Drama Korea “Tomorrow” Eksplorasi Tingginya Kasus Bunuh Diri di Korea Selatan


Drama Korea “Tomorrow” Eksplorasi Tingginya Kasus Bunuh Diri di Korea Selatan

Drama korea berjudul Tomorrow telah tayang di Netflix pada 1 April 2022 dan mencetak rekor tertinggi dalam penayangan episode pertamanya yaitu sebesar 7,6%.

Ini merupakan rekor terbesar sepanjang penayangan serial drama oleh MBC. Drama korea ini dibintangi oleh aktor ternama seperti Rowoon, Lee Soo-hyuk, Yoon Ji-on dan aktris Kim Hee-sun.

Drama ini mengangkat tema tentang alam baka, dimana Rowoon menjadi malaikat maut yang bertugas menyelamatkan orang-orang yang melakukan percobaan bunuh diri.

Disetiap episode menceritakan kasus percobaan bunuh diri yang dilatarbelakangi kisah yang menyedihkan dan menguras air mata.

Hal ini menjadi cermin bahwa angka bunuh diri di Korea Selatan memang sangat tinggi.

Didalam drama korea berjudul Tomorrow ini, dikatakan bahwa “Di Korea, rata-rata 40 orang melakukan bunuh diri setiap harinya.

Berarti 15.000 orang per tahun. Menjadi nomor satu sedunia dalam hal kasus bunuh diri.

Angka kelahiran di Korea Selatan juga terendah di dunia. Populasi negara tersebut menurun dengan cepat dari 32 negara besar.

Bahkan angka-angka tersebut dapat menjadi akhir bagi Korea Selatan. Wah ngeri banget!

Didalam drama Tomorrow ini diceritakan beberapa alasan mengapa kasus bunuh di Korea Selatan begitu tinggi.

Berikut rangkuman 3 alasan penyebab bunuh diri didalam drama korea Tomorrrow dan kaitannya dengan dunia nyata.

1. Tingginya kasus bullying fisik antar siswa di Korea Selatan

Perundungan yang dialami tokoh Noh Eun-bi dalam drakor Tomorrow (Foto: Netflix)

Di episode pertama dan kedua drama Tomorrow ini diceritakan karakter Noh Eun-bi yang ingin melakukan percobaan bunuh diri.

Diceritakan juga kisah mengapa ia memiliki trauma yang begitu mendalam hingga memutuskan untuk melakukan percobaan bunuh diri. 

Saat duduk di bangku SMA, ia mendapatkan bullying dari sekelompok temannya.

Bullying itu dilakukan secara terus menerus hingga mengakibatkan trauma baginya.

Diceritakan betapa Noh Eun-bi menyimpan luka batinnya hingga dewasa. Dan tragisnya, ketika Noh Eun-bi sudah menjadi penulis disebuah perusahaan.

Ia terpaksa bertemu dengan penulis buku bernama Him Hye-won yang ternyata adalah pembullynya saat SMA.

Pertemuan kedua tokoh inilah yang menyebabkan konflik dan membuat Noh Eun-bi ingin melakukan percobaan bunuh diri.

Hal ini sejalan dengan kehidupan nyata bahwa di Korea Selatan tingkat bullyng memang terbilang tinggi bahkan tercatat masuk ke dalam 5 negara dengan kasus bullying tertinggi di dunia seperti dikutip dari edukasi.okezone.com.

Selanjutnya, dikutip dari media setempat bahwa “Menurut Kementrian Pendidikan, tahun lalu 148 siswa bunuh diri di usia sekuntum bunga.

Meskipun tatap muka antara siswa telah menurun karena pembatasan sekolah dan pembelajaran jarak jauh karena Covid-19, jumlah siswa yang melakukan bunuh diri tetap tinggi.” Sungguh tragis ya!

2. Tingginya tingkat persaingan mencari pekerjaan

Tokoh Jae-so yang belajar tekun agar lulus seleksi PNS (Foto: Netflix)

Di episode 3 diceritakan tokoh bernama Jae-soo. Dia telah mengikuti 3 kali tes ujian PNS namun berakhir gagal.

Bahkan, di tahun ketiga ia telah gugur pada tes pertama ujian PNS tersebut. Diceritakan kisahnya yang begitu gigih belajar namun tak kunjung lulus seleksi PNS.

Hal inilah yang membuatnya depresi dan ingin melakukan percobaan bunuh diri. Menilik kehidupan nyata, Korea Selatan memiliki tingkat persaingan kerja yang tinggi.

Menurut statistik korea, jumlah pekerja yang tercatat adalah 26,89 juta di tahun 2021 dan naik 279.000 orang dari tahun lalu.

Artinya kondisi pasar kerja melemah ketika angka tenaga kerja melonjak.

 Dikutip dari media setempat bahwa “Kementrian Sumber Daya Manusia dan Inovasi (Ketua Kim Woo-ho) mengumumkan pada tanggal 2 bahwa hasil penerimaan untuk ujian rekrutmen PNS, total 165.524 orang mendaftar hanya terpilih 5.672 orang bahkan angka ini menurun dari tahun sebelumnya karena Covid-19 dimana jumlah pendaftar sebesar 198.110 orang.” Jadi sudah tidak diragukan betapa tingginya tingkat persaingan seleksi pegawai negeri sipil di Korea Selatan.

3. Tingginya tingkat bullying karena penampilan di Korea Selatan

Tokoh Shin Ye-na yang mendapat bullying karena penampilannya dalam drakor Tomorrow (Foto: Netflix)

Di episode 6 diceritakan tokoh Bernama Shin Ye-na yang selalu mendapat celaan fisik dari sekitarnya.

Diceritakan bahwa tokoh tersebut selalu dipanggil dengan sebutan babi bahkan saat SMA ia mendapat julukan kolera karena saat itu kolera babi sedang memuncak.

Karena celaan tersebut, akhirnya tokoh Shin Ye-na memiliki kebiasaan yang buruk yaitu memuntahkan semua makanan yang telah ia makan.

Kebiasaan buruk tokoh Shin Ye-na tersebut beranjak sampai dewasa sehingga mengganggu kehidupan tokoh tersebut.

Ketika dewasa tubuhnya menjadi sangat kurus dan kembali mendapat bullying dari sekitarnya. Karena hal itulah, ia ingin mengakhiri hidupnya.

Jika dikaitkan dengan kehidupan nyata, masyarakat korea memang memiliki standar kecantikan yang tinggi.

Maka dari itu, tingkat operasi plastik di Korea Selatan dapat dibilang cukup tinggi karena sebagai penunjang penampilan.

Menurut data yang dikutip dari International Society for Aesthetic Plastik Surgery (ISAPS) yang diberitakan media tahun 2011, korea dikenal sebagai negara yang melakukan operasi plastik paling banyak per populasi. 

Jadi, itu dia 3 alasan mengapa kasus bunuh diri di Korea Selatan begitu tinggi dan diceritakan melalui drama korea berjudul Tomorrow.

Semoga pembaca semakin penasaran untuk menonton drama korea ini sebab banyak sekali pesan yang dapat diambil.

Mulai dari menghargai orang lain sampai pentingnya menjaga kesehatan mental diri kita sendiri.