Ekologi: Polusi pada Perairan

Ekologi: Polusi pada Perairan

Dalam kehidupan sehari-hari makhluk hidup selalu membutuhkan air, termasuk manusia. Air memiliki peranan penting dalam kehidupan.

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari kita membutuhkan air bersih untuk minum, mandi, mencuci pakaian, serta masak.

Taukah kamu ciri-ciri air bersih seperti apa?

Salah satu ciri air bersih adalah tidak tercemar, lalu bagaimana cara untuk mengetahui bahwa air dikatakan tercemar ataupun tidak tercemar?

Air bisa dikatakan tercemar apabila air tersebut sudah berubah baik warna, bau, maupun rasa.

Berdasarkan hasil pengamatan para ilmuan, didapatkan bahwa air yang tercemar memiliki tingkat keasaman yang berbeda.

Pencemaran bisa diakibatkan oleh beberapa polutan, misalnya makhluk hidup, zat energi atau komponen lain yang ada di dalam air.

Akibatnya kualitas air sampai pada tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi secara normal atau tidak bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Polusi air diakibatkan oleh pelepasan suatu zat berbahaya hasil dari limbah ke dalam air, tanah, danau, sungai, muara, ataupun lautan dimana zat tersebut dapat mengganggu ekosistem perairan.

Baca juga  Apakah Air Teh yang Tampak Berkerak Pada permukaannya Aman untuk Dikonsumsi?

Jenis – jenis

Pencemaran air dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu pencemaran secara langsung dan pencemaran tidak langsung.

Perncemaran secara langsung merupakan pelepasan polutan berupa limbah atau produk samping ke dalam air tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu, misalnya limbah pabrik.

Sementara itu, pencemaran secara tidak langsung merupakan pelepasan polutan atau bahan pencemar yang masuk ke dalam air melalui tanah, misalnya pada peristiwa hujan asam.

Air dapat tercemar oleh berbagai macam zat termasuk mikroorganisme patogen dan limbah organik yang dapat membusuk.

Beberapa polutan air yang sering kita jumpai adalah sebagai berikut:

1. Limbah Industri, air limbah hasil pengolahan industri ini cenderung mengandung zat bahan kimia yang berbahaya, seperti pada pabrik tekstil dan pabrik kertas.

2. Limbah Rumah Tangga, biasanya berupa limbah dari perkantoran, rumah makan, pasar, dan sisa puing-puing bangunan .

3. Limbah Pertanian, berupa penggunaan pupuk yang berlebihan dan penggunaan bahan kimia seperti insektisida yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Baca juga  7 Negara yang Memiliki Kualitas Udara Terburuk di Dunia

Dampak

Berdasarkan jenis-jenis polutan yang sudah dibahas diatas, terdapat berbagai dampak negatif dari polutan air bukan hanya untuk manusia, tetapi juga pada lingkungan.

Dampak pertama adalah menimbulkan penyakit pada manusia.

Mengkonsumsi air minum yang sudah terkontaminasi oleh polutan akan menyebabkan penyakit seperti tipus, kolera, hepatitis, dan berbagai macam penyakit lainnya.

Dampak kedua adalah kerusakan ekosistem. Ekosistem perairan yang tercemar akan menimbulkan punahnya berbagai biota laut seperti ikan, udang, terumbu karang, dan lainnya.

Dampak ketiga adalah terjadinya eutrofikasi. Yaitu pencemaran air yang disebabkan oleh adanya nutrien yang masuk secara berlebihan ke dalam ekosistem air.

Dampak keempat adalah terganggunya rantai makanan. Polusi air akan menggaggu rantai makanan ketika racun dan polutan dalam air dikonsumsi oleh hewan air kemudian dikonsumsi oleh manusia sehingga menimbulkan penyakit.

Baca juga  6 Rekomendasi Film Thriller Menegangkan Wajib Ditonton. Bikin Penontonnya Susah Nafas!

Cara Mencegah

Cara terbaik untuk mencegah pencemaran air yang pertama adalah dengan mencoba mengurangi jumlah pemakaiannya, yaitu dengan menggunakan air secukupnya.

Cara kedua dengan mengolah terlebih dahulu limbah-limbah pabrik yang mengandung senyawa kimia sebelum dibuang ke perairan.

Cara ketiga dengan menggunakan produk yang ramah lingkungan sehingga mudah larut dan tidak menjadi polutan.

Perlu diingat bahwa dalam menangani limbah, baik limbah dalam bentuk padat maupun cair tetap harus memperhatikan prinsip ekologi yang dikenal dengan 4R, yaitu reduce (Mengurangi), reuse (Menggunakan kembali), recycle (Mendaur ulang), dan replace (Mengganti).

Berdasarkan pembahasan diatas, Kita sebagai manusia yang telah dibekali akal dan pikiran oleh Allah SWT seharusnya bisa mengelola dan melestarikan lingkungan dengan baik bukan sebaliknya.

Dalam Al-quran QS. Ar-Rum Ayat 41 dijelaskan bahwasanya kerusakan yang terjadi di muka bumi ini tidak lain karena perbuatan tangan manusia yang akibatnya akan kembali lagi kepada manusia itu sendiri.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Atika Nurrohmah