Fungsi Pemahaman Konsep Kepemilikan Dalam Islam

Fungsi Pemahaman Konsep Kepemilikan Dalam Islam

memberikan ruang dan kesempatan bagi umat manusia untuk memperoleh segala sumber kekayaan yang telah Dia berikan kepada bumi untuk memenuhi segala kebutuhan hidup. dalam berbeda dengan kecenderungan dasar manusia untuk memiliki harta (fitrah), namun dalam kehidupan bermasyarakat juga dibutuhkan pihak lain. Harta atau kekayaan yang dia berikan kepada alam semesta ini merupakan anugerah dari Allah SWT kepada umat manusia agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan ekonomi seluruh umat manusia sesuai dengan kehendak Allah SWT.

“Kepuyaan Allah lah kerajaan di langit dan di bumi dan apa yang ada di dalamnya, dan dia maha kuasa atas segala sesuatu” (Al Maidah : 120)

Ayat ini merupakan landasan dasar hukum tentang kepemilikan dalam . Dengan menunjukan bahwa Allah lah pemilik tunggal apa-apa yang ada di langit dan dibumi, dan tidak ada sekutu bagi Nya. Lantas Allah memberikan atau menitipkan kekuasaan bumi pada manusia, agar manusia mengelola dan memakmurkannya.

Baca juga  4 Faktor Di Balik Kehancuran Kekaisaran Mongol

Namun dengan ada nya menurut kacamata syariah atau yang biasa kita kenal dengan kepemilikan menurut perspektif , dimana menurut :

Secara etimologi, tata milik berasal dari bahasa arab al-Milk, yang berarti penguasaan terhadap sesuatu. Secara termenologi, definisi al-milksebagaimana dikemukakan oleh ulama fiqh adalah penghususan seseorang terhadap suatu benda yang memungkinkannya untuk bertidak hukum terhadap benda itu selama tidak adanya halangan syara’.

Di artikan bahwa yang di maksud dengan kepemilikan adalah bentuk penguasaan manusia atas harta yang bisa di pergunakannya dalam memenuhi kepentingan peribadinya selama tidak ada aturan syara’ yang melarangnya

Manusia dapat memanfaatkan harta nya untuk memenuhi kebutuhan pribadi dengan tidak melanggar aturan syariah, dapat diartikan disaat penggunaan pemanfaatan harta tersebut, seseorang harus melakukan hal yang baik dalam mengeluarkan hartanya, dengan contoh menginfakkan sebagian harta nya kepada manusia lain yang membutuhkan, meminjamkan sebagian harta nya kepada orang yang semisal terlilit hutang, dan termasuk segala usaha dalam meningkatkan ekonomi negaranya, karena pertumbuhan ekonomi menjadi salahsatu indikator meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Baca juga  Trik Mengelola THR Bagi Pekerja Milenial

Sistem dalam ekonomi , membagi kepemilikan individu dan umum secara bersamaan, masing-masing kepemilikan tersebut memiliki kaitan nya masing-masing, tidak ada yang diunggulkan antara yang satu dengan yang lain, karena hak milik pada prinsipnya datang dari Allah, sehingga mesti digunakan secara bertanggung jawab dan mementingkan kepentingan maslahat, karena itulah poin penting dalam penggunaan dalam , dimana sendiri mengajarkan untuk sama-sama berjuang memenuhi kepentingan bersama, tidak hanya salah satu pihak saja yang berusaha. Termasuk juga seperti para faham agama yang berusaha meningkatkan ekonomi menanamkan instrumen-instrumen syariah dalam tulang perekonomian , lalu islam pun harus kita sama-sama usahakan dengan cara setiap umat mulai hijrah bukan saja hijrah makanan dan pakaian, tapi turut serta menggunakan instrumen syariah yang telah diusahakan para aktivis islam guna mencapai peningkatan ekonomi berbasis islam.

Baca juga  Mengapa Kurma menjadi Makanan Populer Selama Ramadan?

Setelah tahu maksud dari dalam islam, kita pun akan lebih mudah memanfaatkan harta atau sebuah kepemilikan kita dengan versi terbaik, dimana kita akan cenderung berfikir sebelum bertindak dan melihat dengan pikiran resiko dan manfaat jangka panjang guna membantu peningkatan ekonomi. Selain itu implikasi peningkatan ekonomi umat (Islam) juga amat luas, Bank pun menyebutkan bahwa ekonomi syariah menunjukkan kinerja yang berdaya tahan pada 2019 dengan potensi besar dan akan terus berkembang ke depan, dan juga Potensi yang sangat tinggi dan didukung dengan tingkat kesadaran masyarakat saat ini terhadap konsumsi barang dan jasa halal, tingkat kesadaran ini pun termasuk bentuk dari pemanfaatan mengetahui dalam islam dimana kita sebagai umat mempunyai hak untuk mengeluarkan harta nya untuk memenuhi kebutuhan selama itu tidak melanggar syariah bahkan untuk mencegah mengkonsumsi produk yang tidak halal, sikap ini pun jelas membantu bertumbuhnya sistem ekonomi islam yang kita tuju bersama.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Nun Fadhilah