Fakta dan Biodata Erika Sawajiri dari Model Cilik Hingga Bintang Film Populer

Vira Annindya

Erika Sawajiri

Sosok sudah lama menjadi magnet perhatian di industri hiburan Negeri Sakura. Ia terkenal berkat kemampuan akting yang emosional serta perjalanan karier penuh dinamika. Tidak hanya berkiprah sebagai artis Jepang cantik, Erika juga membuktikan kapasitasnya sebagai penyanyi sekaligus model papan atas.

Perjalanan Erika Sawajiri tidak dibangun dalam waktu singkat. Ia menapaki dunia hiburan sejak usia sangat muda dan terus berevolusi seiring bertambahnya pengalaman. Popularitas yang ia raih merupakan hasil dari konsistensi, kerja keras serta kemampuannya membawakan karakter dengan kedalaman emosi. Kombinasi bakat tersebut menjadikannya salah satu figur paling berpengaruh di dunia entertainment Jepang.

Biografi Singkat

Erika Sawajiri lahir pada 8 April 1986. Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Latar belakang keluarganya cukup unik. Dimana sang ibu berdarah Aljazair-Perancis dan ayahnya berkebangsaan Jepang.

Sejak kecil, Erika telah hidup dalam lingkungan yang membentuk karakternya menjadi pribadi mandiri dan tangguh. Kehidupan pribadinya penuh peristiwa berat. Ayahnya meninggal dunia akibat kanker ketika Erika masih duduk di kelas 3 SMP.

Beberapa tahun kemudian, kakak laki-lakinya juga meninggal dunia karena kecelakaan mobil. Tepatnya saat Erika berada di bangku SMA. Pengalaman tersebut memberi pengaruh besar terhadap kedewasaan emosionalnya.

Ibunya sempat mengelola restoran Mediterania, tempat di mana poster Erika terpajang. Sesekali Erika membantu langsung di sana. Meski begitu, restoran tersebut kini telah tutup. Hingga kini, mereka masih tinggal di satu apartemen dengan lantai berbeda. Kakak tertuanya juga dikenal sebagai seorang aktor.

Dalam kehidupan rumah tangga, Erika pernah menikah dengan penulis media Tsuyoshi Takashiro pada Januari 2009. Pernikahan tersebut berlangsung di Kuil Meiji, Yoyogi. Hanya saja resmi berakhir dengan perceraian pada Desember 2013.

Debut Sebagai Model

Fakta dan Biodata Erika Sawajiri dari Model Cilik Hingga Bintang Film Populer

Langkah pertama Erika Sawajiri di dunia hiburan bermula dari dunia modeling. Ia sudah terjun sebagai model sejak duduk di kelas 6 sekolah dasar pada tahun 1997. Wajah segar serta aura khasnya membawanya tampil di majalah remaja populer seperti Ribon dan Nikola.

Di majalah Ribon dan Nikola, Erika mampu menyesuaikan ekspresinya dengan beragam konsep pemotretan. Misalnya, untuk tema ceria, ia menampilkan senyum terbuka dengan bahu rileks dan postur tubuh ringan. Sementara pada konsep tenang, perempuan itu memilih ekspresi kalem dengan tatapan mata lembut. Memperlihatkan kontrol emosi yang jarang dimiliki model seusianya.

Gerakan tubuhnya juga terlihat lugas dan mengalir, tanpa kesan kaku. Saat duduk, berdiri, atau memiringkan kepala, semuanya berlangsung seimbang. Hal itulah yang membuat setiap hasil foto tampak hidup dan tidak monoton. Setelah lulus sekolah dasar, Erika mengikuti audisi dan resmi bergabung dengan agensi besar Stardust Promotion. Keputusan ini menjadi titik awal karier profesionalnya sebagai artis serba bisa di Jepang.

Bintang Film Populer

Fakta dan Biodata Erika Sawajiri dari Model Cilik Hingga Bintang Film Populer

Erika semakin tenar pasca terpilih sebagai Fuji TV Visual Queen pada tahun 2002. Setahun kemudian, ia memulai debut drama televisinya melalui serial Hotman (TBS, 2003). Kemampuannya di layar kaca membuka jalan menuju dunia film.

Debut layar lebarnya dimulai lewat film Mondai no nai Watashitachi (2004). Namun, titik balik kariernya datang melalui film Pacchigi! (2005). Perannya sebagai Lee Kyung-ja menuai banyak pujian. Bahkan mampu mengantarkannya meraih berbagai penghargaan sebagai aktris pendatang baru terbaik.

Lee Kyung-ja digambarkan sebagai sosok perempuan muda dengan kepribadian kompleks. Keras di luar, namun menyimpan luka emosional yang dalam. Erika berhasil mengekspresikan konflik batin tersebut melalui perubahan ekspresi halus namun tajam. Tatapan matanya sering kali berbicara lebih kuat daripada dialog. Mulai dari memancarkan kemarahan, kesedihan, sekaligus kerinduan yang terpendam.

Bahasa tubuhnya pun begitu. Erika menggunakan gestur sederhana. Termasuk cara berdiri yang tegang, bahu kaku, atau tangan menggenggam kuat. Semua gerakan ini menunjukkan tekanan emosional sesuai karakternya. Semua berlangsung tanpa gerakan berlebihan, namun cukup kuat untuk meninggalkan kesan mendalam pada penonton.

Popularitasnya kian meroket saat menjadi pemeran utama dalam drama legendaris 1 Litre of Tears (2005). Momen paling menyayat hati terlihat saat karakternya, Aya Ikeuchi, mulai kehilangan fungsi motorik tangannya. Adegan ia memaksakan diri menulis buku harian dengan huruf yang berantakan bukan sekadar akting sedih biasa.

Erika menunjukkan frustrasi mendalam melalui gemetar tangan dan tatapan mata penuh perjuangan. Penonton tidak hanya melihat seseorang yang sakit. Lebih dari itu, penonton merasakan suara Aya yang berteriak lewat goresan pena tersebut. Dramanya pun mendunia berkat kisah emosional dan diadaptasi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Pada 2006, Erika kembali mencuri perhatian lewat drama Taiyou no Uta. Dalam serial ini, ia tidak hanya berakting tetapi juga menyanyikan lagu tema dengan nama alias Kaoru Amane. Lagu tersebut sukses besar hingga menduduki peringkat teratas tangga lagu Oricon selama dua minggu berturut-turut.

Karier di Serial Drama

Fakta dan Biodata Erika Sawajiri dari Model Cilik Hingga Bintang Film Populer

Selain aktif di layar lebar, Erika Sawajiri juga populer sebagai bintang drama televisi. Melalui berbagai judul drama dari tahun ke tahun, ia memperlihatkan kemampuan menyesuaikan diri dengan beragam genre. Berikut sejumlah project drama yang berkesan di mata penggemar.

Judul Drama Stasiun TV Tahun Tayang
NorthPoint Friends Hokkaido Cultural Broadcasting 2003
Fuyuzora ni Tsuki wa Kagayaku Fuji Television 2004
Cheers – Tengoku e no Ouenka NTV 2004
Mumei TBS 2004
A Song to the Sun TBS 2005
The Winds of God TV Asahi 2005
Tenshi no Hashigo Fuji Television 2006
First Class Fuji Television 2014

 

Berkat segala usahanya, Erika Sawajiri cukup diakui sebagai artis Jepang dengan prestasi gemilang. Ia kerap mendapat penghargaan, termasuk Élan d’or Award dan Golden Arrow Award sebagai aktris pendatang baru terbaik. Penghargaan tersebut memperkuat posisinya sebagai salah satu berbakat Jepang di era 2000-an.

Sayangnya, kehidupan sang artis cukup tertutup. Instagram miliknya pun hampir tidak pernah memposting apapun. Erika Sawajiri sebelumnya sempat hiatus untuk beberapa tahun pasca terseret kasus hukum terkait kepemilikan obat terlarang. Diketahui saat ini ia telah kembali menjalani kehidupan normal bahkan memulai project-nya A Streetcar Named Desire (2024). Meskipun sempat melewati badai karier, kembalinya Erika ke panggung teater membuktikan bahwa pesonanya tetap tak tergantikan di mata publik Jepang.

Baca Juga

Rekomendasi