Eko Wisata Embung Nglanggeran

Eko Wisata Embung Nglanggeran

Awalnya kami hanya ingin mengunjungi Api Purba, namun setelah melihat google maps, ada satu yang mengasyikan disini sebelum menaiki keindahan Api Purba.

Sejarah

dokpri,  Maret 2022
dokpri,  Maret 2022

Eko Embung ( penampungan air) Nglanggeran adalah danau buatan yang berada di ketinggian 495 mdpl, lahannya sangat luas, yang berfungsi untuk menampung air hujan dan air dari pegunungan yang dialirkan ketempat ini, untuk mengairi kebun kelengkeng dan durian serta rambutan yang berada di bawah embung ini terutama saat musim kemarau tiba.

Jenis durian yang di tanam di daerah ini adalah durian Montong sedangkan kelengkengnya jenis Kane, yang berada dekat pintu masuk kawasan Eko Api Purba.

Baca juga  Cerita Horor Rumah Kontrakan di Yogyakarta

Embung Nglanggeran adalah Embung pertama yang ada di Jogjakarta, yang di bangun pada tahun 2012 pertengahan, dan diresmikan oleh Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta pada tanggal 19 Februari 2013, memiliki kapasitas 7.200 m3 dengan luas lahan 2.304 m2.

Saat kami tiba disini sangat sepi tidak ada kendaraan yang parkir satupun baik kendaraan roda dua maupun roda empat, setelah memarkir kendaraan kami berjalan perlahan menuju Embung tersebut, Jalan yang kami tempuh menanjak, namun sudah tertata anak tangga dengan apiknya, jangan khawatir apabila kita lelah menaiki anak tangga, kita berhenti sejenak, kita bisa melihat pemandangan yang sangat menarik, gugusan Api Purba, dan perkampungan yang ada di bawahnya.

Baca juga  5 Wisata Alam Selama Berlibur di Kudus Jawa Tengah

Foto

dokpri,  Maret 2022
dokpri,  Maret 2022

Kita akan dibuat terpana melihat betapa kokoh dan gagahnya tebing Api Purba Nglanggeran serta hamparan lembah yang hijau subur membentang di sekelilingnya, decak kagum atas karunia Ilahi untuk bangsa ini selalu terucap dalam setiap langkah kami menaiki anak tangga.

dokpri,   Maret 2022
dokpri,   Maret 2022

Cuaca cukup cerah dan bersahabat dengan kami, desiran anggin sangat menyejukan pendakian kami menuju Embung, anak tangga tidak kami hitung, biasanya kalau lelah kami selalu menghitung anak tangga, kali ini karena disekelilingnya sangat menakjubkan kami terpana dibuatnya, sedikit melahkan memang, namun semua keletihan itu akan lunas terbayar saat kita berada diatas.

Baca juga  Menyusuri Sejarah Deretan Pantai Cantik di Jepara

Dari ketinggian kami melihat tempat parkir yang luas dibawah, hanya kendaraan kami yang ada disana, kemudian melihat indahnya Embung ini, kami mengelilingi sesuai dengan petunjuk yang ada di sana, angin bertiup cukup kencang, seperti biasa sebagai you tuber, kami mulai mengabadikan ini.

Saat mengelilingi Embung ini kami melihat sepasang muda mudi yang lagi asyik berfoto ria, baik latar belakang Embung maupun Api Purba, dan mereka mengatakan kalau Matahari terbenam indah lagi disini, saat itu waktu baru menunjukan pukul 16.00, masih lama kalau menunggu Matahari terbenam.

Kami terus memutar mengelilingi Embung sesekali mengambil foto dengan berbagai latar belakang. Banyak sekali spot foto yang menarik disini, sayangnya kami harus menuju yang lain, tidak bisa menunggu keindahan Matahari terbenam disini, Jalan untuk turun berbeda dengan jalan naiknya, saat kami ingin turun, terlihat beberapa rombongan yang baru naik, rombongan “berburu matahari terbenam.”

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Misbah Murad