Gambaran Sebuah Lingkaran Keinginan


Gambaran Sebuah Lingkaran Keinginan 1

Sebuah keinginan menjelma menjadi sebuah satu energi yang menyerupai jeruji melingkari diri, hisapan suara menggigit hati, terbius udara senja, terbiaskan dari amnesia, rasa dibalik rahasia mengembara di dalam jiwa, urat-urat hasrat tersirat, tali-temali menjerat, darah membeku di setiap aliran tarikan nafas. Sebuah keinginan terasa sesak, mengubah sebuah keinginan menjadi sebuah keridhoan. Agar sesuatu yang dilakukan mendapat sebuah kebaikan. Semua mempunyai jalan yang menuju satu keabadian.

Sendiri menepi dalam gelapnya malam, setelah melewati hari-hari merasakan dan memahami dalam hati, hujan deras mengguyur jiwa, bersembunyi berusaha mengenal diri, singkirkan emosi dan ambisi, mendamaikan dengan simpati dan empati, terpesona citra dirimu raga menjadi semu membisu bertumpu kepadamu, mencari sandaran hanya bertahta sang illahi. Semua berjalan dalam balutan takdir, raga dan rasa tak dimiliki, tak mampu menahan yang seharusnya berjalan, tak mampu menggeram yang seharusnya diam, apa yang dirasakan muncul sebuah harapan, apa yang diinginkan  muncul keegoisan, diam dan meresapi akan ada sebuah arti yang dapat dipahami, semua untuk menguji sebuah jati diri.

Hidup ini seperti sebuah simulasi, jika terdapat sebuah keinginan, ia berteman dengan nafsu atau keimanan, jika keinginan berteman dengan nafsu, terkadang muncul keserakahanan, melupakan kebahagiaan orang yang menyanyangi, seperti tuli, bisu, dan buta dalam menerima nasehat kebaikan, penuh tangisan dalam bentuk amarah seperti merongrong, mengerikan, menakutkan, seperti ambisi yang menjadi beban dalam bentuk penderitaan, muncul rasa berburuk sangka keinginan yang bercampur dengan khayalan atau angan-angan, seakan memiliki segalanya sehingga memanipulasi suatu keadaan yang mengarah pada suatu sikap tidak jujur. 

Jika keinginan berteman dengan keimanan, tidak ada amarah, menghadapi kehidupan ini dengan belajar membenahi, menyandarkan keinginan kepada sang pemilik, mengikuti alur serta dalam aturan yang telah sang pencipta takdirkan, dan rasanya sangat melegakan, sehingga bisa bernafas dengan rasa sabar dan rasa syukur dalam menerima dan menjalani kehidupan, menyimpulkan senyuman didalam hati yang selalu berbaik sangka, sehingga sadar bahwa tak selamanya di dunia ini.

Hempaskan waktu kelalaian, agar tak ada korban perasaan, hanya ada satu jalan keikhlasan, perjuangan fokus pada titik keridhoan. Mengeluh tak ada arti, selalu ada semangat dalam rasa syukur, memberi manfaat dalam setiap arti, menggoreskan dan memahatkan senyuman dalam lika-liku kehidupan. Saat menginginkan sesuatu, jujurlah dalam menggapai keinginanmu, jika engkau tak memiliki pengetahuan akan hal tersebut, maka tanyakanlah pada hatimu, pahamilah dan mengertilah, keinginan ini baik atau buruk, tidak boleh ada yang tersakiti atau disakiti dalam sebuah keinginan, pilihlah jalan sebuah keinginan dalam kejujuran yang membahagiakan untuk menempuh keridhoan. Jika engkau ingin memulai dalam melangkah, berjalanlah dalam kejujuran. Jika hati telah jujur hanya akan ada prasangka yang baik di dalam diri dan akan kembali dengan keimanan.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

RatnaLestari

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap