Dua Menteri Ditangkap, Korupsi Semakin Merajalela

Dua Menteri Ditangkap, Korupsi Semakin Merajalela 1

Dua menteri kabinet Indonesia Maju yakni mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo dan Menteri Sosial Juliari Batubara ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kasus korupsi yang menjerat mereka. Menteri Juliari Batubara terjerat korupsi bantuan sosial Covid-19 dan Edhy Prabowo dijerat korupsi benih lobster.

Kejadian itu sungguh sangat memukul pemerintahan Jokowi disebabkan dua menteri dalam waktu yang berdekatan harus terjerat korupsi. Ini pertanda ada masalah di tubuh kementerian. Korupsi sudah sangat merajelala saat ini. Banyak celah yang digunakan oknum tertentu bagaimana mencuri hak dari rakyat untuk kekayaan pribadi semata.

Korupsi sudah menjadi masalah sangat serius bagi kita sehingga tidak ada kata menyerah untuk terus melawan. Korupsi sudah memberikan penderitaan yang luar biasa bagi masyarakat Indonesia, sebab itu upaya penindakan dan pencegahan harus semakin massif.

Dua menteri Jokowi yang korupsi sekaligus dalam waktu dekat seperti mengartikan bahwa pejabat negara kita masih sulit menghindari namanya korupsi. Keinginan kuat untuk menyerap hak rakyat bahkan hak bantuan sosial bagi rakyat menjadikan keprihatinan yang luar biasa buat kita.

Sebab itu, kita harus mencari cara jitu agar memutus mata rantai korupsi di Indonesia. Apalagi korupsi yang dilakukan oleh pejabat negara harus semakin dikurangi. Karena itu, Presiden Jokowi dalam memutuskan memilih menteri dalam kabinetnya harus lebih jeli dan selektif lagi. Jangan sampai pemilihan menteri malah jadi bumerang bagi Presiden karena dinilai aasal-asalan dalam memilih menterinya.

Korupsi harus dilawan sejak dini dan dari hati kita masing-masing. Orangtua harus ikut berperan untuk mengajari dan mensosialiasikan penolakan terhadap korupsi berupa tindakan-tindakan nyata. Begitu juga hati dan pikiran kita harus bisa dipacu untuk tidak gampang terjerat dengan namanya korupsi. Ingat bahwa korupsi itu membahayakan dan menjijikkan. Korupsi itu bukanlah budaya kita sebagai sebuah bangsa dan negara yang besar.

Jika korupsi semakin merajalela maka percayalah negara akan hancur, masyarakat menderita dan stabilitas perekonomian terancam. Apalagi korupsi itu terjadi disaat masyarakat lagi kesulitan hidup. Hak masyaarkat itu diambil dengan cara cuma-cuma untuk memuaskan nafsu sesaat. Itu begitu keji dan tak bisa dimaafkan.

Sudah saatnya kita berpikir keras bagaimana agar korupsi benar-benar selesai dari negeri ini. Sudah membosankan sekali bila kita terus menerus disajikan berita tentang korupsi pejabat negara di televisi. Kita merindukan berita mengenai prestasi para anak bangsa dan pengembangan kemajuan Indonesia. Mari kita stop korupsi mulai dari sekarang.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Juandi M