Fungsi Pemahaman Konsep Kepemilikan Dalam Islam

Fungsi Pemahaman Konsep Kepemilikan Dalam Islam 1

Islam memberikan ruang dan kesempatan bagi umat manusia untuk memperoleh segala sumber kekayaan yang telah Dia berikan kepada bumi untuk memenuhi segala kebutuhan hidup. Konsep kepemilikan dalam Islam berbeda dengan kecenderungan dasar manusia untuk memiliki harta (fitrah), namun dalam kehidupan bermasyarakat juga dibutuhkan pihak lain. Harta atau kekayaan yang dia berikan kepada alam semesta ini merupakan anugerah dari Allah SWT kepada umat manusia agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan ekonomi seluruh umat manusia sesuai dengan kehendak Allah SWT.

“Kepuyaan Allah lah kerajaan di langit dan di bumi dan apa yang ada di dalamnya, dan dia maha kuasa atas segala sesuatu” (Al Maidah : 120)

Ayat ini merupakan landasan dasar hukum tentang kepemilikan dalam Islam. Dengan menunjukan bahwa Allah lah pemilik tunggal apa-apa yang ada di langit dan dibumi, dan tidak ada sekutu bagi Nya. Lantas Allah memberikan atau menitipkan kekuasaan bumi pada manusia, agar manusia mengelola dan memakmurkannya.

Namun dengan ada nya konsep kepemilikan menurut kacamata syariah atau yang biasa kita kenal dengan kepemilikan menurut perspektif islam, dimana menurut islam:

Secara etimologi, tata milik berasal dari bahasa arab al-Milk, yang berarti penguasaan terhadap sesuatu. Secara termenologi, definisi al-milksebagaimana dikemukakan oleh ulama fiqh adalah penghususan seseorang terhadap suatu benda yang memungkinkannya untuk bertidak hukum terhadap benda itu selama tidak adanya halangan syara’.

Di artikan bahwa yang di maksud dengan kepemilikan adalah bentuk penguasaan manusia atas harta yang bisa di pergunakannya dalam memenuhi kepentingan peribadinya selama tidak ada aturan syara’ yang melarangnya

Manusia dapat memanfaatkan harta nya untuk memenuhi kebutuhan pribadi dengan tidak melanggar aturan syariah, dapat diartikan disaat penggunaan pemanfaatan harta tersebut, seseorang harus melakukan hal yang baik dalam mengeluarkan hartanya, dengan contoh menginfakkan sebagian harta nya kepada manusia lain yang membutuhkan, meminjamkan sebagian harta nya kepada orang yang semisal terlilit hutang, dan termasuk segala usaha dalam meningkatkan ekonomi negaranya, karena pertumbuhan ekonomi menjadi salahsatu indikator meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Sistem dalam ekonomi Islam, membagi kepemilikan individu dan umum secara bersamaan, masing-masing kepemilikan tersebut memiliki kaitan nya masing-masing, tidak ada yang diunggulkan antara yang satu dengan yang lain, karena hak milik pada prinsipnya datang dari Allah, sehingga mesti digunakan secara bertanggung jawab dan mementingkan kepentingan maslahat, karena itulah poin penting dalam penggunaan konsep kepemilikan dalam islam, dimana islam sendiri mengajarkan untuk sama-sama berjuang memenuhi kepentingan bersama, tidak hanya salah satu pihak saja yang berusaha. Termasuk juga seperti para faham agama islam yang berusaha meningkatkan ekonomi islam menanamkan instrumen-instrumen syariah dalam tulang perekonomian indonesia, lalu konsep kepemilikan islam pun harus kita sama-sama usahakan dengan cara setiap umat muslim mulai hijrah keuangan bukan saja hijrah makanan dan pakaian, tapi turut serta menggunakan instrumen keuangan syariah yang telah diusahakan para aktivis islam guna mencapai peningkatan ekonomi berbasis islam.

Setelah tahu maksud dari konsep kepemilikan dalam islam, kita pun akan lebih mudah memanfaatkan harta atau sebuah kepemilikan kita dengan versi terbaik, dimana kita akan cenderung berfikir sebelum bertindak dan melihat dengan pikiran resiko dan manfaat jangka panjang guna membantu peningkatan ekonomi. Selain itu implikasi peningkatan ekonomi umat (Islam) juga amat luas, Bank Indonesia pun menyebutkan bahwa ekonomi syariah menunjukkan kinerja yang berdaya tahan pada 2019 dengan potensi besar dan akan terus berkembang ke depan, dan juga Potensi yang sangat tinggi dan didukung dengan tingkat kesadaran masyarakat muslim Indonesia saat ini terhadap konsumsi barang dan jasa halal, tingkat kesadaran ini pun termasuk bentuk dari pemanfaatan mengetahui konsep kepemilikan dalam islam dimana kita sebagai umat muslim mempunyai hak untuk mengeluarkan harta nya untuk memenuhi kebutuhan selama itu tidak melanggar syariah bahkan untuk mencegah mengkonsumsi produk yang tidak halal, sikap ini pun jelas membantu bertumbuhnya sistem ekonomi islam yang kita tuju bersama.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Nun Fadhilah