“Fikri Aditama” Seorang Solois Dengan Lagunya Yang Ajib

“Fikri Aditama” Seorang Solois Dengan Lagunya Yang Ajib 1

Pada Tanggal 19 Maret 2021 Fikri Aditama telah merilis single terbarunya yang bertajuk “Rayakan Perpisahan”.

Fikri Aditama merupakan seorang penyanyi sekaligus penulis lagu yang pada saat ini telah merilis dua single, single yang pertama bertajuk “Badai” dan single keduanya bertajuk “Rayakan Perpisahan”. Belum banyak informasi yang saya dapat mengenai seorang Fikri Aditama, yang jelas untuk saat ini bila dilihat melalui akun sosial media-nya ia kerap terlihat memproduce musik elektronik serta musik Hip-hop.

Asal-muasal saya bisa mengetahui musisi yang bernama Fikri Aditama berangkat dari ketidaksengajaan playlist Spotify. Awal cerita karena pada saat itu saya cukup suntuk dengan musik yang itu-itu saja dan kelihatannya juga kuping saya menuntut pembaharuan, maka dimulailah pencarian playlist lagu-lagu baru dengan harap ditemuakannya lagu yang masih fresh dan cocok di telinga.

Singkat cerita dari deretan lagu yang masuk kuping saya, “Rayakan Perpisahan” terpilih menjadi salah satu lagu sekali dengar langsung cocok di telinga. Kalau dipikir-pikir lagi ada dua alasan mengapa saya langsung cocok mendengarkan lagu ini. Alasan yang pertama adalah musiknya. Musik pada lagu ini terdengar seperti lagu-lagu Pop klasik jaman 80 an. Temponyapun juga cukup lambat, sehingga mengingatkan kembali dengan lagu-lagu tembang kenangan yang sering diputar bapak-bapak di dalam Bus pariwisata saat rekreasi keluarga.

Alasan kedua kenapa saya langsung suka dengan “Rayakan Perpisahan” adalah liriknya. Lirik pada lagu ini cukup mudah dicerna akan tetapi masih memiliki bumbu-bumbu puitis di dalamnya. Terasa begitu pas bagi saya sendiri, tidak terlalu enteng dan juga tidak terlalu berat dicerna otak.

Makna dari liriknya pun juga cukup dalam, perihal mengikhaskan seorang yang sudah pergi. Mungkin kalau tidak melihat background video lagunya (saya tidak tahu apa namanya, jadi yaa seperti ini saja penyebutannya) di Spotify mungkin makna yang ditangkap pada lagu ini adalah sekedar yang saya sebutkan di atas. Tapi beda cerita bila melihat background video-nya, ternyata konteks mengikhaskan seorang tersebut lebih condong kepada kematian.

Sebenarnya saya juga agak kaget setelah melihatnya. Akan tetapi setelah saya amati liriknya sekali lagi seperti “Jarum tak menuggu selesaikan masalahmu, detik tetap melaju memburu dirimu” akhirnya pun saya sadar, ternyata lirik lagu “Rayakan Perpisahan” sudah di set dari awal untuk menggambarkan hal demikian. Canggihnya penulis tidak langsung mengungkapkannya dengan frontal sehingga bisa dimaknai secara global oleh para pendengar.

Berbeda dengan “Rayakan Perpisahan” yang terdengar seperti lagu Pop era 80 an, single pertama Fikri Aditama yang berkolaborasi dengan Dzulfahmi dengan tajuk “Badai” mengusung gaya musik yang lebih modern, yaitu musik Pop eletronik serta dipadukan dengan musik Hip-hop. Nuansanya pun terkesan lebih santai dibandingkan dengan single terbarunya yang terkesan khusyuk.

Lirik dari single “Badai” tidaklah jauh berbeda dengan “Rayakan Perpisahan”. Maksud tidaklah jauh berbeda di sini bukanlah tema atau pesan yang dibawakan, melainkan adalah gaya penulisan lirik dari kedua single tersebut. Tema dan pesan pada single “Badai” jelas berbeda “Rayakan Perpisahan”. Tema yang dibawakan “Badai” perihal masalah kehidupan sehari-hari dengan pesan sebuah harapan, sedangkan dalam “Rayakan Perpisahan” bertema perpisahan dengan pesan untuk mengikhlaskan.

Jadi seperti itu lah yang saya tangkap setelah mendengarkan kedua lagu tersebut. kalau ada kesalahan dalam pengartian maupun menjelaskan suatu musik mohon dikoreksi, lagi pula saya cuma orang awam yang kebetulan suka musik.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Abdan