Diet Instan : Buka Mata, Buka Hati


Diet Instan : Buka Mata, Buka Hati 1

Sebagai salah seorang konselor gizi lepas (freelance) di sebuah aplikasi edukasi diet, seringkali saya tersenyum, antara “maklum” sekaligus “greget” saat membaca pertanyaan dari user karena banyaknya pertanyaan serupa yang berulang, tentu dari user yang berbeda-beda.

Meski begitu, saya sangat mengapresiasi mereka karena mereka bertanya terlebih dahulu sebelum bertindak (mungkin), sehingga setidaknya minim kesalahan dalam mengambil langkah.

Topik kali ini terinspirasi dari salah satu pertanyaan yang sering diajukan, yakni “cara menurunkan berat badan dengan cepat” dan juga melihat iklan-iklan diet instan yang bertebaran.

Jadi, apa benar berat badan bisa turun secara drastis dan aman? Mari kita “kupas” bersama-sama. Dimulai dari kenalan terlebih dahulu dengan bintang utama kita : Diet.

Apa itu Diet?

Mungkin kalian terbiasa mendengar istilah diet dalam berbagai promosi yang bertujuan untuk menurunkan berat badan. Mereka biasanya menamakan diet sesuai bahan utama yang digunakan. Sebut saja diet daun teh jati cina, diet yakult, diet kentang, diet artis X, diet jus seledri, dan masih banyak lagi yang tidak mungkin saya sebut semuanya disini.

Jujur, saya baru tau aneka jenis diet tersebut dari media sosial, bukan dari mata kuliah yang saya pelajari di Ilmu Gizi. Kalau kalian kepo, saya kasih tau beberapa jenis diet yang kami pelajari dalam perkuliahan :

  • Diet Energi Tinggi Protein Tinggi (atau Tinggi Kalori Tinggi Protein)
  • Diet Energi Rendah (atau kadang disebut Diet Rendah Kalori / Defisit Kalori)
  • Diet Serat Tinggi
  • Diet Rendah Sisa
  • Diet Garam Rendah
  • Diet Penyakit Saluran Cerna
  • Diet Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, dan sebagainya

Apa kalian bisa menebak, kira-kira diet mana yang akan diberikan bila seseorang mengalami kelebihan berat badan (overweight) atau kegemukan (obesitas) dan ingin menurunkan berat badan?

Yap, bila kondisinya sehat dan tidak sedang mengalami penyakit tertentu, Ahli Gizi mungkin akan menyarankannya untuk melakukan Diet Rendah Kalori dan Serat Tinggi, tentu dengan Gizi Seimbang, yakni dengan tetap melibatkan semua sumber zat gizi. Mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, hingga air.

Kembali ke pertanyaan di subjudul, apa itu diet?

Diet adalah pengaturan pola makan untuk mencapai atau menjaga berat badan yang ideal dan menunjang kesehatan tubuhnya.

Dalam keadaan apapun, sebenarnya kita harus melakukan “diet” agar tubuh selalu sehat dan bugar sepanjang masa. Jenis diet yang dilakukan bisa berbeda-beda tergantung kondisi yang dialami.

  • Pada kondisi normal, dilakukan diet untuk mempertahankan berat badan ideal dan menurunkan risiko terjadinya penyakit
  • Bila mengalami obesitas atau underweight (berat badan kurang), dilakukan diet untuk mencapai berat badan ideal
  • Saat mengalami penyakit tertentu, juga dilakukan diet yang disesuaikan dengan jenis penyakitnya

 Okay, jadi sudah paham ya, apa arti diet yang sesungguhnya.

Diet Instan, Sisi Gelap dibalik Hasil yang Memukai

Bisa dibilang, jenis diet yang gencar dipromosikan seperti yang sudah saya sebutkan di awal, mungkin layak disebut sebagai contoh dari pepatah “ada udang dibalik batu”. Mereka menjanjikan hasil yang sangat cepat seperti berat badan turun 15 kg dalam 2 minggu, atau turun 10 kg dalam 7 hari. Padahal ini mengundang datangnya banyak masalah kesehatan dalam tubuh.

Diet yang mereka tawarkan umumnya berbentuk suplemen diet berisi suatu bahan yang mereka klaim dapat menurunkan berat badan secara instan. Ada juga yang menawarkan pola diet tertentu dengan hanya mengonsumsi suatu bahan dan mengabaikan bahan makanan lainnya.

Meski berbeda bentuk, tapi umumnya diet-diet tersebut termasuk ke dalam golongan diet ekstrim atau sangat ekstrim (very low-calorie diet/VLCD), yakni hanya membolehkan penggunanya untuk mengonsumsi makanan sekitar 500-800 kkal dalam sehari. Jumlah ini bahkan kurang dari rata-rata energi yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan aktivitas vitalnya (sekitar 1200-1500 kkal sehari), seperti :

  • bernafas
  • berpikir
  • menggerakkan otot jantung
  • menyalurkan oksigen dan sari-sari makanan ke seluruh tubuh
  • mencerna makanan
  • menyaring darah dan racun
  • memperbaiki atau mengganti sel-sel yang rusak
  • dan sebagainya

Tentu bisa dibayangkan betapa kasihannya tubuh kita yang sudah capek-capek bekerja tapi kita tidak mengapresiasi kerjanya dengan memberikan asupan makanan yang cukup dan sesuai kebutuhan. Rata-rata total kecukupan energi harian kita sekitar 2150 kkal sehari setelah dikalikan dengan jenis aktivitas yang kita lakukan.

Dalam Ilmu Gizi, penurunan berat badan yang dianjurkan adalah 0,5 – 1 kg/minggu atau 2 – 4 kg/bulan. Bila lebih dari 1 kg/minggu atau lebih dari 5 kg/bulan, umumnya massa otot dan air yang berkurang, bukan massa lemak. Padahal tujuan kita menurunkan berat badan adalah mengurangi massa lemak. Penurunan massa otot berlebih dapat berbahaya bagi tubuh.

Efek Samping Diet Instan

Perlu kita ketahui bahwa otot adalah sumber energi untuk membakar lemak. Otot yang menyusut menyebabkan metabolisme tubuh menurun sehingga proses pembakaran lemak menjadi lebih lambat dan terjadi penumpukan lemak.

Pada kondisi ini, mungkin berat badan akan tampak berkurang, tapi sebenarnya lemak di dalam tubuh malah bertambah, karena penurunan berat badan secara drastis akan banyak mengurangi massa otot dan air, serta sedikit lemak.

Penumpukan lemak dalam tubuh akan menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan, yakni :

  • obesitas
  • kolesterol LDL tinggi
  • penyakit jantung
  • diabetes mellitus
  • dan penyakit degeneratif lainnya

Bila seseorang “berhasil” menurunkan berat badannya secara cepat, lalu tidak disiplin dalam mengatur pola makan dan tidak melakukan aktivitas fisik, maka kemungkinan berat badannya akan meningkat lebih banyak bahkan bisa sampai dua kali lipat dari sebelumnya.

Inilah yang disebut sebagai Yoyo Syndrome, yakni gejala yang terjadi ketika berat badan seseorang turun sangat cepat, kemudian naik lagi, turun lagi dan seterusnya. Seperti mainan yoyo yang dapat bergerak naik turun. Hal ini biasa terjadi pada orang yang melakukan diet ketat.

Yoyo Syndrome umumnya terjadi karena seseorang bosan dengan diet ketat yang ia jalani sebelumnya. Ia merasa bahwa nantinya ia akan dapat dengan “mudah” menurunkan berat badannya lagi dengan cepat. Akhirnya pola makannya menjadi tak terkendali, lalu tersadar kembali saat gemuk, mulai melakukan diet ekstrim lagi, dan seterusnya.

Selain itu, dampak penurunan berat badan secara cepat lainnya di antaranya :

  • massa otot berkurang
  • anemia
  • dehidrasi
  • sakit kepala
  • siklus haid tidak teratur
  • rambut rontok
  • kelelahan
  • konstipasi
  • mual
  • diare
  • batu empedu
  • bahkan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan seperti penyakit jantung, kanker, diabetes, kolesterol LDL tinggi

Akhir kata, tidak ada suatu proses yang bisa didapat dengan instan. Mari bangun jiwa kritis kita, cermati dahulu sebelum memutuskan untuk menjalani suatu diet. Bila perlu, tanyalah kepada Ahli Gizi atau tenaga kesehatan lainnya.

Seperti memilih gadget, peralatan elektronik, atau bahkan rumah, bukankah kita sangat kritis dengan mengajukan banyak pertanyaan kepada penjual untuk mendapatkan yang sesuai dengan keinginan kita? Begitu pula dengan diet, tentu kita juga ingin menjalani diet dengan bahagia, nyaman dan tidak merasa tersiksa kan?

Jadi, pilihlah diet yang bisa kita lakukan seumur hidup dan tidak menyiksa kita. Meski butuh waktu lama untuk mencapai berat badan ideal, yang penting kita sehat dan menerapkan diet yang tepat.

Catatan :

Pada beberapa kasus, diet ekstrim mungkin bisa dilakukan namun wajib di bawah pengawasan Dokter atau Ahli Gizi.


Referensi :

AhliGiziID. Diakses pada 2021. Cara Menurunkan Berat Badan Secara Alami – Rahasia para Ahli Gizi.

Almatsier S. 2008. Penuntun Diet. Jakarta (ID) : Gramedia.

WebMD. Diakses pada 2021. Very Low-Calorie Diets : What You Need to Know. 


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Aghniya Nailah Rifdah, S.Gz

   

Subscribe
Notify of
2 Comments
Oldest
Newest
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap