Esensi Kesederhanaan yang Terlupakan

Esensi Kesederhanaan yang Terlupakan 1

Menyusuri keindahan yang terpajang dari layar seringkali membuat kita merasakan kekecewaan karena tidak sesuai dengan realita. Jejak yang tertinggal dalam dunia maya seringkali menarik perhatian masyarakat dengan dijadikan sebagai pembahasan di dalam kehidupan sehari. Pola kebiasaan ini begitu mengkhawatirkan karena dapat menghancurkan pola kehidupan masyarakat di masa yang akan datang. 

Membagikan momen tertentu sudah dijadikan kebiasaan dari kemajuan yang dirasakan. Semua orang telah berlomba-lomba untuk mempercantik paras demi angka pengikut, iklan pun datang menjenguk diri mereka. Dengan jempol kita bisa mendapatkan tujuan hidup, yakni menguasai dunia dalam genggaman. Memiliki materi yang berlebih dapat membeli mimpi dan harapan seseorang, seperti giveaway. Menjaga harga diri pun tidak berlaku dimasa kini karena “mempertahankan harga diri tidak bisa memberikan sesuap nasi.”

Kemajuan saat ini memunculkan beberapa orang yang dapat memberikan pengaruh, atau disebut juga influencer. Mereka menganggap diri mereka sebagai penyelamat moral manusia demi hidup yang lebih bermartabat. Namun begitu banyak omong kosong yang mereka katakan dengan mengatasnamakan masyarakat dan kepercayaan. Sebenarnya mereka ini hanyalah individu atau kelompok yang memiliki jumlah pengikut banyak dan tidak memiliki kelebihan apa-apa, kebetulan mereka memahami ekosistem di media sosial. 

Komponen yang terbentuk dari ekosistem di media sosial membawa perubahan dalam prinsip kehidupan ini sehingga manusia dapat menuhankan sesama manusia dari media sosial. Secara tidak sadar kita hanyalah target pemasaran dari isi yang mereka berikan. Secara perlahan, akibat dari hal ini membawa kehancuran bagi dunia.

Kita pun meyakini segala sesuatu yang dibaluti dengan materi tentu membawa ke arah yang negatif, sama seperti halnya dengan agama. Masyarakat masa kini begitu mudahnya tertipu dengan segala isi yang mengandung materi sehingga strata sosial di media sosial itu benar-benar menakutkan. Tentunya masyarakat masa kini akan menjadi pribadi yang materialisme dan memiliki mental pengemis. 

Tingginya ombak dunia maya seringkali dirasakan begitu sulit untuk ditaklukan karena adanya persaingan. Kesulitan usaha untuk mempertahankan prinsip dan idealisme di dalam media sosial karena mereka ingin mendapatkan popularitas. Kita bisa temukan begitu banyak orang yang diundang dalam program televisi karena tingkah laku mereka yang aneh. Kebodohan mereka membawa kemakmuran bagi hidup mereka. Menyedihkan sekali melihat kebodohan dianggap prestasi oleh masyarakat. 

Segala hal yang berbau materi pun pasti akan ramai pengunjungnya sebab bangsa ini tidak menyukai hal yang berbau edukatif. Kita terlalu lama terdiam dalam keramaian di media sosial karena kurangnya keberanian dalam mengkritik, mau sampai kapan kita harus menikmati kebodohan seseorang? 

Racun dunia maya mempengaruhi kita dalam menerapkan gaya hidup di tengah masyarakat. Keluguan masyarakat dimanfaatkan demi peruntungan pribadi sehingga mereka akan melakukan apa saja demi menarik perhatian masyarakat, seperti: pamer harta dengan berbalut kebaikan. Masa kini penuh dengan hal-hal yang berbau dengan pamer demi menunjukkan eksistensi di dunia maya. 

Penemuan hal seperti ini seringkali mengundang penyampaian positif karena mereka seringkali memberikan sepeser dari harta mereka kepada masyarakat. Namun hal ini dapat dijadikan tolak ukur masyarakat kepada seseorang sehingga terdapat tuntutan yang sesuai dengan penilaian yang mereka inginkan. Terkadang anak kecil pun jadi korban dari materialisme tersebut sehingga orang tua mereka dituntut untuk memenuhi keinginan mereka. Sungguh menyedihkan sekali melihat hal seperti itu.

Perputaran siklus pembicaraan dalam kehidupan sehari-hari sudah menutup kesempatan bagi mereka yang ingin berbeda. Pola konsumerisme pada bangsa ini begitu menyedihkan sekali karena efek samping dari para materialisme yang menerapkan hedonisme di media sosial. Terkadang kita pun sulit untuk mengungkapkan amarah dan kekecewaan karena segala upaya dan opini kita tidak akan didengarkan. Segala kemungkinan yang terjadi akan mendukung kehancuran bagi bangsa ini. 

Kesederhanaan dinilai sudah kehilangan esensinya pada masa kini. Memandangi masyarakat masa kini menilai seseorang dari gaya hidup dan materi sehingga menutup kesempatan untuk berkembang melalui kecerdasannya. Menerapkan prinsip sederhana membawa pandangan sebelah mata bagi mereka yang tidak memahami esensi dari kesederhanaan. Rasanya komponen ini sudah punah dari kehidupan bangsa ini sehingga dunia pun menerapkan sistem baru sebagai pandangan hidup. 

Perbedaan yang dirasa akan mengubah paradigma masyarakat demi kemajuan negeri ini. Hedonisme perlahan dianggap sebagai penyakit masyarakat sehingga efeknya tidak pandang bulu. Menerapkan kesederhanaan merupakan jalan yang terbaik untuk bertahan hidup di dunia ini. Kita tidak perlu memuaskan segala keinginan kita secara berlebihan karena sesuatu yang berlebihan adalah hal yang tidak baik. 

Mengutamakan kesederhanaan dapat membuka akal kita untuk memperkaya edukasi dan pendidikan demi kemajuan dalam diri. Tentunya bangsa ini kekurangan orang yang lebih mengutamakan edukasi daripada materi demi membuka kesempatan bagi dirinya. Kesalahan yang sering dilakukan adalah meyakini segala omongan mereka yang sudah kaya dari lahir untuk memuaskan keinginannya. 

Kita pun harus bisa menerapkan kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari karena ketidaksesuaian yang terjadi begitu bergelora. Segala upaya kita tidak akan terjadi apabila tujuan hidup kita sama seperti mereka yang memiliki materi berlebihan. Orang tua kita mengajarkan untuk berbuat baik tidak perlu ditunjukkan ke semua orang. Mengejar materi itu diperbolehkan asalkan saling berbagi kepada orang lain.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Ivano