Eksistensi Guyon Waton Menemani Keseharian Sobat “Cidro”


Eksistensi Guyon Waton Menemani Keseharian Sobat “Cidro” 1

Musik dan gaya hidup merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Bagaimana tidak, musik adalah salah satu bagian dari gaya hidup masyarakat. Musik mampu menjadi perhatian hampir seluruh masyarakat di seluruh kalangan. Dimulai dari balita hingga lansia saya rasa semua menyukai musik. Biasanya balita akan dikenali dengan lagu-lagu anak dengan lirik yang sederhana sedangkan para lansia akan cenderung menyukai aliran musik yang hits ketika mereka masih muda. Hal ini berbeda lagi dengan anak muda. Mereka biasanya menyukai musik yang tidak lagi lagu anak-anak namun tidak juga sama dengan selera musik para lansia.

Oleh karena itu, musik yang dinikmati masyarakat tidak sama dari satu orang dengan orang yang lainnya. Beragamnya variasi pilihan aliran musik dimulai dari pop, RnB, rock, jazz, reggae, dan lainnya menjadikan masyarakat dapat dengan bebas memilih aliran musik dan lagu seperti apa yang mereka suka. Musik yang dikemas menjadi sebuah lagu adalah perpaduan yang lengkap karena dengan adanya keduanya maka akan dapat lebih asyik untuk dinikmati. Keterlekatan masyarakat dengan musik menyebabkan eksistensi dari musik terus bertahan hingga saat ini.

Membicarakan mengenai musik, tidak bisa dilepaskan dengan tren. Tren merupakan produk atas kesamaan selera masyarakat tertentu dan dalam hal ini juga berlaku untuk musik. Saat ini musik yang sedang tren adalah yang bernafaskan lirik bahasa daerah. Hal ini nyatanya tak kalah mampu dengan lagu-lagu barat yang selama ini menghiasi putaran tangga lagu. Sebut saja salah satunya grup musik bernama Guyon Waton. Grup musik ini hadir menyajikan lagu-lagu berbahasa Jawa dengan aliran musiknya yang khas yakni dangdut jawa.

Guyon Waton sendiri merupakan dua kata yang berasal dari bahasa jawa yakni “Guyon” berarti bercanda dan “Waton” berarti asal-asalan. Meskipun Guyon Waton jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia berarti bercanda asal-asalan, namun karya yang mereka hasilkan tidak asal-asalan dan kini mampu menggait hati para penikmatnya. Menurut saya, bahkan grup musik ini mampu menyajikan lagu-lagu yang merakyat dan lekat dengan keseharian masyarakat. Oleh karena itu maka tak heran jika grup musik ini memiliki banyak penggemar dan saya adalah salah satunya.      

Lagu-lagu yang dipadukan dengan beberapa alat musik seperti gitar dan ketipung menjadikan sangat syahdu untuk didengar sekaligus untuk joget. Lagu dangdut jawa bernafas patah hati dengan lirik Bahasa Jawa menjadikan ciri khas yang tersemat untuk grup musik satu ini. Jikalau saya boleh memberi istilah, maka Guyon Waton ini cocok untuk menjadi sahabat kaum “cidro”. Cidro sendiri adalah kata dalam Bahasa Jawa yang bisa diartikan sebagai kata sifat yakni berarti “patah hati”. Lagu-lagu Guyon Waton yang menjadi favorit saya diantaranya adalah yang berjudul “Ora Masalah” dan “Perlahan” karena sedikit menggambarkan pengalaman pribadi, eh ups engga gitu ding hehe.

Guyon Waton dan dengan segala ciri khas yang melekat di dalam benak mereka membuat musik beraliran bahasa daerah mampu menarik atensi dari masyarakat. Lagu-lagu yang mereka hasilkan mampu membuat kita menjadi bergoyang sekaligus merasakan sama dengan lirik yang dinyanyikan. Tidak hanya itu, karya-karya lagunya mampu membuat masyarakat mengakui eksistensi mereka di ranah seni musik tanah air. Adapun bagi kalian yang ingin belajar bahasa jawa dengan mudah, mungkin salah satunya bisa dengan cara mendengarkan lagu-lagu dari Guyon Waton ini.

Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Nourma Dewi Fatmawati

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap