Falling Down To Fly Higher


Falling Down To Fly Higher 1

Anda pernah nonton film animasi berjudul Rio? Film ini berkisah tentang seekor burung makaw paruh bengkok berwarna biru, yang masuk spesies sangat langka, bernama Blu. Film ini ber-setting di kota budaya negara Brasil, Rio de Janeiro. Burung yang awalnya hidup di hutan itu harus terpisah dari komunitasnya saat “diculik” oleh sekawanan anak buah kolektor spesies burung langka. Lalu sampailah Blu kecil di Amerika Serikat, tepatnya di negara bagian Minessota.

Beruntung, sebuah kecelakaan kecil menyelamatkan dirinya. Seorang kutu buku bernama Linda menemukan kotak penyanderaan Blu di jalanan. Maka kemudian, si burung makaw eksotis itu menjadi peliharaan sekaligus teman terbaik bagi Linda. Mereka berdua tumbuh besar bersama. Sifat Blu pun berubah sangat kota dan 99 persen lupa dengan asal-usulnya. Ia minum coklat marshmallow, makan chocochip cookies, membaca buku dan mendengarkan musik. Usia Blu sudah belasan tahun, dan dia tidak bisa terbang.

Falling Down To Fly Higher 3

Sampai ketika seorang ornitolog mendatangi toko buku Linda. Doktor Tulio Monteiro. Ia hendak membawa Blu ke konservasi burung di Rio de Janeiro untuk dikawinkan dengan spesies betinanya. Rupanya, Blu dan Jewel, si spesies betina tadi, merupakan individu makaw biru terakhir di dunia. Sehingga mereka harus dikawinkan demi mencegah kepunahan.

Sayangnya, Linda keberatan. Blu juga merasa enggan karena ia sudah sangat nyaman dengan kehidupannya. Akan tetapi, setelah menyadari bahwa kepentingan keberlangsungan ekosistem lebih besar, Linda bersedia terbang mendampingi Blu ke Brasil. Ia ‘mendobrak’ pintu toko bukunya dan keluar dari zona nyaman menuju tempat terjauh yang hanya dibacanya dari buku.

Saat berada di Rio, mereka harus berhadapan dengan para preman penjual burung eksotis ilegal. Blu lagi-lagi diculik. Ia dan Linda terpisah. Lalu si sepanjang cerita, kita bisa saksikan Blu dan Jewel dibantu teman baru sesama burung dari hutan, juga burung-burung jalanan kota Rio, berpetualang untuk kabur dari para penculik. Klimaksnya ialah saat Blu diuji untuk belajar terbang dalam situasi hidup-mati. Dan akhirnya, setelah sebelumnya Blu berkali-kali gagal menaklukkan ketinggian, ia berani terjun dari pesawat demi menyelamatkan nyawa Jewel.

Burung berbulu biru itu berhasil. Sayapnya mengembang dan mampu menjaga kestabilannya dalam terpaan angin laut. Rasa takutnya akan ketinggian musnah sudah, berganti kepercayaan diri yang prima bahwa ia memang bisa terbang. Persis seperti kata Rafael, si burung tukan toco saat mengajarinya terbang dari pucuk tebing, “Don’t worry, Blu. It’s in your DNA!”

Falling Down To Fly Higher 4

Itulah gambaran esensi jatuh untuk terbang (fall to fly). Dalam hidup, untuk bisa sampai pada tahap ‘terbang dengan sayap sendiri’, kita harus didorong dulu untuk mengalami ‘jatuh’. Jatuh dari zona nyaman demi melatih lengan kita yang ‘bersayap’ ini agar mau berkepak dan kemudian terbang. Kadangkala ketika kita telah nyaman dalam sebuah keadaan, kita merasa telah puas dan tak perlu meraih hal yang lebih lagi.

Jika kita hanya diam dan merasa nyaman dengan diri kita yang ‘kecil’, padahal kita memiliki ‘sayap’, maka sungguh sayang. Ibarat pejalan kaki yang memiliki kekuatan menempuh perjalanan 10 mil namun hanya melakukan perjalanan sejauh 1 mil. Dia tidak pernah tahu, dalam jarak akhir yang mungkin ditempuh, dia akan beroleh berbagai hal dan pengalaman menakjubkan yang bisa memperkaya kehidupannya. Ibarat burung kecil yang ogah belajar terbang dan memilih tidur menunggu induknya kembali dari petualangan mencari makan.

Fall to fly juga adalah istilah untuk menggambarkan keadaan seseorang yang sedang terpuruk jatuh dan kemudian berhasil melewati keterpurukannya dan mengumpulkan kekuatan baru agar bisa ‘terbang’. Menuju cakrawala yang jauh lebih tinggi. Barangkali ada waktu dalam hidup di mana kita banyak melakukan kekeliruan, dosa-dosa, atau kebodohan-kebodohan.

Lalu kebencian, cacian dari lingkungan sekitar datang mengepung menyerang kita. Harga diri kita terluka. Itulah saat kita jatuh dari ketinggian nilai diri kita. Mungkin kita juga beralih ikut membenci diri sendiri.

Falling Down To Fly Higher 5

Kita bisa memilih jatuh saja, lantas mati. Atau menganggap bahwa jatuhnya kita adalah sebuah lompatan udara yang memungkinkan kita meraih kekuatan baru lalu terbang lebih tinggi dari sebelumnya.

Manusia adalah makhluk lemah ketika dia bersalah, tapi juga bisa mulia seandainya mau menerima apapun kekurangan dirinya tanpa mencaci diri. Sembari tetap berharap bahwa Sang Pemberi Hidup akan menganugerahinya kesempatan menempuh jalan yang melahirkan manusia baru penuh daya. Manusia yang mungkin pernah jatuh, tapi mampu melatih sayap-sayapnya untuk terbang menuju ‘petualangan’ hidup yang diridai.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Athi Suqya Rohmah

   

Seeker of Cosmic Revolution IG: @khurun.ngin

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap