Fashion Membuat Lingkungan Rusak? Kok Bisa?

Fashion Membuat Lingkungan Rusak? Kok Bisa?

Gaya busana atau yang saat ini dikenal dengan istilah fashion merupakan gaya berpakaian mulai dari pelindung kepala sampai alas kaki, baik yang berfungsi sebagai pelindung ataupun hanya untuk mempercantik penampilan.

Dalam fashion terdapat istilah tren fashion yaitu gaya busana atau gaya berpakaian yang berubah-ubah dan mengikuti perkembangan zaman.

Namun ternyata dibalik “keren” nya fashion terdapat pula “jelek” nya fashion.

Tren fashion yang selalu berubah mengakibatkan industri fashion juga bergerak cepat untuk memenuhi keinginan konsumen.

Dengan tren yang selalu berganti, perusahaan berusaha untuk memproduksi dengan cepat dan dalam jumlah yang banyak, fenomena ini dikenal dengan istilah fast fashion.

Baca juga  Humanisme Radikal ala Sartre

Fenomena fast fashion ini memiliki dampak buruk pada lingkungan dan pola hidup manusia. Beberapa dampak tersebut diantaranya:

1. Pewarna tekstil yang berbahaya, dapat mencemari air dan tanah

Fast fashion cenderung menggunakan pewarna yang murah untuk menekan angka pengeluaran dan agar dapat menjual dengan harga murah.

Namun, pewarna tersebut berbahaya serta dapat mencemari air dan tanah, karena menggunakan bahan-bahan yang tidak mudah terurai dan tidak ramah lingkungan.

Baca juga  Hubungan Ekologi dengan Pandangan Islam Terhadap Pengembangan Lingkungan

2. Pengelolaan limbah tekstil masih kurang

Indonesia sendiri, pengelolaan limbah tekstil masih sangat kurang, sehigga limbah mencemari lingkungan.

Limbah tekstil yang tidak di kelola dengan baik dan bercampur dengan limbah lainnya, dapat menyebabkan pencemaran tanah bahkan udara.

Tidak jarang juga kita menjumpai aliran air seperti sungai atau kali berubah warna yang disebabkan dari limbah pewarna tekstil yang tidak dikelola dengan baik.

3. Dapat mendorong pola hidup konsumtif

Terlalu mengikuti tren fashion dapat membuat kita menjadi lebih konsumtif, karena tren fashion selalu berubah.

Baca juga  Plastik Vs Kaca : Siapa Mana Paling Berdampak Pada Lingkungan?

Terkadang barang itu bukan sesuatu yang dibutuhkan namun hanya sebuah keinginan. Membeli hanya karena lucu atau terlihat keren juga termasuk konsumtif, “ih lucu ya, beli ah” “keren nih, lagi trend juga! Beli ah” sesuatu yang nantinya tidak digunakan dan nantinya akan menjadi sampah.

4. Dampak buruk terhadap upah pekerja

Untuk menekan angka pengeluaran dan agar dapat menjual dengan harga murah selain menggunakan pewarna yang murah, upah pekerja juga terkena dampaknya.

Target yang tinggi tetapi yang diterima tidak sesuai

Untuk mengurangi dampak buruk kamu bisa coba untuk mix and macth apa yang sudah kamu punya, kamu juga bisa mengurangi membeli barang yang tidak dibutuhkan.

Yuk, peduli dengan sekitar. Mulai aja dari diri sendiri.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Tiawanda Alif