Dukung Anak Muda Jadi Pemimpin dan Membangun Bangsa!


Dukung Anak Muda Jadi Pemimpin dan Membangun Bangsa! 1

Di berbagai belahan dunia, di sepanjang sejarah dan peradaban yang ada, anak muda atau pemuda adalah kelompok yang memiliki kekuatan paling besar. Seorang anak muda yang produktif, lebih berharga dari orang tua meski bergelar profesor. Kenapa bisa begitu?

Seorang profesor yang sudah tua memiliki fisik dan kemampuan berpikir yang sudah tua juga. Kemampuan fisik dan otaknya tidak bisa digunakan secara maksimal, dan mungkin hanya akan bertahan beberapa tahun saja.

Sementara seorang anak muda, meski tidak memiliki gelar apapun, tapi ia punya kemampuan dan kesempatan yang panjang untuk mengembangkan diri. Jika banyak anak muda memiliki kesadaran untuk menjadikan  dirinya sebagai sosok yang punya karya besar, maka anak muda adalah kunci untuk membangun suatu bangsa.

Seperti di negara kita ini, kelompok yang menghantarkan Indonesia menuju gerbang kemerdekaan bukanlah kumpulan orang tua. Indonesia dapat keluar dari penjajahan karena perjuangan fisik dan kemampuan berpikir para anak muda. Soekarno dan Hatta, saat memproklamirkan kemerdekaan masih tergolong berusia muda.

Pembacaan Proklamasi

Di awal masa kemerdekaan, pembangunan yang dijalankan oleh bangsa Indonesia juga dipelopori oleh para anak muda. Begitu juga di masa reformasi, kelompok-kelompok anak muda di berbagai daerah menjadi pemimpinnya. Indonesia tidak akan merasakan indahnya alam demokrasi seperti saat ini jika tidak ada anak muda yang berjuang di tahun 1998 lalu.

Reformasi

Saat ini, pergerakan anak-anak muda Indonesia semakin “menggila”. Tidak hanya berjuang di jalanan, anak-anak muda mulai memasuki parlemen . Tidak sedikit pula yang menjadi walikota. Bahkan, Presiden Jokowi juga menjadikan beberapa anak muda sebagai menterinya. Dengan begitu, Indonesia sudah berada pada jalur yang tepat dengan menjadikan kaum milenial sebagai pemimpin.

Jokowi dan Nadiem Makarim

Namun kita tidak boleh puas sampai disitu. Sebab pada tahun 2040 nanti kita akan menghadapi bonus demografi, yang berarti anak muda adalah kelompok umur terbesar jumlahnya dibandingkan kelompok umur lainnya. Kunci keberhasilan suatu bangsa dalam menghadapi situasi seperti bonus demografi tersebut adalah persiapan dan pengembangan yang matang.

Karena kita sudah menempatkan banyak milenial untuk memimpin, baik di tingkat daerah maupun di tingkat nasional, satu modal penting sudah kita miliki. Modal lainnya yang harus kita persiapkan adalah pengembangannya. Tidak akan memberi dampak besar jika milenial hanya sebatas diberi kursi pimpinan namun tidak memiliki kekuasaan penuh untuk membuat keputusan dan gebrakan. Maka dari itu, milenial sebagai pemimpin harus diberikan ruang sebesar-besarnya untuk membuat kebijakan dan karya nyata.

Hal terakhir yang harus dilakukan oleh semua orang di Indonesia, adalah mendukung anak-anak muda agar bisa benar-benar menjadi pemimpin dan melahirkan karya tanpa intervensi dari golongan tua. Di tangan anak muda, Indonesia dapat menjadi negara dan bangsa yang maju.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Kalen Afana

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap