Dibalik Anak Muda yang Sering Mengalami Stres

Dibalik Anak Muda yang Sering Mengalami Stres

Siapapun yang mengalami peralihan dari anak-anak menuju tentu mengalami peningkatan hormon dan mood yang naik-turun. Tentunya hal ini sangatlah wajar di kalangan terlebih lagi mereka kerap kali dihadapkan dengan sesuatu yang baru termasuk alur kehidupan dan pergaulan yang bermacam-macam.

Tak jarang, semua hal tersebut yang mendukung alur kehidupan membuat perasaan bercampur aduk hingga mempengaruhi kesehatan mereka. Apabila kehidupan mereka terbilang baik-baik saja dan selalu bahagia, maka kesehatan mereka sehat dan tidak mengalami masalah yang serius.

Sebaliknya, apabila mereka harus mengalami sesuatu yang berat hingga membuat mereka terpuruk, tentunya kesehatan akan jadi hal pertama yang terkena pengaruh hingga berujung dan depresi. Lalu apa yang menjadi latar belakang sering mengalami ? Mengapa pada zaman dahulu jarang sekali terkena maupun depresi? 

Hal yang menyebabkan zaman sekarang rentan sekali mengalami hingga depresi ialah pengaruh gaya hidup yang selalu menjadi tuntutan mereka. Pergaulan hingga tren yang selalu melekat menjadikan mereka harus selalu mengikuti perkembangan zaman, seolah-olah, “Tidak update berarti tidak gaul.” dan ini yang menjadikan mereka harus selalu bertahan terhadap sesuatu yang terbilang keren.

Bagaimana bisa pergaulan mempengaruhi kesehatan seseorang? Sebenarnya banyak faktor. Akhir-akhir ini yang sering dialami para ialah kehebatan dalam berpenampilan. Hal tersebut mengharuskan mereka untuk selalu tampil cantik dan menawan hingga membuat beberapa orang terbilang . 

 dapat menjadikan seseorang menjadi down, terlebih lagi jika ia terus-terusan memikirkan hal tersebut dan berujung membenci diri sendiri dan menganggap dirinya jelek. adalah salah satu penyebab bisa mengalami hingga berujung depresi. 

Baca juga  Mengenal Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan), Bagaimana bisa Terjadi?

Tidak hanya pengaruh gaya hidup, maupun depresi juga dapat dipicu karena faktor keluarga. Banyak sekali orang tua yang menuntut anaknya harus selalu mendapat nilai bagus dan sukses hingga tidak menyadari bahwa hal tersebut dapat membuat kesehatan sang anak memburuk.

Pada akhirnya, kebanyakan melampiaskan kekesalan mereka dengan hal-hal yang tidak wajar, seperti self-harm, minum-minuman keras, terjun ke pergaulan yang tidak baik, mengkonsumi obat-obat terlarang, dan yang paling parah adalah sampai bunuh diri.

Persaingan prestasi yang melanda di kehidupan sekitar memicu orang tua untuk selalu menuntut anak-anaknya berusaha keras agar bisa sukses. Padahal, kesuksesan belum tentu menjamin suatu kebahagiaan seseorang. Seseorang dapat dikatakan sukses apabila ia bahagia dan bersyukur atas hidup yang ia jalani, bukan tentang mencapai karier yang tinggi hingga melupakan kebahagiaan diri sendiri. 

Lalu, bagaimana cara menghadapi yang sangat umum di kalangan seperti ini?

Berusaha untuk Tidak Menuntut Diri Sendiri

Berambisi dalam kehidupan itu bagus, dan terkadang kita harus menuntut diri sendiri agar bisa maju dalam mengerjakan cita-cita yang kita impikan. Namun, menuntut diri sendiri secarakeras dan berlebihan juga tidaklah bagus. Cobalah untuk sedikit santai dan tidak terlalu mengambil pusing atas hal-hal yang sedang kita lakukan.

Contohnya mengerjakan tugas. Apabila kita mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas, coba rehat sejenak dan tenangkan pikiran. Lakukan sesuatu yang sekiranya bisa mengurangi rasa , dengan begitu beban pikiran pun perlahan menghilang dan kita bisa melanjutkan untuk mengerjakan tugas kita. 

Baca juga  Film Di Bawah Umur (2020), Film Remaja yang Terlalu Dewasa?

Cuek terhadap Sesuatu yang Mengganggu

Terkadang cuek itu perlu, terutama jika berhubungan dengan suatu keunggulan yang membuat kita . Yang sering kali mengalami adalah kaum hawa, karena mereka selalu ingin tampil lebih cantik dan keren hingga mendapat pengakuan. Apabila kita merasa sedikit karena melihat ada yang lebih cantik dari kita, cobalah untuk cuek dan lebih bersyukur. Cobalah ganti ucapan yang berawal dari, “Ah, aku jelek banget kayak kentang.” menjadi, “Ah, aku udah cantik kok. Tuhan ‘kan Maha Adil.” 

Apabila kita terus menerus menghina diri kita, itu sama saja kita menghina Tuhan, bukan? Karena Tuhan telah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya. Tidak hanya cuek tentang , tapi kita juga harus bisa cuek terhadap apapun yang sekiranya membuat kita tidak nyaman. Bersikap tidak peduli tidak mempengaruhi kehidupan orang lain, iya ‘kan?

Bersikap Santuy

Santuy dan tidak peduli. Hampir sama dengan yang sudah saya jelaskan diatas, bahwa terkadang cuek itu perlu. Nah, jika kita membawa santuy suasana dan tidak terlalu tegang, otomatis mood kita akan selalu ceria dan tidak membawa buruk bagi kesehatan .

Menurut penelitian, 99% persen penyakit bersumber dari pikiran. Maka dari itu, mari selalu menjaga pikiran kita agar tetap positif dan tidak merasa tertekan meskipun beban hidup terasa banyak dan berat. Ah, jangan lupa untuk tidak selalu mengikuti tren yang selalu marak di kehidupan ini agar tidak merasa tertekan untuk selalu mengikuti gaya hidup yang kekinian.

Baca juga  Meningkatnya Cyber Bullying Pada Remaja di Masa Pandemi

Bicarakan dengan Orang Tua Baik-Baik Apabila Merasa Tidak Sanggup

Terkadang anak- yang suka dituntut orang tuanya, mereka cenderung tidak mampu untuk speak up dan mengutarakan perasaannya. Solusinya, cobalah cari waktu yang tepat untuk berbicara kepada orang tua. Bicaralah kepada mereka dengan baik-baik bahwa kamu tidak sanggup harus selalu memenuhi tuntutan mereka agar selalu mendapat nilai teratas.

Katakan juga bahwa kamu tidak mampu melakukannya jika kamu kurang berbakat dalam bidang tersebut. Apapun masalahmu, coba diutarakan dari hati ke hati kepada orang tua. Kamu pasti bisa!

Perbanyak Ibadah

Ini yang paling penting diantara semua tips yang telah disebutkan. Ketika kita mendekatkan diri kepada Tuhan, tentunya hati merasa tenang dan selalu merasa bahwa kita dijaga olehNya. Jika kita sudah merasa betul-betul hingga tidak tahu harus berbuat apa, cobalah untuk sholat, memperbanyak baca Al-Qur’an, berdzikir, dan bersedekah.

Dengan begitu, maupun depresi yang kamu alami bisa berkurang sedikit demi sedikit. Jangan terlalu meratapi , karena jika semakin diratapi maka akan semakin bertambah itu.

Jika kamu termasuk salah satu dari yang sedang mengalami stres maupun depresi, bersemangatlah! Karena hal-hal yang berat ini pasti akan berlalu dan akan menjadi cerita di hari tua kelak. Berjuanglah dengan keras dan cobalah ikuti semua tips yang telah saya sebutkan di atas. Semoga semua itu bisa membantu kamu dalam menghadapi semua permasalahan kehidupan yang ada. Semangat, kawan!

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Aaliyah Shakira