Dibalik Anak Muda yang Sering Mengalami Stres


Dibalik Anak Muda yang Sering Mengalami Stres 1

Siapapun yang mengalami peralihan dari anak-anak menuju remaja tentu mengalami peningkatan hormon dan mood yang naik-turun. Tentunya hal ini sangatlah wajar di kalangan anak muda terlebih lagi mereka kerap kali dihadapkan dengan sesuatu yang baru termasuk alur kehidupan dan pergaulan yang bermacam-macam.

Tak jarang, semua hal tersebut yang mendukung alur kehidupan anak muda membuat perasaan bercampur aduk hingga mempengaruhi kesehatan mental mereka. Apabila kehidupan mereka terbilang baik-baik saja dan selalu bahagia, maka kesehatan mental mereka sehat dan tidak mengalami masalah yang serius.

Sebaliknya, apabila mereka harus mengalami sesuatu yang berat hingga membuat mereka terpuruk, tentunya kesehatan mental akan jadi hal pertama yang terkena pengaruh hingga berujung stres dan depresi. Lalu apa yang menjadi latar belakang anak muda sering mengalami stres? Mengapa anak muda pada zaman dahulu jarang sekali terkena stres maupun depresi? 

Hal yang menyebabkan anak muda zaman sekarang rentan sekali mengalami stres hingga depresi ialah pengaruh gaya hidup yang selalu menjadi tuntutan mereka. Pergaulan hingga tren yang selalu melekat menjadikan mereka harus selalu mengikuti perkembangan zaman, seolah-olah, “Tidak update berarti tidak gaul.” dan ini yang menjadikan mereka harus selalu bertahan terhadap sesuatu yang terbilang keren.

Bagaimana bisa pergaulan mempengaruhi kesehatan mental seseorang? Sebenarnya banyak faktor. Akhir-akhir ini yang sering dialami para remaja ialah kehebatan dalam berpenampilan. Hal tersebut mengharuskan mereka untuk selalu tampil cantik dan menawan hingga membuat beberapa orang terbilang insecure. 

Insecure dapat menjadikan mental seseorang menjadi down, terlebih lagi jika ia terus-terusan memikirkan hal tersebut dan berujung membenci diri sendiri dan menganggap dirinya jelek. Insecure adalah salah satu penyebab anak muda bisa mengalami stres hingga berujung depresi. 

Tidak hanya pengaruh gaya hidup, stres maupun depresi juga dapat dipicu karena faktor keluarga. Banyak sekali orang tua yang menuntut anaknya harus selalu mendapat nilai bagus dan sukses hingga tidak menyadari bahwa hal tersebut dapat membuat kesehatan mental sang anak memburuk.

Pada akhirnya, kebanyakan remaja melampiaskan kekesalan mereka dengan hal-hal yang tidak wajar, seperti self-harm, minum-minuman keras, terjun ke pergaulan yang tidak baik, mengkonsumi obat-obat terlarang, dan yang paling parah adalah sampai bunuh diri.

Persaingan prestasi yang melanda di kehidupan sekitar memicu orang tua untuk selalu menuntut anak-anaknya berusaha keras agar bisa sukses. Padahal, kesuksesan belum tentu menjamin suatu kebahagiaan seseorang. Seseorang dapat dikatakan sukses apabila ia bahagia dan bersyukur atas hidup yang ia jalani, bukan tentang mencapai karier yang tinggi hingga melupakan kebahagiaan diri sendiri. 

Lalu, bagaimana cara menghadapi stres yang sangat umum di kalangan anak muda seperti ini?

Berusaha untuk Tidak Menuntut Diri Sendiri

Berambisi dalam kehidupan itu bagus, dan terkadang kita harus menuntut diri sendiri agar bisa maju dalam mengerjakan cita-cita yang kita impikan. Namun, menuntut diri sendiri secarakeras dan berlebihan juga tidaklah bagus. Cobalah untuk sedikit santai dan tidak terlalu mengambil pusing atas hal-hal yang sedang kita lakukan.

Contohnya mengerjakan tugas. Apabila kita mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas, coba rehat sejenak dan tenangkan pikiran. Lakukan sesuatu yang sekiranya bisa mengurangi rasa stres, dengan begitu beban pikiran pun perlahan menghilang dan kita bisa melanjutkan untuk mengerjakan tugas kita. 

Cuek terhadap Sesuatu yang Mengganggu

Terkadang cuek itu perlu, terutama jika berhubungan dengan suatu keunggulan yang membuat kita insecure. Yang sering kali mengalami insecure adalah kaum hawa, karena mereka selalu ingin tampil lebih cantik dan keren hingga mendapat pengakuan. Apabila kita merasa sedikit insecure karena melihat ada yang lebih cantik dari kita, cobalah untuk cuek dan lebih bersyukur. Cobalah ganti ucapan yang berawal dari, “Ah, aku jelek banget kayak kentang.” menjadi, “Ah, aku udah cantik kok. Tuhan ‘kan Maha Adil.” 

Apabila kita terus menerus menghina diri kita, itu sama saja kita menghina Tuhan, bukan? Karena Tuhan telah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya. Tidak hanya cuek tentang insecure, tapi kita juga harus bisa cuek terhadap apapun yang sekiranya membuat kita tidak nyaman. Bersikap tidak peduli tidak mempengaruhi kehidupan orang lain, iya ‘kan?

Bersikap Santuy

Santuy dan tidak peduli. Hampir sama dengan yang sudah saya jelaskan diatas, bahwa terkadang cuek itu perlu. Nah, jika kita membawa santuy suasana dan tidak terlalu tegang, otomatis mood kita akan selalu ceria dan tidak membawa buruk bagi kesehatan mental.

Menurut penelitian, 99% persen penyakit bersumber dari pikiran. Maka dari itu, mari selalu menjaga pikiran kita agar tetap positif dan tidak merasa tertekan meskipun beban hidup terasa banyak dan berat. Ah, jangan lupa untuk tidak selalu mengikuti tren yang selalu marak di kehidupan ini agar tidak merasa tertekan untuk selalu mengikuti gaya hidup yang kekinian.

Bicarakan dengan Orang Tua Baik-Baik Apabila Merasa Tidak Sanggup

Terkadang anak-anak muda yang suka dituntut orang tuanya, mereka cenderung tidak mampu untuk speak up dan mengutarakan perasaannya. Solusinya, cobalah cari waktu yang tepat untuk berbicara kepada orang tua. Bicaralah kepada mereka dengan baik-baik bahwa kamu tidak sanggup harus selalu memenuhi tuntutan mereka agar selalu mendapat nilai teratas.

Katakan juga bahwa kamu tidak mampu melakukannya jika kamu kurang berbakat dalam bidang tersebut. Apapun masalahmu, coba diutarakan dari hati ke hati kepada orang tua. Kamu pasti bisa!

Perbanyak Ibadah

Ini yang paling penting diantara semua tips yang telah disebutkan. Ketika kita mendekatkan diri kepada Tuhan, tentunya hati merasa tenang dan selalu merasa bahwa kita dijaga olehNya. Jika kita sudah merasa betul-betul stres hingga tidak tahu harus berbuat apa, cobalah untuk sholat, memperbanyak baca Al-Qur’an, berdzikir, dan bersedekah.

Dengan begitu, stres maupun depresi yang kamu alami bisa berkurang sedikit demi sedikit. Jangan terlalu meratapi stres, karena jika semakin diratapi maka akan semakin bertambah stres itu.

Jika kamu termasuk salah satu dari anak muda yang sedang mengalami stres maupun depresi, bersemangatlah! Karena hal-hal yang berat ini pasti akan berlalu dan akan menjadi cerita di hari tua kelak. Berjuanglah dengan keras dan cobalah ikuti semua tips yang telah saya sebutkan di atas. Semoga semua itu bisa membantu kamu dalam menghadapi semua permasalahan kehidupan yang ada. Semangat, kawan!


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Aaliyah Shakira

   

Subscribe
Notify of
1 Comment
Oldest
Newest
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap