Detektif Wisata: Ternyata Ada 12 Toko Roti Yang Seumur Indonesia


Detektif Wisata: Ternyata Ada 12 Toko Roti Yang Seumur Indonesia 1

Indonesia tahun ini berumur 75 tahun. Ada ga ya toko roti yang umurnya paling tidak sama dengan umur kemerdekaan Indonesia? Saatnya Detektif Wisata beraksi. Dan inilah penemuannya, dimulai dari yang paling muda.

Roti Lauw, Sekitar 75 Tahun, Jakarta

Roti Lauw
Roti Lauw

Kurang jelas kapan tepatnya Roti Lauw ini didirikan. Ada yang bilang tahun 1930an. Yang pasti mulai terkenal tahun 1940an. Roti Lauw dan Tan Ek Tjoan adalah dua toko roti yang membuat roti buaya, rotinya orang Betawi kalau hajatan. Lucunya adalah Lauw dan Tan Ek Tjoan ketika memasuki usia 100 tahun, malah pamornya turun. Dan keduanya adalah dua toko roti yang masih dikenal lewat gerobak rotinya yang keliling di daerah-daerah perumahan. Semoga 100 tahun lagi, kita masih dapat melihat keduanya di Jakarta.

 

Toko Djoen, 78 Tahun, Jogjakarta

Toko Djoen Lama
Toko Djoen Lama

Pada 1942, Tan Qian Ngau mendirikan “Perusahaan Roti Kuwe Makanan & Minuman Djoen”  di Jl. Ahmad Yani nomor 50. Sampai kini plakat toko roti itu masih menempel di tembok toko, walau nomor telponnya hanya 4 angka. Kini namanya adalah Djoen Lama dan lokasinya di Jl. Margo Mulyo no. 78, Malioboro. Peralatan kuno masih digunakan, walau sudah tidak pakai kayu bakar lagi. Roti favorit pelanggan adalah roti buaya, ontbijkoek, roti semir, roti bantal, roti pisang dan roti tawar dengan bentuk khas.

 

Roti In Tjwan Bo, 85 Tahun, Surabaya

Roti IN Tjwan Bo
Roti IN Tjwan Bo

Di Jl. Jemursari no. 128-130 ada Toko Roti In yang dahulu bernama In Tjwan Bo. Roti favoritnya adalah Roti Krenten, Roti Goreng Sosis dan Si Donat Spesial.

 

Maison Weiner, 88 Tahun, Jakarta

Maison Weiner
Maison Weiner

Toko yang letaknya di Jl. Kramat II nomor 2, Jakarta, sudah berdiri sejak tahun 1932. Didirikan oleh Ny Gem (Lee Liang Mey), kini dikelola oleh generasi ketiga. Produk rotinya yang terkenal sejak dulu adalah roti ontbijtkoek, rollade mocca botercreme, “roti sehat”, dan bluder cokelat yang lezat. Kini di bawah Heru Laksana yang pernah belajar bakery di luar negeri, Maison Weiner kini juga dikenal dengan roti sourdough ala Eropa.

 

Roti Orion, 88 tahun, Solo

Orion Mandarijn
Orion Mandarijn

Toko yang menjual kue bernama Mandarijn ini dapat ditemukan di Jl. Urip Sumohardjo. Mandarijn adalah kue basah yang bagian tengahnya dilapisi selai nanas. Ada mandarijn biasa, mandarijn kismis, dan mandarijn spesial. Mirip sebenarnya dengan Lapis Surabaya, tapi entah kenapa rasanya khas. Tanpa bahan pengawet, tapi bisa tahan 1 minggu.

Warung Kopi Purnama, 90 Tahun, Bandung

Warung Kopi Purnama
Warung Kopi Purnama

Didirikan Jong A Tong dengan nama asli Tjiong Shong Shi yang artinya ‘Silakan Mencicipi’. Kedai kopi ini bisa ditemukan di Jl. Alkateri no. 22. Roti Srikaya dan Kopi Susu adalah menu asli yang sampai kini pun masih dicari. Menu makanan berat pun dapat dicoba di sini.

 

Sumber Hidangan, 92 Tahun, Bandung

Sumber Hidangan
Sumber Hidangan

Jalan Braga menyimpan kenangan masa lalu dalam sebuah Toko Roti yang seakan tak beranjak dari tahun 1929 ketika ia berdiri. Sebelumnya bernama Het Snoephuis atau Rumah Manis memang awalnya menawarkan kue-kue seperti bokkepoot, ananastaart, chocolade rotajes dan kaastengels. Kini toko ini tak hanya menyajikan roti namun juga es krim dan makanan berat.

 

Tan Ek Tjoan, 99 Tahun, Bogor

Tan Ek Tjoan
Tan Ek Tjoan

Bakery ini dirintis oleh seorang pemuda bernama Tan Ek Tjoan. Mereka membuka usaha roti di daerah Surya Kencana pada tahun 1921. Bogor pada saat itu memang banyak tinggal orang-orang Belanda. Lalu mereka buka cabang di Cikini yang juga adalah pusat tempat tinggal masyarakat Belanda. Dulu Tan Ek Tjoan satu-satunya yang bisa membuat roti dengan terigu impor.

Beberapa jenis roti yang menjadi ciri khas toko ini adalah roti gambang, roti nougat, dan bimbam (roti sobek tanpa isi), yang semuanya bertekstur padat.

 

Sanitas Bakery, 100 Tahun, Semarang

Bakery Sanitas
Bakery Sanitas

Kalau ke Semarang jangan lupa ke Sanitas di Jl. M.T. Haryono no. 543-545.  Favorit pelanggan adalah jajan pasar, roti sobek, dan roti krenten alias roti kismis yang tersedia dalam bentuk setengah lingkaran (krenten ball) dan irisan roti tawar (krenten brood). Kalau datang pagi, maka kita pun dapat menemukan berbagai jajan pasar yang enak dan khas.

 

Toko Oen, 110 Tahun, Semarang

Walau kini dapat ditemui di Jl. Pemuda no. 52 Semarang tapi ternyata toko aslinya di Yogyakarta. Diawali pendirinya, Liem Gien Nio, yang menjual berbagai kue kering. Lho, pendirinya Liem, kok namanya Toko Oen? Ternyata dari Oen Tjoen Hok, nama suaminya. Menu Toko Oen kini sangat beragam dari bistik lidah, es krim, kaastengel, dan banyak lagi kue kering bernama Belanda.

Toko Oen pun dapat ditemukan di Malang. Toko ini tadinya adalah 1 dari 3 cabang Toko Oen. Tapi kini cabang di Malang telah dikelola oleh orang yang berbeda. Dan walaupun memiliki rasa yang berbeda, namun nama Toko Oen di Malang dipertahankan karena merupakan cagar budaya.

 

Toko Roti Go, 122 Tahun, Purwekerto

Toko Roti GO, Purwekerto
Toko Roti GO, Purwekerto

Toko Roti ini tertua di Indonesia, didirikan tahun 1898. Masih jadi favorit penduduk sekitar dan tujuan oleh-oleh wisatawan. Jadi kalau ke Purwekerto, jangan lupa mampir ke Jl. Sudirman 724. Roti favorit tetap roti manisroti kopi brood, roti sobek isi daging ayam kampung, dan roti pastry horn isi vla.

Percaya gak, kini Toko Roti Go dikelola oleh suami istri yang merupakan generasi ketiga dari pendirinya, Go Kwe Ka dan Oei Pak Ke Nio. Roti di sini masih dipanggang di oven tua yang selamat dari kebakaran yang memusnahkan seluruh toko. Ovennya masih pakai kayu bakar lho dan tanpa termometer. Jadi keahlian para pekerjanya lah yang membuat roti-roti yang dipanggang diangkat dengan tingkat kematangan yang pas.

 

Toko Roti Ganep, 139 Tahun, Solo (Tertua di Indonesia)

Mendengar Roti Ganep yang terbayang adalah Roti Kecik, roti kering yang terbuat dari tepung ketan. Roti Kecik itu masih jadi produk unggulan Roti Ganep selain roti kering dan roti basah serta oleh-oleh lainnya.  Toko ini kini dikelola oleh generasi kelima dari Tjang Tiang San dan Auw Like Nio. Letaknya di Jalan Sutan Syahrir no. 176, Setabelan. Nama Ganep artinya sehat, utuh, waras dan lengkap, dan diberikan oleh Raja Surakarta Pakubuwono X.

 

Toko Roti dan Kue Yang Usianya Hampir 75 Tahun

Beberapa toko  berikut ini pun perlu diapresiasi. Usianya cukup tua walau belum sampai 75 tahun.

  • Bawean Bakery, 74 Tahun, Bandung. Bawean Bakery punya menu favorit Nougat Roll, Waffle Cokelat dan Mocca Roll. Beroperasi sejak tahun 1946, nama aslinya adalah “Sweetheart” dan berlokasi di Jalan Sumatera sebelum pindah ke Jalan Bawean. Dikelola oleh generasi ketiga, rasa Bawean Bakery masih tetap khas dan ngangenin.
  • Toko Roti Tegal, 70 Tahun, Salatiga.Toko legendaris ini sudah berdiri sejak tahun 1950-an di Jl. Jend. Sudirman no. 166. Selain terkenal dengan ollie bollen, yaitu pastry khas Belanda yang berisi kismis dan ditaburi gula putih, pelanggan juga menggemari roti sobek dan roti tawar yang memiliki tekstur khas. Kalau ke sini, jangan lupa cicipi pula saucijzenbroodje, roti klasik yang bagian luarnya terbuat dari puff pastry dengan isian daging giling berbumbu.
  • Roti Sendowo, 69 Tahun, Malang. Dahulu bernama Roti Pandawa. Dulu produknya hanya satu: Warmball bread atau Roti Smeer. Bahan rotinya dicampur apel lalu dioles krim meses. Tapi dengan berbekal satu roti itu saja, Roti Sendowo berhasil menaklukkan pasar roti setanah Jawa Timur. Kini variannya ada rasa cokelat keju dan keju.
  • Toko Sidodadi, 66 Tahun, Bandung. Terletak di Jl. Oto Iskandardinata 255 tak jauh dari alun-alun Bandung. Tulisan di bungkus rotinya masih jadul. Awalnya roti produksinya hanya carabikang dari tepung ketan yang sampai kini pun masih ada. Kini ada 30 varian rasa termasuk roti jagung, kismis, coklat, sosis, horn, dan sebagainya.
  • Roti Matahari, 65 Tahun, Pasuruan. Perusahaan Roti Matahari ini memproduksi berbagai macam jenis roti yaitu roti sisir, blencong, kasuran, rounde, dan warmball. Lokasinya di Jl. Soekarno – Hatta, Pasuruan.

 


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Rowena Suryobroto

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap