Evolusi Paus dari Darat ke Laut


Evolusi Paus dari Darat ke Laut 1

Paus merupakan hewan terbesar yang pernah hidup dan juga berkerabat dekat dengan kuda nil.

Paus terpanjang yang pernah diukur oleh ilmuwan memiliki panjang 33,5 meter. Tapi sebagian besar panjangnya antara 21 sampai 27 meter. Artinya, paus yang berukuran 21 sampai 27 meterĀ  lebih panjang dibanding 2 bus sekolah yang mampu menampung 40 orang. Jika dibandingkan dengan manusia, perlu 15 orang dewasa (1,8 meter) untuk menyamai panjang dari makhluk raksasa ini.

Selain itu, paus juga memiliki berat 100 sampai 150 ton. Sebagai perbandingan, gajah Afrika yang merupakan hewan terbesar di darat memiliki berat 7 ton. Perlu 14 sampai 21 gajah Afrika untuk menyamai berat paus.

Tapi tahukah kamu, paus yang ada saat ini sebenarnya keturunan dari mamalia berkaki empat dan berkuku genap (seperti sapi, jerapah, babi, rusa, dan kuda nil) yang hidup di darat sekitar 50 juta tahun lalu.

Indohyus, mamalia seukuran rubah yang mirip seperti rusa kecil yang diketahui sebagai salah satu cetacea pertama (ordo hewan laut yang mencakup lumba-lumba dan paus). Fosil Indohyus yang berusia sekitar 48 juta tahun ditemukan di wilayah Kashmir, India.

Evolusi Paus dari Darat ke Laut 3
Ilustrasi Indohyus

Dari bagian luarnya, jelas bahwa paus dan Indohyus tidak memiliki kesamaan, namun para peneliti melaporkan kesamaan antara Indohyus dan paus yang terletak di tengkoraknya — terutama di bagian telinga, yang dikelilingi dinding tulang — ciri seperti ini hanya terlihat pada paus dan tidak ditemukan pada mamalia lainnya. Seringkali, ciri-ciri yang tampaknya kecil memberikan bukti penting untuk menghubungkan hewan dengan kerabatnya.

Para peneliti juga menyelidiki bagaimana cara Indohyus hidup, dan mendapatkan beberapa hasil yang mengejutkan. Tulang kerangka Indohyus memiliki lapisan luar yang tebal, jauh lebih tebal dibandingkan dengan mamalia lain yang seukuran dengannya. Ciri ini hanya sering terlihat pada mamalia yang menghabiskan waktunya di dalam air seperti kuda nil.

Selain itu, komposisi kimiawi pada gigi Indohyus menunjukkan rasio isotop oksigen yang mirip dengan hewan air. Semua bukti ini menyiratkan bahwa Indohyus menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam air.

Indohyus adalah hewan pemakan tumbuhan dan memiliki kebiasaan hidup di air. Meskipun agak aneh membayangkan rusa kecil yang hidup di air, namun ada teori yang berhubungan dengan gaya hidup Indohyus yang unik ini, yaitu “hewan-hewan berkuku hidup di darat lebih suka memakan tanaman yang ada di tepi air karena memiliki keuntungan seperti memungkinkan mereka dengan mudah bersembunyi di dasar air dangkal agar terhindar dari bahaya.”

Cara hidup seperti itulah yang mungkin membuat hewan keturunannya menghabiskan banyak waktu di air dan lama kelamaan tubuhnya beradaptasi untuk berenang.

Kemudian ada Pakicetus, yang juga merupakan salah satu nenek moyang dari cetacea pertama (ordo hewan laut yang mencakup paus, lumba-lumba dan pesut). Sama seperti Indohyus, Pakicetus juga hidup di darat. Pakicetus adalah hewan berkaki empat yang seukuran dengan kambing atau anjing besar. Pakicetus juga hidup sekitar 50 juta tahun yang lalu.

Evolusi Paus dari Darat ke Laut 4
Ilustrasi Pakicetus

Pakicetus hidup di darat seperti di tepi danau dan tepi sungai di tempat yang sekarang disebut Pakistan dan India. Pakicetus merupakan hewan karnivora, biasanya memakan hewan kecil dan ikan air tawar. Pakicetus lebih sering menghabiskan waktunya di darat dibanding di air.

Lebih jauh lagi, sekitar 40 hingga 33 juta tahun yang lalu, hiduplah Dorudon yang juga termasuk leluhur dari ikan paus modern. Berbeda dengan Indohyus dan Pakicetus, Dorudon sudah sepenuhnya beradaptasi dengan kehidupan di air. Dorudon sudah memiliki sirip dan ekor (duyung) untuk berenang juga mereka melahirkan di dalam air.

Evolusi Paus dari Darat ke Laut 5
Perhatikan tulang kecil yang ada dibawah ekornya

Bahkan, Dorudon masih memiliki kaki kecil dibawah ekornya yang menandakan leluhur mereka sebelumnya pernah hidup di darat. Dorudon juga mulai mengembangkan cara makan baru, yaitu sistem penyaring makanan di mulutnya atau biasa disebut dengan balin. Balin terbuat dari keratin, yang juga merupakan komponen di kuku dan rambut manusia. Yang termasuk paus balin adalah paus bungkuk dan paus biru.

Awalnya, Dorudon dengan balin ini hanya memiliki panjang 18 kaki atau sekitar 5 meter yang membuatnya menjadi sasaran empuk bagi predator seperti hiu raksasa.

Tapi itu tidak lama, sekitar 3 juta tahun setelah Dorudon mengembangkan cara makan yang baru, terjadilah zaman es yang memberikan keuntungan bagi Dorudon. Suhu dan arus laut bergeser memicu kawanan plankton yang terkonsentrasi dan krill yang mencari plankton. Akhirnya, Dorudon makan sepuasnya hingga mereka tumbuh menjadi lebih besar.

Evolusi dari Indohyus atau Pakicetus hingga Dorudon membutuhkan waktu 10 juta tahun lebih. Kedengarannya lama sekali, tetapi dalam istilah evolusi, itu sangat cepat. Paus biru modern 10.000 kali lebih besar dibanding Pakicetus yang membuatnya menjadi hewan terbesar di bumi.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Fathurrahman Al-Rasyid

   

Memikirkan kamu saja sudah berat, apalagi memikirkan hidup #bukanmain *lah kok jadi iklan rokok?

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap