijab dan Bombay Textile.

Ada 16 variasi rasa di sini, jauh lebih banyak dari sejak Pak Hartono membuatnya pertama kali tahun 1950an. Ada rasa susu dan teh hijau sampai rasa buah. Kalau makan di sini, es krim masih disajikan di mangkuk oval jadul.

 

Taman, 80 Tahun, Bandung

Letaknya sebenarnya sedikit di luar Bandung, yaitu Jl. Dr Setiabudi arah Lembang. Patokannya Kantor Polisi Sektor Kota Cidadap. Menunya mulai dari rasa vanila, cokelat, moka, almond, stroberi, durian, dan tutti frutti.

 

Baltic, 81 Tahun, Jakarta

Es Krim Baltic Jakarta
Es Krim Baltic Jakarta

Dulu es krim Baltic disajikan dalam mangkuk keramik. Jelaslah, soalnya konsumennya adalah orang gedongan (kaya jadul) sejak 1939. Kini sudah membumi, bahkan ada pula yang dapat dibawa pulang.

Rasa es krim baltic sangat beragam mulai dari cokelat, vanila, stroberi, sampai rasa masa kini seperti green tea, peppermint tea, dan aneka buah tropis. Kalau mau coba, langsung ke Jalan Kramat Raya Nomor 12, Kwitang lah.

 

Rasa, 84 Tahun, Bandung

Es Krim Rasa, Bandung
Es Krim Rasa, Bandung

Bandung memang kota makanan enak. Di Jl. Tamblong ada resto Rasa yang menyediakan es krim dan bakery. Dulunya bernama C.H Hazes sesuai nama pendirinya, seorang pengusaha roti. Hazes merupakan pabrik permen dan gula-gula pertama yang menggunakan mesin-mesin produksi bertenaga listrik di Hindia Belanda. Tahun 1960 namanya berubah jadi Rasa.

Nama-nama menu es krim di sini menggoyang lidah. Ada Coconut Royal Ice cream dengan 3 rasa vanila coklat strawberry di dalam batok kelapa. Ada juga Hawaiian Love Song, Mont Blanc, Devils, Mochaccino Bliss dan Alexander Cocktail.

 

Old Dish by Tip Top, 84 Tahun, Yogyakarta

Old Dish by Tip Top, Yogyakarta
Old Dish by Tip Top, Yogyakarta

Rintisan Ny. Alim Kurnianto tahun 1936 ini tadinya menyajikan makanan berat, tapi ada orang Londo yang menyarankan menambahkan es krim dalam menunya. Awal mulanya, es krim dengan gaya es lilin dan dijual keliling kampung. Kemudian dijual di resto dan menjadi resto es krim pertama di Yogya.

Tadinya resto ini adanya di Jalan P Mangkubumi, lalu 2014 pindah ke Jalan Prof Dr Yohanes. Kini pindah lagi lho ke Jalan Kebonsari No. 2 (belakang Bank Mandiri Sudirman). Bahkan sekarang sudah ada cabangnya di Jalan Demangan.

Variasi es krim andalan sejak dahulu adalah Tip Top dan Rum, serta aneka rasa seperti stroberi, cokelat, vanilla, mocha. Kini ada pula rasa modern seperti mango, cheese cake, choco mint.

 

Ragusa, 88 Tahun, Jakarta

Es Krim Ragusa, Jakarta
Es Krim Ragusa, Jakarta

Mungkin tak ada orang Jakarta lebih dari 50 tahun tapi tidak pernah dengar Ragusa. Walau tempatnya nyempil di Jalan Veteran I tapi jalan kecil ini ramai. Resto tertua di situ tentu Ragusa yang di depannya ada sate dan rujak dan kue rangi. Boleh jajan di situ dan makan di Ragusa, asal pesan es krimnya. Di sini ada Spaghetti Ice Cream dan Cassata Siciliana yang perlu dicoba.

 

Zangrandi, 90 Tahun, Surabaya

Es Krim Jadul Zangrandi, Surabaya
Es Krim Jadul Zangrandi, Surabaya

Orang Surabaya kalau kepanasan tinggal ngadem ke Jl. Yos Sudarso 15. Walau tua, es krim Zangrandi tetap seger. Nama ini berasal dari pendirinya Roberto Zangrandi, orang Italia. Resepnya diciptakan oleh nyonya Zangrandi. Salah satu menu favoritnya adalah Noodle Icecreamnya, yang bentuknya kayak mie. Lainnya adalah Macedonia, Tutti Frutti dan Love Deal.

 

Tip Top (d/h Jangkie), 91 Tahun, Medan

Detektif Wisata Temukan Bukti 16 Resto Es Krim Jadul Sudah Lebih dari 50 Tahun 3
Es Krim Jadul Tiptop-Medan

 

Orang Medan boleh bangga punya resto es krim yang usianya senenek bahkan buyut. Ini beda ya sama Tip Top yang di Yogyakarta.

Saking tuanya, resto ini sudah 3 kali ganti nama. Pertama, Jangkie, berdiri 1929 sesuai dengan nama pendirinya.Tahun 1934, namanya diganti jadi Tip Top. Tapi waktu Jepang menjajah, nama itu dilarang, sehingga balik ke Jangkie. Akhirnya dikembalikan ke namanya yang sekarang saat Indonesia merdeka.

Es krimnya masih dibuat dengan resep pendirinya dan dengan mesin tua dari era Belanda. Bahkan topping es krim masih memakai slagroom khas Belanda. Walau jadul, tapi enggak kolot. Buktinya Tip Top punya website lho: http://www.tiptop-medan.com/.

 

Sumber Hidangan, 92 Tahun, Bandung

Sumber Hidangan
Sumber Hidangan

Jalan Braga menyimpan kenangan masa lalu dalam sebuah resto es krim yang seakan tak beranjak dari tahun 1929 ketika ia berdiri.

Ada banyak variasi es krim di sini. Yang paling favorit adalah Marasquino yang mengandung rhum dan ternyata tidak dapat ditemukan lagi di negara asalnya, Belanda.

 

Braga Permai, 97 Tahun, Bandung

Masih di jalan Braga, hanya selisih beberapa resto dari Sumber Hidangan, ada resto es krim jadul lain! Braga Permai.  Berdiri lebih lama, dari 1923 dan pernah punya nama Maison Bogerijen. Salah satu signature menu yang ada di Braga Permai adalah es krim nougat, sebuah es krim vanila bertabur kacang yang lembut di mulut.

 

Resto Oen, 110 Tahun, Semarang dan Malang

Kedua Resto Oen di Semarang dan Malang sama-sama menawarkan eskrim. Tapi mungkin dengan rasa sedikit berbeda karena pemiliknya sudah berbeda. Di Semarang, Resto Oen bisa dicari di Jl. Pemuda no. 52. Kalau di Malang adanya di Jl. Jenderal Basuki Rahmat No.5. Resto Oen sudah berdiri sejak 1910 di Yogyakarta.

 

Canary (d/h Baltic), 110 Tahun, Bandung

Berdiri bareng Resto Oen, 1910, resto es krim Canary beralamat juga di Jalan Braga nomor 16. Pernah berganti nama jadi Baltic karena dirasa lebih segar dan dingin. Tapi nama Canary diubah karena fokus ke kue dan roti. Menu unggulannya adalah Coconut Royale, es krim tiga rasa yang disajikan di dalam batok kelapa.

Wow… lebih seabad sudah berdiri. Semoga abad berikutnya cucu-cucu kita masih bisa menikmatinya.


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Rowena Suryobroto

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments