Five.. Four.. Three.. Two.. One.. Tapi Bukan Close De Door!


Five.. Four.. Three.. Two.. One.. Tapi Bukan Close De Door! 1

Five, four, three, two, one, close the door.

Begitulah kalimat intro Corbuzier Podcast, mungkin kalian juga sudah pernah nonton atau mendengarnya -atau bahkan sudah berkali-kali dan menjadi pendengar setia. Deddy Corbuzier akan menghitung mundur dari lima ke satu, lalu ‘close the door’, kemudian mulailah podcast yang kerap menghadirkan tamu-tamu agung; gubernur, menteri, pejabat, komedian, artis, dan ada juga orang-orang yang kisahnya sedang viral -atau siapa pun yang ingin ia undang ke podcastnya. Kalimat intro ‘five, four, three, two, one, close the door’ ini mengingatkan saya dengan 5 Second Rulenya Mel Robbins.

Five.. Four.. Three.. Two.. One.. Tapi Bukan Close De Door! 3

Sama seperti Deddy Corbuzier, Mel Robbins dalam buku ini mengenalkan 5 second rule atau bisa kita artikan dengan aturan 5 detik. ‘Mantra’nya juga sama: 5-4-3-2-1, and Go! Langsung take action. Bedanya kalau Deddy Corbuzier hitung mundur ini untuk memulai podcast, Mel menggunakannya untuk berbagai aktifitas dalam kehidupan sehari-hari. Ia bahkan mengklaim cara ini ampuh untuk merubah hidup, meningkatkan produktifitas, dan membuat hidup lebih bahagia. Bukan hanya klaim, Mel juga menampilkan feedback –berupa screenshot postingan dari media sosial- pembaca dan pendengar public speakingnya. So, bagaimana caranya?

Sebelum masuk ke 5 second rule, kita mulai dengan hukum inertia. Menurut hukum inertia setiap benda –termasuk manusia- cenderung mempertahankan posisinya. Enggan berubah. Orang yang bergerak cenderung untuk tetap bergerak dan orang yang diam cenderung untuk tetap diam. Contohnya dalam kehidupan sehari-hari adalah saat kita sedang berkendara. Ketika kita melaju perlahan kemudian menarik gas secara mendadak tubuh kita akan serasa tersentak dan tertinggal di belakang, kemudian saat mengerem mendadak, tubuh kita akan serasa terdorong ke depan. Barangkali hukum ini juga lah yang menyebabkan ada orang yang malas dan ada orang yang gila kerja. Kondisi ini berbahaya jika terjadi saat kita dalam keadaan tidak produktif, berjam-jam memainkan game, rebahan, main game sambil rebahan atau keadaan tidak tidak produktif lainnya. Bisa-bisa keadaan ini berlangsung terus-menerus, menyita waktu dan menjadi habit yang menghambat produktifitas kita.

Five.. Four.. Three.. Two.. One.. Tapi Bukan Close De Door! 4

Dalam cakupan yang lebih luas hukum ini bisa terjadi pada pola dan ritme hidup kita. Rutinitas yang kita kerjakan setiap hari setelah sekian lama akan membentuk comfort zone kita. Hal ini bisa berupa pekerjaan, termasuk di dalamnya pola kerja kita, kuliah, bersosialisasi, maupun hal lainnya. Hal ini tentu tidak selalu negatif, rutinitas harian ada yang membentuk habit positif, seperti: kerja keras, aktif dan responsif, semangat, peduli, serta biasa berpositif thinking. Namun ada pula habit negatif yang mungkin terbentuk, seperti: malas, bersikap pasif, apatis, cuek, dan berpikir negatif.

Agaknya hukum inertia ini pula lah yang menyebabkan kita sulit untuk memulai hal yang baru, padahal kita tahu pasti hal itu perlu untuk dimulai. Karena melakukan sesuatu diluar kebiasaan memang berat di awalnya. Apalagi jika hal hal perlu kita lakukan itu berat, berisiko dan tidak nyaman. Misalnya kita tahu kita harus segera mulai menulis, mulai membaca buku, mengikuti seminar, mulai membangun relasi, mulai merintis usaha, mulai berisvestasi, dan lain-lain. Memulai hal baru rasanya tidak nyaman dan kita mulai menundanya lima menit lagi, setengah jam lagi, atau besok senin, atau pekan depan, dan akhirnya kita terus menunda dan tidak pernah memulai.

Cara memutusnya adalah dengan memaksa diri untuk bergerak dan memutus hukum inertia ini. Disinilah 5 second rule menjadi alat yang dapat kita gunakan. Apa itu 5 second rule? Bagaimana cara kerjanya? Dan mengapa alat ini bisa begitu efektif?

Sebagaimana disebut di atas, cara menggunakan 5 second rule ini sangat simpel. Kapanpun kita merasa harus melakukan sesuatu, sesuatu yang kita yakin harus dilakukan, namun di saat yang sama datang keraguan, tidak yakin, dan khawatir. Segera kuasai diri, hitung mundur 5.. 4.. 3.. 2.. 1.. dan langsung kerjakan! Jangan tunggu dan jangan ditunda. Simpel bukan? Namun meski simpel bukan berarti mudah untuk dilakukan, perlu kegigihan dan keberanian untuk melakukannya. Atau dalam bukunya Mel menyebutnya dengan courage; yaitu kemampuan untuk berani melakukan sesuatu yang sulit, berbahaya, dan tidak nyaman, tanpa menunjukkan rasa takut.

Disinilah rahasia dari aturan lima detik. Semakin lama kita menunda sesuatu semakin berkuranglah urgensi dari tindakan kita –hal inilah yang membuat aturan ini bekerja. Segera setelah kita mendapat rangsangan untuk bertindak otak kita mulai merasionalisasi dan membuat alasan untuk tidak bertindak sekarang. Oleh karena itu kita harus segera bergerak, lebih cepat dari otak kita membuat alasan untuk tidak mengambil tindakan. Selain itu hitung mundur akan membuat kita fokus pada apa yang harus kita lakukan dan menghilangkan keraguan. Keraguan itu berbahaya. Ia mengirim sinyal stress ke otak bahwa ada sesuatu yang salah lalu otak kita masuk ke mode bertahan. Sehingga perubahan dan hal baru semakin sulit dilakukan.

Mel Robbins

5…4…3…2…1…GO!

Jadi, kapanpun merasa harus melakukan sesuatu, apapun itu, hitung mundur 5, 4, 3, 2, 1.. dan langsung lakukan apa yang perlu kalian lakukan! Jangan tunda. Jangan biarkan keraguan muncul dan menganulir niat kalian. Karena dalam waktu lima detik –sebagaimana penjelasan di atas- 5 detik saja otak kita sudah menemukan alasan untuk menunda dan membatalkan apa yang kita rencanakan. Otak kita sangat kreatif dan dalam waktu 5 detik –jika kita tidak segera bertindak atau melakukan sesuatu- ia telah menemukan justifikasi untuk tetap diam dan enggan bertindak. Maka dari itu ketika kita tahu harus melakukan sesautu namun ragu-ragu, satu-satunya cara adalah lawan.

Hitung mundur juga akan membantu kita untuk fokus pada tujuan atau komitmen dan mengalihkan pikiran kita dari rasa khawatir dan takut. Segera setelah sampai “1”, action. Kapanpun ada sesuatu yang harus kalian lakukan, namun merasa tidak pasti, takut, kepayahan, segera kuasai diri dengan menghitung mundur 5-4-3-2-1. Itu akan menenangkan pikiran kalian. Dan begitu sampai angka 1, langsung lakukan.

5 Second Rule ini mirip dengan ‘Just Do It’nya Nike. Bedanya adalah ‘Just Do It’ adalah konsep dari apa yang perlu kita lakukan, sedangkan 5 Second Rule adalah alat bagaimana kita melakukannya.

5..4..3..2..1..Go!!!


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Hamzah Prasetyo

   

Subscribe
Notify of
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
saiful anwar

Terima kasih sangat bermanfaat 👍