Dilema Deforestasi: Penunjang Ekonomi atau Krisis Lingkungan?

Dilema Deforestasi: Penunjang Ekonomi atau Krisis Lingkungan?

adalah suatu tindakan penggundulan dan penebangan yang bertujuan untuk menciptakan suatu wilayah baru untuk dimanfaatkan sebagai lahan pembangunan infrastruktur.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Persetujuan Perubahan Peruntukan Kawasan Baru pada Alam Primer dan Lahan Gambut (PIPPIB) Tahun 2021 Periode II, memiliki sisa luas perhutanan sebesar 66,14 juta hektar setelah mengalami penurunan seluas 42.911 hektar dimana sebelumnya luas adalah 66,18 juta hektar.

Dilihat dari sektor ekonomi, dapat menjadi sebuah solusi dari permasalahan ekonomi yang kerap terjadi di . Namun, memiliki dilemanya tersendiri yang sangat berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan manusia dimana di satu sisi dapat berperan sebagai penunjang ekonomi negara namun juga dapat mengganggu ekosistem ekologi alam sekitar.

Maka dari itu, dibutuhkan tindakan serius dan tegas dari pemerintah dalam pengelolaan lahan yang tersisa di .  

70% dari daratan yang ada di didominasi oleh kawasan perhutanan negara. dapat diibaratkan sebagai paru-paru dunia melihat perannya sebagai penghasil oksigen yang sangat dibutuhkan oleh baik manusia maupun makhluk hidup lainnya.

Ironisnya, melihat fakta bahwa adalah rumah bagi berbagai makhluk hidup di dunia yang memegang peran signifikan dalam keberlangsungan makhluk hidup, sangat tidak jarang ditemukan kasus penggundulan yang menyebabkan kerusakan lingkungan hidup di daerah perhutanan di . Bahkan, tercatat ke dalam 10 besar negara dengan tingkat tertinggi di dunia.

Baca juga  Menerka Arah Kebijakan Kurikulum Merdeka

World Bank memperkirakan bahwa terdapat sekitar 700.000 sampai 1.200.000 hektar lahan per tahunnya yang mengalami kerusakan akibat . Sementara itu, FAO mencatat bahwa terdapat 1.315.000 hektar lahan per tahun atau setiap tahunnya yang didapati mengalami kerusakan di .

Salah satunya adalah perhutanan di Sumatera dan Kalimantan yang berhasil tercatat dalam 11 wilayah di dunia yang berkontribusi terhadap lebih dari 80% kasus global hingga tahun 2030. 

Memang perlu diakui bahwa dapat dilihat sebagai salah satu faktor penunjang ekonomi masyarakat karena dapat membuka banyak wilayah dan lahan baru yang dapat digunakan untuk berbagai pembangunan infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur dapat memacu peningkatan produktivitas dan efektivitas sumber daya manusia, dimana dengan dibangunnya bangunan dan infrastruktur baru dapat membuka lapangan pekerjaan sehingga angka pengangguran dapat ditekan.

Selain itu, pembangunan infrastruktur di lokasi yang strategis dapat menarik perhatian investor untuk dapat berinvestasi di sehingga dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan pendapatan nasional.

Baca juga  Bu Sri & Guru-Guru Lainnya Yang Kita Temukan Semasa Sekolah

Penyeimbangan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah khususnya pedesaan sangat dibutuhkan agar seluruh masyarakat dari berbagai kalangan dapat mendapatkan akses terhadap fasilitas yang setara utamanya dalam bidang kesehatan dan .

Jika seluruh masyarakat sudah dapat mengakses fasilitas kesehatan dan yang sama, maka dapat dihasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkompeten di masa depan. 

Namun sayangnya, dengan seluruh manfaat dan keuntungan yang dapat ditawarkan oleh dilakukannya , tanpa disadari telah mengganggu ekosistem lingkungan alam sekitarnya.

Banyak orang yang melakukan dengan cara melakukan pembakaran secara  liar menyebabkan terjadinya polusi udara yang juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan manusia, khususnya terhadap sistem pernapasannya karena jumlah sebagai sumber oksigen telah berkurang.

Selain merugikan kesehatan manusia, deforestasi dapat juga menimbulkan bencana alam yang berpengaruh terhadap lingkungan alam sekitar. Bencana alam banjir dan tanah longsor sebagai akibat dari deforestasi dapat menyebabkan kerugian bagi manusia, bukan hanya dalam bentuk harta benda saja melainkan dapat beresiko kehilangan nyawa.

Selain mengganggu kehidupan manusia, deforestasi juga dapat mengancam kehidupan flora dan fauna. memiliki 6.000 spesies tumbuhan dan 1.000 spesies hewan keanekaragaman hayati dimana dengan dilakukannya deforestasi keberlangsungan makhluk hidup ini dapat terancam punah dikarenakan mereka akan kehilangan tempat habitatnya. 

Baca juga  Alasan Orang Indonesia Malas

Menimbang kedua sisi argumen mengenai dilema deforestasi sebagai faktor pendorong pembangunan ekonomi negara dan penyebab terjadinya krisis lingkungan, dapat disimpulkan bahwa deforestasi lebih banyak membawa dampak buruk dan merugikan terhadap lingkungan sekitar sehingga pemerintah dapat melakukan tindakan tegas dalam menghadapi masalah ini.

21 Maret 2013 sebagai hari dimana pertama kali diperingati sebagai Hari Hutan Sedunia memotivasi masyarakat dunia untuk mulai peduli dan menjaga keberadaan hutan. Kita harus mengelola dan memanfaatkan lahan yang ada dengan dengan melakukan rehabilitasi serta reboisasi terhadap lahan yang sudah terdegradasi.

Pemerintah juga perlu bertindak secara responsif dan solutif terhadap permasalahan deforestasi ini dimana pemerintah perlu menindaklanjuti mereka yang melakukan aksi penebangan hutan secara liar dan semena-mena dengan memberikan sanksi yang tegas.

Tetapi tidak cukup hanya pemerintah saja yang melakukan tindakan, kita sebagai warga negara Indonesia yang juga adalah makhluk hidup dimana hidup kita sangat bergantung kepada oksigen yang dihasilkan oleh pepohonan juga perlu memiliki kesadaran untuk bertindak dengan bersikap tidak acuh dan peduli terhadap keberlangsungan hutan di Indonesia.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

MICHELLE AURELLIA