Filosofi Berbicara Melalui Tatapan Mata

Filosofi Berbicara Melalui Tatapan Mata

Setiap kita berbicara dengan orang lain pastilah ingin didengarkan bukan? Sebenarnya didengarkan atau tidak itu apakah kita bisa mengetahuinya tanpa bertanya kepada yang bersangkutan karena rasanya akan sangat tidak enak jika sudah berbicara banyak ternyata yang diajak bicara justru sibuk dengan pemikirannya sendiri atau melamun.

Berikut ada beberapa  tips sederhana yang dapat diterapkan untuk mengetahui apakah lawan bicara memerhatikan kita atau tidak.

Menatap Mata

Mata diibaratkan sebagai pusat penglihatan sikap orang akan terlihat jelas dari sorot matanya mungkin bisa dicoba terlebih dahulu untuk menatap lawan bicara ketika sedang terjadi komunikasi.

Ingat, hanya menatap bukan memelototi karena akan sangat terlihat perbedaan dari keduanya.

Mengedipkan Mata

Berkedip sewajarnya jangan terlalu sering atau jangan terlalu jarang dilakukan karena hal ini akan terlihat sikap kita terhadap lawan bicara.

Fokus ke arahnya

Memfokuskan pandangan menghadapnya misalkan lawan bicara berada di depan ya kita menghadap ke depan bukan sebaliknya jika lawan bicara di depan justru kita menghadap ke samping. Bertujuan untuk lebih memperhatikan tingkah laku si lawan bicara.

Dari ketiga tips tadi mungkin bisa dicoba saat melakukan komunikasi dengan siapa pun supaya pesan yang disampaikan saat berkomunikasi lebih terarah dan langsung tertuju selain itu jika kita menjadi pendengar berarti menunjukkan bahwa kita mendengarkan apa yang dibicarakan lawan bicara dengan baik bukan mengabaikan atau malas mendengarkan segala deretan cerita lawan bicara. Semoga informasi tersebut bermanfaat.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Renni Elsyanda