Hanya Butuh 1 Bulan Dari PHK Menjadi Orang Sukses


Hanya Butuh 1 Bulan Dari PHK Menjadi Orang Sukses 1

Dampak dari pademi covid – 19, bukan hanya dari segi kesehatan dan lingkungan para pelaku wirausaha seperti warung pinggir jalan dan tempat makan ataupun tongkrongan yang tambah sepi dari pengunjung ( pelanggan ), tetapi ini juga ternyata berdampak juga bagi orang yang berstatus karyawan.

Ini kisah saya sendiri dan saya ingin berbagi kisah inspirasi positif ini buat kalian, bahwa dari semua kejadian pasti ada cahaya yang akan kasih tau kita, bahwa ada satu pintu dan satu ruangan yang lebih luas dan terang buat kita. bukan karena ada pademi covid-19 kalian jadi salahkan pemerintah, apa lagi kepada tuhan.

kalian harus yakin jika sebuah musibah itu ialah anugerah buat kita, buat ingatkan kita bahwa di luar ada sesuatu buat kalian yang lebih berharga dan jangan terpcu di satu tempat, seperti di tempat kerja kalian sebelum di PHK.

Sebelum saya kasih tau kenapa saya Hanya Butuh 1 Bulan Dari PHK Menjadi Sukses? coba kalian pikirkan, jika sampai ini dan detik ini kalian belum kena PHK, dan terus akan jadi karyawan di tempat perusahaan kalian. menurut kalian, akan berhenti di usia berapa kalian akan tetap di pakai menjadi karyawan nya? apa lagi posisi bukan pegawai negeri sipil, yang jelas – jelas kalian tidak ada dana pensiun.

saya yakin kalian pasti akan susah di hari tua. jadi,, bagi kalian yang di PHK di masa usia produktif jangan kecil hati dan jangan langsung cari tempat kerja baru dulu. Saran saya istrahat di rumah dan coba fikirkan, apa hoby kalian? apa yang kalian bisa? dan terakhir, ilmu apa yang sudah kalian dapatkan dari perusahaan lama?

Jika semua pertanyaan saya di atas kalian sudah ada jawaban, coba kalian melangkah satu – satu dan di coba, dari situ saya yakin ada jalur terbaik buat kalian dari pada kalian langsung cari pekerjaan baru yang jelas sekali pendapatan kalian akan UMR karyawan Junior.

Perkenalkan sebelum nya nama saya AL (nama samaran), Bulan januari 2021 ini saya genap umur 30 tahun, saya bekerja terakhir itu di dunia properti menjadi marketing perumahan. saya punya anak 2 masih kecil semua, dan istri satu pastinya.

saya kena PHK tepat di Agustus 2020 dan itu pas awal bulan, kontrak saya tiba – tiba tidak di perpanjang dengan alasan yang tidak masuk akal, sedangkan posisi dari penjualan dari mulai saya gabung di perusahaan itu, 1 bulan pun belum pernah tidak target, justru selalu di atas dari target yang di wajibkan, untuk lebih jelas nya mungkin terlalu panjang juga.

Langsung saja, singkat cerita setelah saya di PHK saya sempat ingin melamar pekerjaan kembali karena melihat anak istri di rumah tidak tega jika mereka tau bahwa saya tidak lagi bekerja (PHK).

Di malam hari saya coba mencari loker di media online, disitu saya lihat ada banyak mediator / agency properti menjual rumah bekas dan rumah over kredit, apa lagi di media sosial sangat banyak sekali.

Setelah melihat semangat nya orang (freelance) menjual rumah bekas tanpa ada yang memberi mereka gaji per bulan, tapi mereka tetap semangat. dengan harapan unit rumah yang mereka tawarkan laku dan baru mereka dapat komisi. Disitu saya langsung berhenti sejenak untuk mencari loker di media online. saya mulai merenungkan dengan nasib saya. Ko mereka bisa? jika tidak menjual mereka mau makan apa? Saya sempat hubungi salah satu mediator si penjual rumah bekas, dengan menawarkan kerja sama membantu mereka berjualan, dan menanyakan masalah pembagian hasil. Disitu juga saya menanyakan jika belum terjual bagai mana? orang mediator rumah bekas itu hanya menjawab singkat dengan ringan “Semua rezeki makhluk hidup sudah ada takaran nya, jangan takut tertukar”.

Keesokan harinya saya duduk di depan rumah, tepatnya di pagi hari sambil minum kopi dan merenung, “saya ini bisa nya apa?” “yang saya bisa sekarang apa?” “yang sudah saya dapatkan dari perusahaan lama apa?” nah,,, dari sini saya mulai satu persatu di jalankan. dan alhasil ada salah satu yang sesuai yang saya bisa.

Saya Hubungi salah satu teman saya yang bekerja di properti dengan tujuan kasih info bahwa saya sudah tidak bekerja di perusahaan properti lagi, dan belum ada tujuan mau kemana. Teman saya kasih informasi jika ada loker untuk bagian pemasaran perumahan, tetapi saya tolak karena masih trauma jadi karyawan.

saya hanya mengucapkan “saya tidak mau jadi karyawan, saya masih trauma. dan jika lamar kerja pun pastinya pendapatan gaji sangat kecil, karena mulai dari awal lagi”. Jika ada saya maunya kerja sama saja, sistem bagi hasil”. ucapan saya bercanda sambil ketawa..!

Keesokan harinya, tiba – tiba ada beberapa dari developer hubungi nomor saya. dan yang bikin kaget, bukan HRD yang hubungi kita, tetapi pemilik perusahaan developer langsung. Saya berfikir di awal di kira itu info dari teman saya yang kemarin saya telefon, ternyata yang hubungi saya itu atasan saya yang dulu nya menjabat manager marketing di perusahaan yang PHK saya. Dia mendapatkan kabar berita dari sekitar bahwa saya sudah tidak bekerja di perusahaan lama, dan beliau berniat ajak saya untuk bergabung menjadi salah satu karyawan nya.

Tidak berfikir panjang, saya langsung menolak nya. bukan saya tidak perlu pekerjaan, tetapi karena saya sudah merenung dan saya sudah tau, apa yang sudah saya dapatkan dari perusahaan lama. Jadi disitu, saya mencoba menawarkan untuk kerja sama untuk menjual produk perumahan nya dengan sistem bagi hasil, dengan pembagian sekian persen untuk saya.

berhubung beliau sudah kenal saya, tau performa kerja dan cara penjualan saya, tidak pakai berfikir panjang beliau langsung suruh saya datang ke kantor nya untuk bahas pembagian hasil penjualan perumahan tersebut.

Dari situlah pertama kali saya mulai belajar berbisnis, bukan hanya berjualan tetapi belajar ambil keuntungan lebih besar dari karyawan.

Setelah sepakat, saya langsung menawarkan teman – teman untuk bergabung dan membuat tim agency saya. dan saya juga membuka lowongan pekerjaan pastinya, tetapi lowongan pekerjaan untuk freelance.

Singkat cerita. Saya dengan tim berhasil menjual produk perumahan nya dengan cepat, karena tim saya juga melebihi dari marketing aslinya. Setelah behasil menjual lebih dari 30 unit hanya dalam waktu 1 bulan, nama saya mulai terdengar sama perusahaan – perusahaan developer lain nya. Mereka hubungi saya langsung untuk ajak bekerja sama dan bahkan ada yang berani kasih fasilitas 1 buah unit mobil dan ada juga yang berani kasih saya 1 unit rumah di perumahan 2 lantai yang mereka jual. Dengan ringan nya, saya tetap menolak. karena saya hanya ingin berbisnis bukan menjadi karyawan kembali, apa lagi saya juga sudah punya tim banyak.

Singkat cerita, kita buat kerja sama kembali seperti developer yang pertama. Kita sistem nya bagi hasil kembali, dan untuk saat ini sudah ada 5 Developer yang memiliki lokasi perumahan lebih dari satu kerja sama dengan tim saya. Total ada  40 lokasi perumahan dan saya punya tenaga SDM 45 orang. itu semua hanya dalam jangka waktu 1 bulan saja untuk merubah nasib kita.

KESIMPULAN

Sebelum melangkah kita haru tau arah kita harus kemana jika kita mendapatkan musibah PHK kerja!

apa hoby kalian? apa yang kalian bisa? dan terakhir, ilmu apa yang sudah kalian dapatkan dari perusahaan lama?

Semoga bermanfaat motivasi dari saya admin perumahancirebon.id untuk kalian, dan tetap semangat meski itu tidak mudah seperti membalikan telapak tangan.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Mudin

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap