Fakta yang Disembunyikan di Industri JAV di Jepang

Fakta yang Disembunyikan di Industri JAV di Jepang 1

Siapa yang masih mikir kalau video-video JAV itu beneran. Kayak misalnya bisa bertahan lama, atau teriaknya beneran keenakan, atau yang lainnya. Kalian kalau masih mikir kayak gitu kayaknya mainnya beneran kurang jauh deh. Coba ya, nih, ogut kasih tahu fakta yang disembunyikan di industri JAV, atau mungkin juga di industri porno lainnya.

Kata Siapa Beneran Bisa “Lama”?

Siapa yang masih percaya kalau bintang JAV yang cowok-cowok itu beneran bisa bertahan lama nggak keluar-keluar bahkan ketika lebih dari satu jam? Kalian berhasil dibohongi berarti. Pertama, persoalan bisa lama itu bukan karena stamina, karena teknik dalam pembuatannya. Jadi ada cut dan action. Nggak ada yang long take. Pun kalau kelihatannya kayak long take, itu karena ada invisible cut. Jadi kelihatannya kayak long take. Mereka tetep capek dan ngecrot dulu juga. Nggak selama itu. Jadi kalau nonton bokep, jangan gampang minder.

Wajib Sensor

Kalau di Jepang emang udah jadi aturan mereka untuk selalu menyensor tapi hanya pada bagian kelamin saja. Sementara pada bagian lain nggak di sensor. Katanya, kenapa kelaminnya aja yang disensor agar menghormati nilai-nilai moral dari leluhur mereka. Masih belum masuk logika ogut nih alasan itu sebenarnya. Tapi tiap bangsa kan punya nilai moralnya masing-masing yak. Jadi nggak bisa disamain. Dan kalau kalian dapet yang no sensor, itu ilegal lho. Kalau ada perusahaan yang bikin no sensor, hukumannya berat!

Beneran Keenakan?

Apa iya artis-artis JAV itu beneran keenakan dan teriaknya ampek yang bikin kita merinding gitu? Jawabannya ya enggak lah. Mereka itu cuma akting. Prinsip di JAV itu sama kayak film. Mereka itu juga akting. Mereka akting keenakan, akting teriak, bahkan akting orgasme. Kenapa? Biar laris donk videonya. Kan orang seneng lihat yang begitu-begitu.

Ada Sutradaranya

Ini sudah jelas harusnya kalian tahu. Namanya juga film ya, pasti ada sutradaranya. Jadi semua adegan yang ada di film JAV itu diarahkan oleh seorang sutradara. Bukan hanya adegan ketika bukan bercinta. Tapi termasuk adegan bercinta pun juga diarahkan oleh sutradara. Jadi kalau si pemain salah, pas lagi enak mungkin akan di cut. Tapi katanya, kerennya pemain JAV atau Porno adalah sebagian dari mereka bisa mengatur kapan akan keluar dan kapan harus ditahan. Susah akting skidipapap itu bos!

Itu tadi beberapa fakta yang disembunyikan. Kalau itu dibongkar, orang jadi skeptis lah lihat JAV. Mereka malah jadi lebih mending nonton video 3gp.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

PukulTiga

   

Penulis yang kadang ngehek. Namanya juga manusia. Ogut yang penting woles dan memberi informasi yang bermanfaat.