Hakan Sukur, Legenda Sepakbola Turki yang Jadi Supir Uber


Hakan Sukur, Legenda Sepakbola Turki yang Jadi Supir Uber 1

Kehidupan manusia kadang silih berganti. Dari yang semula penuh kegemilangan, bisa berbalik menjadi penuh kesulitan. Demikian pula yang dialami Hakan Sukur, legenda sepakbola Turki. Semula berhasil menjadi atlit penuh sensasi, namun nasib kemudian membawanya menjadi supir online Uber di Amerika Serikat (AS).

Era awal tahun 2000-an tidak ada pecinta sepakbola yang tak mengenal Hakan Sukur. Striker tim nasional Turki tersebut mencatat berbagai prestasi gemilang. Puncaknya ketika ia berhasil membawa tim nasional Turki meraih posisi juara ketiga pada Piala Dunia 2002 di Korea Selatan-Jepang.

Hakan Sukur saat membawa tim nasional sepakbola Turki menjadi juara ketiga dalam Piala Dunia 2002 di Korea Selatan-Jepang. (dok. suluhsumatera) 
Hakan Sukur saat membawa tim nasional sepakbola Turki menjadi juara ketiga dalam Piala Dunia 2002 di Korea Selatan-Jepang. (dok. suluhsumatera) 

Waktu itu Sukur juga tercatat sebagai pencatat gol tercepat di Piala Dunia. Kejadiannya terjadi saat berlangsung pertandingan perebutan juara ketiga antara Turki dan Korea Selatan. Saat pertandingan baru berjalan beberapa detik, pemain belakang Korea Selatan melakukan blunder, sehingga bola bisa dibawa Sukur langsung menghadapi kipper. Dengan ketenangan luar biasa, Sukur kemudian menciptakan gol yang menjadi pengantar bagi Turki merebut posisi juara ketiga, setelah menang 3-2 melawan Korea Selatan.

Mantan striker Galatasaray yang kemudian sempat merumput di Inter Milan tersebut, kemudian menjadi bintang di Italia. Hingga akhir karirnya sebagai pemain sepakbola ia berhasil mencatat rekor sebanyak 51 gol untuk tim Galatasaray di Turki. Setelah sempat juga menjadi kapten tim nasional Turki selama beberapa tahun kemudian.

Meredup

Setelah pensiun, Sukur kemudian memutuskan terjun ke dunia politik. Ia bergabung dengan Partai Pengembangan dan Keadilan (Justice and Development Party). Awalnya karir politik Sukur lumayan bagus. Terbukti saat ia kemudian terpilih sebagai anggota parlemen Turki, mewakili partainya.

Kegemilangan Sukur mulai meredup, saat ia memutuskan menjadi oposan bagi pemerintah Turki. Terutama dengan Presiden Endorgan, yang berkuasa di Turki saat itu.

Pada Februari 2016 Sukur dituduh memaki Presiden Erdogan di Twitter. Beberapa bulan kemudian, eks pemain Inter Milan ini ditangkap dengan tuduhan anggota Pergerakan Gulen yang dianggap sebagai organisasi teroris di Turki. Dituding terlibat dalam kudeta yang gagal, Sukur pun memilih kabur dari negaranya.

“Saya sudah tidak punya apa-apa lagi. Erdogan sudah mengambil semuanya. Hak kebebasan, hak untuk bekerja dan kebebasan berekspresi,” kata Sukur dalam wawancara dengan harian Jerman, Welt am Sonntag seperti dikutip Football Italia.

“Tak ada yang bisa menjelaskan apa peran saya dalam kudeta itu karena saya memang tidak melakukan apa pun yang ilegal. Saya bukan pengkhianat atau teroris,” ujarnya. Sukur juga menyatakan bila dirinya hanya bersikap oposisi dengan pemerintah. Namun eks pemain Blackburn Rovers ini menolak bila disebut telah mengkhianati negara dan bangsa Turki.

Hakan Sukur saat menjadi sopir Uber di Washington, Amerika Serikat (AS). (dok. twitter)
Hakan Sukur saat menjadi sopir Uber di Washington, Amerika Serikat (AS). (dok. twitter)

Menjadi Sopir Uber

Sukur kemudian meninggalkan Turki dalam situasi terpuruk, karena menjadi sasaran kejaran pemerintah. Dalam pelariannya Sukur memilih kabur ke AS. Di negara Paman Sam tersebut Sukur sempat membuat restoran masakan Turki di Palo Alto, kawasan Silicon Valley. Namun usahanya bangkrut. Gara-gara ada orang Turki yang mengambil foto Sukur di resto itu. Apesnya, foto itu ditemukan di ponsel orang tersebut saat pulang ke Turki. Buntutnya dia dipenjara selama 14 bulan.

“Saya menjadi korban dari politik yang salah. Semua yang berhubungan dengan saya mengalami kesulitan finansial. Ayah saya dipenjara dan baru saja dibebaskan hanya karena menderita kanker,” ujarnya.

Sukur pun menjalani kehidupan sebagai orang biasa di Washington. Apalagi semua miliknya disita. Termasuk aset properti senilai 10 juta dolar atau sekitar Rp 136 miliar di Turki yang juga disita.

Kini, Sukur bekerja sebagai supir online Uber di Washington. Selain itu, Sukur berjualan buku. “Saya sekarang ngojek online. Saya juga berjualan buku,” ujarnya.

Namun hingga terakhir Sukur tetap menolak dianggap akan melakukan makar terhadap negara. “Saya mungkin musuh dari pemerintah, tetapi bukan negara dan bangsa Turki. Saya mencintai negara saya”, kata Sukur menutup percakapan.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

sulung

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap