Fakta Menarik Edelweiss, dan Mengapa Disebut Bunga Abadi

Fakta Menarik Edelweiss, dan Mengapa Disebut Bunga Abadi 1

Ada hal menarik untuk membahas bunga yang satu ini bernama Bunga edelweiss. Bunga Edelweiss ini sering ditemukan di daerah pegunungan atau di gunung, dan sering dikenak dengan bunga abadi.

Bunga Edelweiss kedengarannya asing dan jarang kita lihat ya, namun ini menjadi sangat dikenal dikalangan para pecinta wisata alam terutama yang sering berwisata didaerah gunung.

Bunga ini bisa ditemukan didaerag gunung seperti gunung terkenal di Jawa Barat papandayan, gunung Rinjani, gunung Semeru di Jawa Timur, kemudian gunung merbabu yang ada di Jawa tengah.

Lalu sebenarnya bunga Edelweiss ini sebenarnya memiliki hal ketertarikan apa saja hingga bisa populer, dan kenapa bisa banyak yang penasaran untuk kepengen melihatnya, Yuk kita bahas berikut fakta menarik atau hal menarik dari Bunga Edelweiss.

Bunga Edelweiss ini memiliki karateristik tersendiri, sehingga membedakannya dengan bunga lainnya.

Fakta Menarik Edelweiss, dan Mengapa Disebut Bunga Abadi 3

Seperti halnya bungan ini dilihat dari fisiknya atau dari tampilan luarnya, bunga ini berbeda dengan warna khas kuning agak keputihan yang menjadi ciri khas bunga ini.

Kemudian apalagi fakta dan ciri khas bunga Edelweiss ini.

1. Kebanyakan ditemukan didataran tinggi atau pegunungan

Fakta menarik dari Bunga Edelweiss ini adalah hanya bisa hidup didaerah pegunungan atau dataran tinggi, makanya jarang kita temukan bunga Edeleweiss yang ada di dataran rendah atau diperkotaan ya.

Namun juga jarang ada bungan dengan jenis lain yang bisa hidup didaerah pegunungan selain bunga Edelweiss, jadi ada kebalikannya ya. Ini termasuk fakta menarik dari Edelweiss dimana ini termasuk ke dalam tanaman atau bunga liar yang hanya ditemukan di daaerah pegunungan atau dataran tinggi.

Namun hal menarik dimana bunga Edelweiss hanya bisa hidup secara bersimbiosis dengan tumbuhan lain untuk mendapatkan suppy air dan juga vitamin tumbuh-tumbuhan untuk melangsungkan kehidupannya.

2. Bersimbiosis

Nah seperti kita bahas diatas, dimana Edelweiss ini hanya bisa hidup dengan bantuan tumbuhan lain yang berinteraksi untuk membentuk simbiosis atau hubungan yang saling mengait satu sama lain sehingga menguntungkan salah satu atau keduanya.

Dalam hal ini kebanyakan Edelweiss bisa hidup dengan bantuan tumbuh-tumbuhan berjenis spora atau jamur-jamur dan Mioriza yang merupakan sejenis tumbuhan jamur yang berkembang biak di tanah vulkanik dan secara langsung memang tumbuhan ini memperlancar pertumbuhan dari akar Edelweiss ini, dimana akar Edelweiss ini tumbuh melalui permukaan tanah.

3. Ditemukan oleh orang Jerman

Nah untuk asal muasal sendiri, Bunga Edelweiss ini sebenarnya ditemukan oleh orang berkebangsaan Jerman bernama Carl Reinwardt tahun 1819 di lereng Gunung Gede dan ia ikenal sbagai seorang yang gemar mecintai tumbuh-tumbuhan dan alam.

Kemudian nama dari Edelweiss sendiri diambil dari bahasa Jerman yang berarti putih atau mulia dan nama itu merupakan nama yang diambil dengan mengadopsi penemunya yang berasal dari Jerman.

4. Bunga Abadi

Bunga ini disebut dengan bunga abadi karena masa hidupnya bisa bertahan lama karena hormon yang ada bernama hormon etilen dan uniknya bungan ini tidak bisa gugur dalam beberapa tahun. Dan karena adanya kandungan hormon yang ada di bunga ini dapat bertahan awet bahkan dalam berbagai cuaca.

Selain keunikan diatas, bahwa karena populasinya yang makin hari makin berpotensi punah, maka bunga ini diabadikan dalam sebuah gambar di dalam perangko Kantor Pos Indonesia sejak tahun 2003.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.