Gelandang Bertahan Baru Untuk Manchester United, Siapa Yang Cocok ?

Gelandang Bertahan Baru Untuk Manchester United, Siapa Yang Cocok ? 1

Manchester United melakukan sejumlah pembelian besar untuk mengarungi musim 2021-2022. Dua nama besar masuk skuad asuhan Ole Gunnar Solksjaer yaitu Raphael Varane dan Jadon Sancho.

Pasca pembelian Jadon Sancho, para pendukung Manchester United pun menuntut manajemen untuk mendatangkan gelandang bertahan baru. Alih-alih mendatangkan gelandang bertahan, manajemen justru mendatangkan Cristiano Ronaldo yang umurnya sudah sangat tua.

Manchester United sudah mempunyai banyak pemain yang berposisi sebagai penyerang, dan pembelian Ronaldo tersebut sebenarnya bukan prioritas utama manajemen. Prioritas utama setelah kedatangan Sancho sebenarnya adalah gelandang bertahan, namun hingga berakhirnya bursa transfer, tak ada berita pembelian baru setelah kedatangan Ronaldo.

Tim-tim kuat selalu memiliki gelandang bertahan yang ideal. Lihat saja beberapa rival Manchester United di Liga Primer Inggris punya sosok gelandang bertahan yang berkualitas. Liverpool juara liga 2019-2020 dan UCL 2018-2019 dengan Fabinho, Manchester City juara liga 2020-2021 dengan Rodri, serta yang terbaru Chelsea juara UCL 2020-2021 dengan seorang Kante.

Ada apa dengan gelandang bertahan Manchester United yang sekarang?

Manchester United sejatinya memiliki beberapa pemain yang bisa diplot sebagai gelandang bertahan. Nama Scott McTominay dan Fred menjadi pilihan utama Ole Gunnar Solksjaer musim lalu untuk mengisi posisi ‘double pivot’ di belakang Bruno Fernandes. Selain itu juga ada nama Nemanja Matic yang posisi naturalnya memang seorang gelandang bertahan.

Duet McTominay dan Fred jadi pilihan utama Solksjaer musim lalu.
Duet McTominay dan Fred jadi pilihan utama Solksjaer musim lalu.

Scott McTominay sebetulnya memiliki atribut fisik serta agresifitas yang cukup baik untuk seorang gelandang bertahan. Akan tetapi permainannya masih belum matang mengingat usianya yang masih muda. Permainanya terkadang ceroboh, sering melakukan duel fisik yang tidak perlu dan berujung pada cedera. Selain itu kualitas tekelnya masih perlu ditingkatkan lagi. Banyak pundit menilainya lebih cocok berperan sebagai ‘box to box midfielder’ bukan sebagai gelandang bertahan.

Fred banyak menuai kritik pada musim lalu oleh para pendukung Manchester United. Hal yang jadi sorotan adalah tentang kualitas passing yang buruk serta sering kalah duel fisik dengan pemain lawan. Kesalahan passingnya sering berujung pada berbuahnya gol untuk lawan. Namun satu yang harus diapresiasi dari Fred adalah etos kerjanya dilapangan yang cukup ngotot dalam merebut bola.

Nemanja Matic pada masa jayanya sejatinya merupakan gelandang bertahan yang ideal untuk Manchester United. Akan tetapi Nemanja Matic yang sekarang berumur 33 sudah banyak berubah. Matic yang sekarang sudah mengalami penurunan fisik, pergerakannya juga sudah cukup lambat dan sering kalah duel fisik dengan pemain lawan.

Terakhir kali Manchester United memiliki gelandang bertahan yang bagus yaitu Michael Carrick yang sekarang sudah menjadi staff pelatih. Manchester United butuh seorang gelandang bertahan yang secara fisik bagus, cepat dalam transisi serta baik dalam distribusi bola. Hal ini akan sangat membantu para penyerang untuk merasa lebih aman saat kehilangan bola.

Nama-nama berikut ini mungkin cocok untuk didatangkan ke Old Trafford apabila pemain yang ada sekarang tidak berkembang dengan baik.

1. Declan Rice

West Ham United membanderol Declan Rice seharga 100 juta pounds.
West Ham United membanderol Declan Rice seharga 100 juta pounds.

Declan Rice menjelma menjadi sosok paling penting bagi West Ham United. Manajer West Ham United, David Moyes, mengatakan bahwa Declan Rice tak tergantikan dalam skuad the hammers.

Berbeda dengan Fred yang lebih mobile, Declan Rice lebih mengutamakan penempatan posisi dan membaca permainan. Keunggulan Declan Rice yang tidak dimiliki oleh gelandang Manchester United adalah akurasi umpan yang baik. Dia banyak menjemput bola dari bek untuk kemudian didistribusikan kepemain depan.

Aspek bertahan Rice juga tidaklah buruk, dia lama bermain sebagai bek tengah. Musim 2020-2021, Declan Rice mencatatkan 1,7 tekel sukses per pertandingan dan 2,1 intersep sukses per pertandingan.

Hal yang menjadi penghambat sang pemain ke Old Trafford adalah soal harga. Declan Rice memiliki status homegrown serta usianya masih 22 tahun menjadi faktor tingginya harga tersebut. West Ham United membanderol Declan Rice dengan harga 100 juta pounds.

2. Ruben Neves

Bruno Fernandes dan Cristiano Ronaldo bisa menjadi alat untuk menggaet Ruben Neves.
Bruno Fernandes dan Cristiano Ronaldo bisa menjadi alat untuk menggaet Ruben Neves.

Ruben Neves menjadi salah satu nama yang digaungkan pendukung Manchester United untuk segera didatangkan. Beberapa pundit bola menyamakannya dengan legenda Manchester United, Paul Scholes.

Karakter permainan Ruben Neves cukup agresif dan diimbangi dengan kualitas fisik yang baik juga. Hampir sama dengan Fred, Neves bermain cukup mobile  akan tetapi kualitas passingnya jauh lebih baik. Neves juga dilengkapi dengan atribut tendangan jarak jauh yang baik, bisa menjadi solusi dalam situasi deadlock.

Sejak didatangkan dari FC Porto, Ruben Neves menjadi sosok vital bagi Wolverhampton Wanderers. Musim lalu dia mencatatkan 1,8 intersep sukses per pertandingan dan 2,4 tekel sukses per pertandingan.

Harga pasar Ruben Neves hanya diangka 45 juta pounds. Harga yang cukup murah untuk pemain yang masih berusia 24 tahun serta sudah memiliki pengalaman bermain di Liga Inggris. Hadirnya rekan Neves di tim nasional Portugal, yakni Ronaldo dan Bruno bisa menjadi magnet bagi pemain untuk bergabung dengan Manchester United musim depan.

3. Franck Kessie

Negosiasi kontrak Franck Kessie dengan AC Milan berjalan alot.
Negosiasi kontrak Franck Kessie dengan AC Milan berjalan alot.

Franck Kessie dikabarkan telah menolak perpanjangan kontrak yang disodorkan AC Milan. Ini menjadi celah apabila Manchester United berniat meminang pemain berkewarganegaraan Pantai Gading tersebut.

Pemain berusia 24 tahun tersebut menjadi pilar bagi skuad Rossoneri musim lalu. Seperti kebanyakan pemain afrika lainnya, Franck Kessie merupakan pemain yang mengandalkan kekuatan fisik. Dia pernah ditempatkan di posisi bek tengah, sehingga tak usah diragukan lagi mengenai kemampuan bertahannya.

Bersama AC Milan musim lalu, Franck Kessie memainkan total 37 kali pertandingan di Serie A. Dia menorehkan 1,2 intersep sukses per pertandingan dan 1,4 tekel sukses per pertandingan.

Akan tetapi, Franck Kessie tidak memiliki pengalaman di Liga Inggris menjadi satu hal yang kurang. Permainan di Serie A lebih lambat dibandingkan dengan Liga Inggris yang cepat dan mengandalkan fisik. Hal itu sebenarnya bisa diatasi melihat fisik Kessie cukup baik, hanya saja butuh adaptasi dengan ritme permainan Liga Inggris.

Melihat alotnya perpanjangan kontrak Franck Kessie dengan AC Milan, bukan tidak mungkin Manchester United mengambil kesempatan untuk menggaet sang pemain yang memiliki nilai pasar sebesar 55 juta pounds tersebut.

Masih adakah opsi lain selain ketiga pemain tersebut?

Sebenarnya masih banyak opsi selain Declan Rice, Ruben Neves dan Franck Kessie. Nama-nama lain juga tak kalah bagusnya dengan ketiga pemain tersebut.

Beberapa nama yang bisa menjadi opsi antara lain Wilfried Ndidi (Leicester City), Yves Bissouma (Brighton & Hove Albion), Sergej Milinkovic-savic (Lazio), serta Leon Goretzka (Bayern Munchen).

Musim lalu memang posisi gelandang bertahan menjadi satu masalah penting bagi Manchester United. Namun apabila musim ini gelandang yang dimiliki Manchester United sekarang mampu tampil konsisten, maka bukan tidak, mungkin jika mereka tidak mendatangkan gelandang bertahan baru. 

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.