Hal-Hal yang Harus Diperhatikan oleh Orang Tua yang Baru Memiliki Momongan

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan oleh Orang Tua yang Baru Memiliki Momongan 1

Memiliki momongan memang menjadi harapan banyak pasangan suami-istri. Kehadiran seorang anak dalam keluarga mereka akan menjadi hiburan sekaligus penyemangat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Rasa penat dan pusing yang dialami seharian akan hilang ketika melihat anak yang paling disayangi.

Namun, memiliki momongan berarti memiliki tanggung jawab baru yang tidak sepele. Ingat, anak adalah titipan Tuhan. Jadi sebagai orang tua, kita harus merawat, menjaga, dan mendidik anak kita mungkin. Dalam menjalankan tanggung jawab ini, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan.

Pelajari Ilmu Parenting

Mendidik anak sejak lahir bukanlah perkara yang mudah. Selain akan menyita banyak pikiran, waktu, dan tenaga, hal ini juga memerlukan pengetahuan yang baik. Karena masa-masa awal usia 1-3 tahun adalah masa keemasan bagi seorang anak. Pola mendidik anak pada masa ini akan sangat berpengaruh ketika ia tumbuh besar nanti, baik secara fisik maupun psikis.

Tentu Ayah dan Bunda tidak ingin anaknya tumbuh dengan kondisi yang kurang baik kan? Oleh karena itu, hendaknya Ayah dan Bunda mempelajari ilmu parenting dari berbagai sumber. Tidak harus yang berbayar, kita bisa belajar banyak dan gratis lewat artikel atau e-book yang dibagikan diinternet. Bisa juga dengan menonton video-video di youtube. Dan jangan lupa, follow instagram para dokter anak yanh kerap membagi informasi tentang dunia parenting secara gratis dalam unggahannya. Terlihat sepele, namun penting.

Perhatikan Setiap Perkembangan Anak

Perkembangan seorang anak dalam masa keemasan sangatlah cepat. Akan ada hal-hal baru yang dapat anak lakukan setiap harinya, entah sebuah gerakan maupun sebuah ucapan. Sebagai orang tua, perhatikanlah perkembangan tersebut. Lalu coba perhatikan apakah perkembangan tersebut sudah sesuai dengan usia anak.

Memang perkembangan setiap anak berbeda-beda. Ada anak yang sudah bisa berjalan saat usia 12 bulan, ada yang baru bisa berjalan saat 14 bulan, dan lain sebagainya. Namun, pada dasarnya ada limit atau batasan tertentu mengenai hal-hal yang seharusnya sudah dapat dilakukan oleh seorang anak pada usia tertentu. Jika anak kita sudah bisa melakukannya sebelum batas waktu berarti perkembangannya cepat. Namun, apabila masih belum bisa meskipun sudah melewati batas usianya, kita perlu merangsang atau melatih anak agar menjadi bisa. Kalau perlu, berkonsultasilah dengan dokter anak, barangkali ada kesalahan dalam merawat anak kita.

Perhatikan Kebutuhan Asupan Gizi Anak

Asupan Gizi menjadi hal yang sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Ketika asupan gizinya tercukupi dengan baik, maka tumbuh kembang anak akan baik. Namun sebaliknya, jika asupan gizi tidak terpenuhi maka akan menghambat tumbuh kembang anak.

Kebutuhan gizi anak-anak pada masa keemasan tentu berbeda dengan kebutuhan gizi orang dewasa. Ada aspek-aspek yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, pelajarilah kebutuan tersebut dengan perbanyak membaca atau berkonsultasi dengan yang memahami. Hal ini penting agar kita selaku orang tua dapat memberikan makanan yang memenuhi kebutuhan asupan gizi anak kita.

Selain itu, pola dan cara makan anak juga berbeda dengan oramg dewasa. Ada kalanya anak mau makan dengan lahap namun ada masa di mana mereka tidak mau makan. Di saat seperti inilah orang tua harus kreatif membujuk sang anak agar mau makan.

Perhatikan Lingkungan Tumbuh Kembang Anak

Selain orang tua, lingkungan menjadi faktor penting dalam membentuk kepribadian. Maka dari itu, pehatikanlah lingkungan tumbuh kembang anak kita. Jangan sampai anak kita salah pergaulan. Tentu kita tidak ingin anak yang sudah kita didik dengan baik mendapat pengaruh buruk dari lingkungannya, kan?

Demikian beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orang tua yang baru memiliki momongan. Mudah-mudahan kita dapat menjadi orang tua yang baik dan dapat mendidik anak kita menjadi anak yang baik.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Diat Anugrah