Fesyennaire Dukung Pengendalian Isu Pencemaran Laut

Fesyennaire Dukung Pengendalian Isu Pencemaran Laut 1

Enam belas mahasiswa Universitas Padjadjaran menciptakan gerakan fesyen positif sebagai wujud aksi untuk menentang keberlanjutan sisi buruk fesyen: merusak laut dan ekosistem di dalamnya.

Kamis, 7 Oktober 2021 – menjadi awal berdirinya Fesyennaire yang merupakan inisiasi dari 16 mahasiswa Universitas Padjadjaran dalam menyuarakan kepeduliannya terhadap dampak dari industri fesyen terhadap pencemaran lingkungan, terutama pada ekosistem laut. Menurut mereka, isu pencemaran laut dan pemusnahan biota yang hidup di dalamnya merupakan permasalahan serius dalam mewujudkan tujuan keberlanjutan bumi. Menurut SDGs atau tujuan berkelanjutan global, ekosistem laut menjadi poin penting dari keenam belas poin lainnya, di mana di Indonesia sendiri terdapat hampir 2,8 juta keluarga menggantungkan mata pencahariannya dari sektor industri komoditas laut.

Mereka menyadari bahwa terdapat sektor yang memiliki andil besar sebagai sumber dari pencemaran laut, yaitu industri fesyen. Menurut Salsabila Wahyu, koordinator Fesyennaire, pencemaran laut dari industri fesyen muncul dari dua sumber utama, yaitu kegiatan produsen dan konsumen yang tidak mengindahkan prinsip-prinsip berkelanjutan terhadap lingkungan. Menurutnya, produsen yang hanya berorientasi pada keuntungan akan terus menciptakan produk-produk secara massal dengan inovasi model yang cepat berganti, sehingga tak jarang, jumlah produk fesyen dapat melebihi jumlah pembeli. Perilaku konsumtif dari konsumen pun turut menjadi multiplier effect pada pencemaran laut akibat dari pembelian produk yang dilakukan secara impulsif dan hanya mengutamakan eksistensi dari sebuah tren yang sedangbooming.

Produk fesyen pun disinyalir sulit terurai karena intensitas produsen yang menggunakan bahan baku serat sintetis lebih dominan dibandingkan penggunaan dari serat alami. “Kalau ditelusuri, sebenarnya bahan sintetis pada produk fesyen jumlahnya lebih besar dibandingkan bahan baku organik pada produk fesyen di pasaran, ya karena dari segi harga dan kualitas serat sintetis memang terkadang lebih unggul daripada serat alami,” pungkas Salsa saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Fesyennaire Dukung Pengendalian Isu Pencemaran Laut 3

Isu inilah yang kemudian digagas menjadi gerakan kampanye oleh sekelompok mahasiswa ini dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan terhadap laut dan ekosistem di dalamnya. Melalui akun sosial media Instagram yang bernama @fesyennaire, Fesyennaire mengajak masyarakat, khususnya generasi muda untuk lebih peduli dan bersikap bijak dalam penggunaan produk fesyen yang dimiliki. “Harapan terbesar kami saat membentuk gerakan ini, yaitu agar

Fesyennaire dapat menjadi komunitas yang mengambil aksi nyata di masyarakat dan berdampak baik dalam menumbuhkan kesadaran mengenai dampak limbah fesyen bagi alam,” kata Salsa.

Dalam kegiatan kampanye ini,Fesyennaire dimentori oleh pendiri Satusatu Fashion Hub yaitu Sadikin Gani yang bergelut cukup lama dalam menyuarakan transformasi industri fesyen tanah air menjadi industri fesyen yang jauh lebih positif, di mana berarti dari segi lingkungan dan sosial industri, fesyen akan tetap memiliki nilai estetik dan ekonomis, namun tidak melupakan prinsip keberlanjutan untuk generasi selanjutnya. Menurutnya, membuat kehidupan yang lebih baik dengan pengetahuan yang kita miliki merupakan visi yang perlu dipegang oleh semua generasi. Mengajar dan menularkan gagasan merupakan komitmen yang beliau pegang hingga akhirnya mejadikan beliau mentor secara sukarela bagi Fesyennaire.

Sesuai dengan visi taglinenya yaitu “Be a Fesyen Visionnaire, So U Can Be a Good Billionaire”, Fesyennaire mengharapkan bahwa orientasi keuntungan dari penciptaan produk fesyen harus beriringan dengan prinsip pembangunan berkelanjuntan, sehingga tidak memperparah isu permasalahan limbah terhadap laut. Dalam mewujudkannya, Fesyennaire juga akan turut andil dalam memberikan percontohan salah satu cara untuk meminimalisir limbah tersebut, yaitu dengan teknik upcycle. Prosesnya yaitu dengan membuat produk koleksi fesyen dari pakaian-pakaian bekas tak terpakai, yang merupakan hasil pengumpulan dari masyarakat dan para pengikut aksi nyata ini. Hingga bulan Desember nanti, Fesyennaire akan terus mengkampanyekan aksi ini untuk dapat memberikan kontribusi yang jauh lebih besar dan luas.

Tentang Fesyennaire

Fesyennaire berdiri sejak 7 Oktober 2021 yang digagas oleh 16 mahasiswa Universitas Padjadjaran dari berbagai program studi sebagai hasil pembentukan kelompok mata kuliah Olah Kreativitas dan Kewirausahaan. Fesyennaire sendiri diambil dari akronim Fesyen Visionnaire and Billionaire. Kelompok Fesyennaire ini juga dibimbing oleh seorang mentor profesional dari Satusatu.id, yaitu Sadikin Gani, S.Sos. Satusatu.id sendiri merupakan pusat konsultasi, sarana belajar dan berjejaring para pelaku bisnis fesyen di Indonesia yang mempunyai misi membantu wirausahawan fashion dalam mengembangkan jenama/brand melalui layanan konsultasi bisnis dan manajemen, pengembangan produk, kursus fashion, mentoring, dan inkubasi. Projek Fesyennaire nantinya adalah kampanye tentang permasalahan pencemaran laut akibat fesyen industri dan koleksi pakaian dari metode upcycling yang akan dilakukan pada akhir bulan November nanti.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Fesyen naire