Fakta Seputar Trofi Piala UEFA Liga Champions

Fakta Seputar Trofi Piala UEFA Liga Champions 1

Tahun 2020-2021 pagelaran piala antar klub eropa telah usai. Final yang mempertemukan dua klub asal liga premier yaitu Chelsea dan Manchester City membuahkan hasil di luar dugaan. Manchester City yang diatas kertas diunggulkan berhasil keok oleh Chelsea berkat gol semata wayang Kai Havertz.

Putaran final sudah usai, namun beberapa fakta seputa liga Champions masih menarik untuk disajikan. Fakta yang disajikan berikut ini berkaitan dengan piala paling ingin diraih klub eropa.

Piala Liga Champions di stadion Stanford Bridge
Piala Liga Champions di stadion Stanford Bridge
  • Bentuk piala/ trofi yang memiliki handel pegangan melingkar setengah lingkaran di setiap sisinya membuat piala tersebut dijuluki “The Big Ear” karena pegangan piala yang selintas menyerupai daun terlinga dan juga berukuran besar.
Fakta Seputar Trofi Piala UEFA Liga Champions 3
  • Pembuatan piala dilakukan oleh seniman di Swiss dengan biaya 10.000 franc Swiss yaitu sekitar £ 8.000 dalam waktu pengerjaan 340 jam. Trofi ini memiliki tinggi 73,5 cm dan berat 7,5 kg dan terbuat dari perak yang dirancang oleh seorang pengrajin perhiasan bernama jürg stadelmann yang juga seorang warga negara swiss.
  • Pemberian trofi dengan desain “The Big Ear’ diberikan sejak musim 1967. Setiap tim yang memenangkan Liga Champions tiga tahun berturut-turut atau lima kali kemenangan berhak untuk mempertahankan penuh replika ukuran trofi (UEFA mempertahankan yang asli setiap saat). Enam klub telah mendapatkan kehormatan ini: Real Madrid, Ajax, Bayern Munich, Milan, Liverpool dan Barcelona.
  • Untuk sekarang trofi yang diberikan adalah piala replika. Tercatat hanya ada 5 klub yang memegang piala asli  (dengan desain baru) dan kelima klub itu adalah : Real Madrid, Bayern Muenchen, Ajax Amsterdam, AC milan dan Liverpool FC, sementara klub lainnya hanya memperoleh replikanya saja dengan nama mereka terukir pada pialanya.
  • Pengukiran nama klub di piala replika dilakukan secara langsung sebelum tofin tersebut diberikan. Pengukir nama harus menunggu laga benar-benar berakhir walaupun sebuah tim sudah unggul atau hampir pasti memenangkan pertandingan.
  • Aturan mengenai trofi ini masih diatur oleh otoritas UEFA walaupun trofi sudah diberikan ke klub pemenanga. Salah satu aturannya yaitu tidak memperbolehkan klub membawa trofi keluar wilayah negara klub pemenang tanpa surat izin dari UEFA. Aturan lainnya juga mengatur penggunaan trofi sebagai objek iklan/ sponsor/ klaim perseorangan.
  • Pada tahun 2019 trofi liga Champions sempat menyambangi 3 kota di Indonesia yaitu Jakarta pada 11-12 Maret, Surabaya pada 13-14 Maret, dan Denpasar pada 16-17 Maret 2019. Legenda Barcelona, Carles Puyol bersama legenda Juventus Alesandro Del Piero bersama-sama mempromosikan dan memamerkan trofi liga Champions. 
Fakta Seputar Trofi Piala UEFA Liga Champions 4
  • Pemberian trofi dilakukan setelah penyematan medali emas untuk setiap pemain klub yang juara dan medali perak untuk setiap pemain klub runer up. Sebanyak total 40 medali emas dan 40 medali perak diberikan dalam setiap final.
  • Podium yang digunakan dalam pemberian piala disiapkan sesuai akomodasi stadion tempat final dilaksanakan. Beberapa Stadion mengakomodir untuk perayaan di tribun seperti Wembley, San Siro, dan Olympico. Namun apabila tribun tidak memungkinkan dijadikan tempat perayaan, podium akan dibuat di bagian lapangan. Pembuatan podium akan langsung dilakukan setelah peluat panjang dibunyikan oleh wasit. Panitia penyelenggara sudah mempersiapkan sedemikian rupa agar podium bisa cepat dibuat dan aman digunakan sebagai tempat perayaan pemain.
  • Setiap replika trofi biasanya akan dipamerkan klub juara sebagai bentuk apresiasi pemain dan kebanggaan klub. Keberadaan trofi “si Kuping Besar” cukup menaikkan pengunjung tous stadion. 

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Fernanda R.