Gelaran Maulid Orang Banjar Seperti Hari Raya Ketiga


Gelaran Maulid Orang Banjar Seperti Hari Raya Ketiga 1

Peringatan atau memeriahkan kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW di Banua digelar dengan beragam kegiatan yang unik, khas namun tetap bernilai religius.

Bukan hanya digelar pas tanggal 12 Rabiul Awal tradisi maulid di beberapa wilayah di Provinsi Kalsel juga digelar sepanjang bulan Rabiul Awal atau sering disebut Bulan Maulid/Mulud.

karena kemeriahan tersebutlah, gelaran maulid di tengah tradisi orang Banjar sering kali disamakan dengan kemeriahan haria Raya Idul Fitri dan Idul Adha. sehingga sebagain masyarakat Banjar, perayaan mualid ini dijadikan ajang silaturahmi keluarga besar dan momen untuk mudik ke kampung halaman

Dari beberapa tradisi Maulid di Banua diantaranya ada Ba Ayun Maulid , Limit hingga Aruh Ganal atau saruan mulud.

Tradisi peringatan Maulid di beberapa tempat  masyarakat Banjar memang tidak biasa. Selain diisi dengan pembacaan syair-syair Maulid secara meriah, pelaksanaan peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW ini juga disertai dengan prosesi dan ritual budaya setempat.

Meski secara teori pelaksanaan Maulid di Banua ada kesamaan dengan tradisi aruh adat komunitas dayak meratus yang dihasilkan dari akulturasi kebudayaan. Tetapi tiap daerah, khususnya yang berada satu wilayah dengan komunitas dayak meratus ini memiliki tradisi masing-masing yang secara kasat mata jauh berbeda meski tujuannya sama yakni, perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Di Kabupaten Balangan misalnya, kemeriahan Maulid ini karena perayaannya bukan hanya dilakukan secara perorangan tapi secara bersamaan di tiap desa atau lingkungan Masjid dan Langgar serta tidak hanya pada tanggal kelahiran sang Rasul terakhir (12 Rabi’ul Awal), tetapi selama satu bulan penuh.
Dalam perayaan maulid di Bumi Sanggam ini, diwujudkan dengan menggelar, saruan yaitu, jamuan makan dirumah masing-masing dengan mengundang sanak family serta warga desa tetangga. Khusus bagi warga desa luar yang diundang disebut dengan saruan ”Limit”.

Jika tradisi Limit dalam pelaksanaan Maulid ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Dimana Limit ini dimaksudkan agar ada pembagian jatah saruan (tamu) dari luar desa ke rumah-rumah pelaksana Maulid secara adil, sehingga penumpukan tamu dirumah tertentu dan sedikit tamu di rumah-rumah lainnya.
Selain ada istilah Limit dalam pembagian tamu ini, pelaksanaan Maulid di Balangan bisa disetarakan dengan perayaan hari Raya Idul Fitri ataupun Idul Adha karena saking meriahnya pelaksanaannya.

Tidak berlebihan jika menyebut Maulid ini sebagai Lebaran tanpa shalat Id. Karena nuansa Islami dan kemeriahan yang begitu kental.

Kesemarakan pelaksanaan Maulid, bukan hanya pada lantunan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW, syair-syair Islam dan ceramah agama tapi juga terlihat dari kebiasaan perantau asal Balangan yang pulang saat pelaksanaan Maulid ditempat asal oleh sanak keluarganya.

Pelaksana Maulid sendiri, didahului dengan rapat (musyawarah) antara penduduk yang akan melaksana kan Maulid kampungnya terkait penentuan kapan pelaksanaan Maulid di laksanakan. Dalam rapat itu, juga disertai dengan pembagian daftar saruan Limit bagi tiap peserta Maulid secara adil. Selanjutnya, tiap keluarga yang ikut dalam peringatan Maulid akan membuat kabar (basaruan) bagi keluarga dan sanak famili serta membuat undangan bagi saruan Limit.

Penetapan waktu pelaksanaan Maulid ini biasanya, terlebih dulu melibatkan koordinasi lintas desa. Agar jadwal pelaksanaan Maulid tersebar merata dari awal hingga akhir bulan Rabi’ul Awal, sehingga tidak menumpuk di paruh pertamanya saja dan tidak ada dua desa yang berdekatan melaksanakan Maulid secara bersamaan.

Selain itu, dalam hajatan maulid ini juga ada keunikan lainnya yakni, adanya sajian menu khas daerah baik makanan maupun kue saat Maulid.

Sehingga Momen Maulid ini juga bisa menjadi sarana pesta kuliner khas daerah setempat.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Sugianoor

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap