Hal-Hal Penting Yang Di Perhatikan Hakim Dalam Mempertimbangkan Perkara Pidana Anak

Hal-Hal Penting Yang Di Perhatikan Hakim Dalam Mempertimbangkan Perkara Pidana Anak

Dalam perkara tindak pidana anak, bila anak dijatuhkan putusan pemidanaan, terlebih dahulu Majelis Hakim memeriksa dan mempertimbangan fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan.

Pertimbangan hakim inilah yang menuntukan bahwa apakah si anak pantas dan patut bersalah melakukan suatu tindak pidana.

Oleh sebab itu, secara teoritis pertimbangan hukum selalu dijalankan oleh Majelis Hakim dengan beberapa pertimbangan, yaitu pertimbangan yuridis, berupa pertimbangan terhadap dakwaan, pertimbangan terhadap alat bukti, pertimbangan terhadap tuntutan, dan hal-hal yang lain berkaitan dengan pertimbangan secara yuridis.

Sedangkan pertimbangan non yuris atau pertimbangan sosiologis ini berupa pertimbangan tentang latar belakang terdakwa, agama terdakwa, kondisi diri terdakwa, akibat perbuatan terdakwa, dan pertimbangan lainnya yang berkaitan dengan pertimbangan sosiologis.

Namun apabila pertimbangan hakim dilihat dalam perkara pidana anak, maka terdapat hal-hal yang penting yang dipandang sedikit berbeda untuk di perhatikan hakim dalam mempertimbangkan fakta hukum dalam perkara pidana anak. Untuk itu, dapat disimak sebagai berikut:

1. Pertimbangan Terhadap rekomendasi Balai Pemasyarakatan (BAPAS)

Pertimbangan terhadap rekomendasi BAPAS pada dasarnya merupakan pertimbangan yang wajib dilakukan oleh hakim sebelum menjatuhkan putusan dalam perkara pidana anak. Mengapa pertimbangan ini harus diwajibkan oleh hakim untuk mempertimbangkannya?

Berdasarkan ketentuan Pasal 60 ayat (3) dan ayat (4) UU No. 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, menyebutkan bahwa, Hakim wajib mempertimbangkan laporan penelitian kemasyarakatan dari pembimbing kemasyarakatan sebelum menjatuhkan putusan perkara. dan apabila tidak dipertimbangkan dalam putusan hakim, putusan batal demi hukum.

Ketentuan tersebut, telah menjelaskan bahwa rekomendasi BAPAS ini merupakan syarat mutlak bagi hakim untuk mempertimbangkan, dan tidak boleh mengabaikan rekomendasi BAPAS ini, jika diabaikan maka akibat yang didapatkan adalah putusan tersebut batal demi hukum.

Akan tetapi pertimbangan ini memiliki kelebihan dan kekurangannya. Kelebihan dan kekurangan ini terletak pada jenis hukuman pidana yang ingin dijatuhkan, sehingga hakim lebih mempertimbangkan secara obyektif, artinya kelebihannya hakim bisa tidak mengikuti jenis hukuman pidana yang direkomendasikan BAPAS dan kekurangannya hakim dapat mengikuti jenis hukuman pidana yang direkomendasikan BAPAS untuk dijatuhkan hukuman pidana kepada anak.

2. Pertimbangan terhadap segi masa depan anak

Pertimbangan hakim pada konteks segi masa depan anak memberikan suatu perlindungan khusus bagi anak dalam melangsungkan tumbuh kembang anak menjadi yang lebih baik di masa depan.

Sebagaimana yang diterangkan dalam ketentuan Pasal 2 huruf f UUSPPA memberikan artian bahwa kelangsungan hidup dan tumbuh kembang anak merupakan hak asasi yang paling mendasar bagi anak yang dilindungi oleh negara, pemerintah, masyarakat, keluarga dan orang tua, sehingga penjatuhan hukuman pidana tidak memberikan suatu dampak yang buruk bagi anak atau suatu dampak yang notabenenya menekan pada faktor pembalasan melainkan sebagai upaya untuk membina dan membimbing anak menjadi sorang anak yang berguna di masa depan demi bangsa dan negara.

Pertimbangan terhadap segi masa depan anak ini, juga dapat disimak dalam Putusan Pengadilan Negeri Makasar Nomor 16/Pid.Sus-Anak/2018/PN.Sgm. Pada perkara pidana ini hakim menjatuhkan putusannya dengan menyatakan anak terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan, dengan hukuman pidana yang didapatkan adalah pidana pembinaan dalam lembaga.

Hal yang menarik dari pertimbangan ini adalah hakim mempertimbangkan tentang segi masa depan anak, pertimbangan tersebut berbunyi:

“Diharapkan dapat timbulnya efek jera bagi masyarakat khususnya Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum dan anak-anak lainnya pada umumnya sebagai generasi penerus bangsa tanpa mengabaikan aturan yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang No.11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Selain itu Anak masih berusia muda sehingga diharapkan dapat memperbaiki sifatnya dan menjadi generasi yang berguna.”

Hal yang menarik dari pertimbangan tersebut dimana hakim memperhatikan aspek generasi penerus bangsa dan aspek generasi yang berguna. Artinya bahwa meskipun anak tersebut melakukan suatu kejatahan tidak menutup suatu kemungkinan bahwa anak tersebut dapat tumbuh dan berkembang lebih baik dan berguna demi generasi penerus bangsa dikemudian hari.

3. Pertimbangan terhadap Saran orangtua anak

Dukungan keluarga dimaksudkan bahwa keluarga yang merupakan orangtua/ wali anak memberikan suatu dorongan dan dukungan terhadap anak pidana untuk tidak melakukan perbuatan tindak pidana.

Dengan ini sehingga penyidik, penuntut umum, dan hakim harus memperhatikan dan mempertimbangkan saran atau pendapat yang dimiliki oleh orangtua sebagai perwakilan dari anak karena anak adalah seseorang yang belum dewasa dalam mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Perbuatan tindak pidana yang dilakukan oleh anak tersebut “apakah karena berasal dari lingkungan sekitar yang menyebabkan anak tersebut melakukan suatu perbuatan tindak pidana?” Hal inilah memberikan peranan penting bagi keluarga dalam memberikan pendapatnya demi anak yang merupakan penerus dan cita-cita bangsa dan negara.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Ardy Lejab