Fakta Menarik Edelweiss, dan Mengapa Disebut Bunga Abadi

Fakta Menarik Edelweiss, dan Mengapa Disebut Bunga Abadi

Ada hal menarik untuk membahas yang satu ini bernama . ini sering ditemukan di daerah pegunungan atau di gunung, dan sering dikenak dengan abadi.

  kedengarannya asing dan jarang kita lihat ya, namun ini menjadi sangat dikenal dikalangan para pecinta wisata alam terutama yang sering berwisata didaerah gunung.

ini bisa ditemukan didaerag gunung seperti gunung terkenal di Jawa Barat papandayan, gunung Rinjani, gunung Semeru di Jawa Timur, kemudian gunung merbabu yang ada di Jawa tengah.

Lalu sebenarnya ini sebenarnya memiliki hal ketertarikan apa saja hingga bisa populer, dan kenapa bisa banyak yang penasaran untuk kepengen melihatnya, Yuk kita bahas berikut fakta menarik atau hal menarik dari .

ini memiliki karateristik tersendiri, sehingga membedakannya dengan lainnya.

Baca juga  Gelagah Tanaman Perintis Lahan Kritis
Fakta Menarik Edelweiss, dan Mengapa Disebut Bunga Abadi

Seperti halnya bungan ini dilihat dari fisiknya atau dari tampilan luarnya, bunga ini berbeda dengan warna khas kuning agak keputihan yang menjadi ciri khas bunga ini.

Kemudian apalagi fakta dan ciri khas bunga ini.

1. Kebanyakan ditemukan didataran tinggi atau pegunungan

Fakta menarik dari Bunga ini adalah hanya bisa hidup didaerah pegunungan atau dataran tinggi, makanya jarang kita temukan bunga Edeleweiss yang ada di dataran rendah atau diperkotaan ya.

Namun juga jarang ada bungan dengan jenis lain yang bisa hidup didaerah pegunungan selain bunga , jadi ada kebalikannya ya. Ini termasuk fakta menarik dari dimana ini termasuk ke dalam atau bunga liar yang hanya ditemukan di daaerah pegunungan atau dataran tinggi.

Namun hal menarik dimana bunga Edelweiss hanya bisa hidup secara bersimbiosis dengan lain untuk mendapatkan suppy air dan juga vitamin tumbuh- untuk melangsungkan kehidupannya.

Baca juga  6 Manfaat Kunyit Untuk Kesehatan Dan Merawat Kecantikan Serta Cara Pengolahannya

2. Bersimbiosis

Nah seperti kita bahas diatas, dimana Edelweiss ini hanya bisa hidup dengan bantuan lain yang berinteraksi untuk membentuk simbiosis atau hubungan yang saling mengait satu sama lain sehingga menguntungkan salah satu atau keduanya.

Dalam hal ini kebanyakan Edelweiss bisa hidup dengan bantuan tumbuh- berjenis spora atau jamur-jamur dan Mioriza yang merupakan sejenis jamur yang berkembang biak di tanah vulkanik dan secara langsung memang ini memperlancar pertumbuhan dari akar Edelweiss ini, dimana akar Edelweiss ini tumbuh melalui permukaan tanah.

3. Ditemukan oleh orang Jerman

Nah untuk asal muasal sendiri, Bunga Edelweiss ini sebenarnya ditemukan oleh orang berkebangsaan Jerman bernama Carl Reinwardt tahun 1819 di lereng Gunung Gede dan ia ikenal sbagai seorang yang gemar mecintai tumbuh- dan alam.

Baca juga  Si Tanaman Ajaib Penambang Nikel!

Kemudian nama dari Edelweiss sendiri diambil dari bahasa Jerman yang berarti putih atau mulia dan nama itu merupakan nama yang diambil dengan mengadopsi penemunya yang berasal dari Jerman.

4. Bunga Abadi

Bunga ini disebut dengan bunga abadi karena masa hidupnya bisa bertahan lama karena hormon yang ada bernama hormon etilen dan uniknya bungan ini tidak bisa gugur dalam beberapa tahun. Dan karena adanya kandungan hormon yang ada di bunga ini dapat bertahan awet bahkan dalam berbagai cuaca.

Selain keunikan diatas, bahwa karena populasinya yang makin hari makin berpotensi punah, maka bunga ini diabadikan dalam sebuah gambar di dalam perangko Kantor Pos Indonesia sejak tahun 2003.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Chandra Kusuma