Hari Ini Adalah Hari Ibu


Hari Ini Adalah Hari Ibu 1

Tiga hari lagi, adalah Hari Ibu Siska ingin memberikan sesuatu pada Ibunya. Siska ingin membelikan kalung yang  di impikan Ibu selama ini, tapi masalahnya uangnya cari dimana. Siska memikirkan bagaimana pun caranya agar bisa mendapatkan uang.

Siska pergi ke rumah Shavira untuk membantu mencarikan solusinya. Setelah sampai ke rumah Shavira, Shavira ingin  mengajak Siska pergi ke taman bermain, tempat dimana kita berdua menyelesaikan masalah dan berbicarakan hal yang menarik.

“Kan tiga hari. Hari Ibu, kamu mau kasih apa untuk Ibumu.” Kata Shavira.

“Aku kasih Ibu kalung, tapi masalahnya uangnya.” Siska berkata sambil menundukkan kepalanya.

“kamu sudah tahu belum kalau besok  ada lomba yang hadiahnya puluhan juta bagi juara pertama lho.” Kata  Shvira yang menceritakan panjang lebar.

“Lomba apa, kapan.” Kata Siska sambil memandang Shavira dengan pernuh penasaran.

“Lomba buat puisi yang bertema Ibu, besok pagi di kumpuli sama petugasnya.” Kata Shavira singkat.

“Ya, sudah aku mau ikut lomba itu, tapi pendaftarannya dimana ya.” Siska berkata sambil pernuh semangat.

“Pendaftarannya di pak Rt, kamu bisa mendaftar sekarang dan kamu bisa buat puisi besok pagi.”Kata Shavira kemudian.

“Ya sudah, tunggu apa lagi yuk pergi.” Siska menjawab sambil memegang tangan Shavira.

“Pergi, pergi kemana.” Kata Shavira.

“Hiii, kamu tuh ya pergi ke rumahnya Pak Rt lah untuk  daftar lomba puisi, dimana sih Shavira.” Siska berkata sambil menarik napasnya dalam – dalam.

“Oooo gitu, yuk kita pergi sekarang.” Kata Shavira.

Setelah sampai ke rumahnya Pak Rt, Siska dan Shavira langsung mengambil formulir pendaftarannya. Dan mereka berdua pun mengisi nama mereka dengan lengkap. Setelah mengisi formulir mereka berdua pun  langsung pulang ke rumah dan Siska pun langsung membuat puisinya yang bertema Terima Kasih Ibu.

Terima Kasih Ibu

Terima kasih ibu

Berkatmu aku ada

Bisa melihat warna warna dunia

Bukan hitam putih

Terima kasih ibu

Berkatmu aku menjadi jasad

Bisa berjalan kemana kaki ingin pergi

Hingga patah lelah

Terima kasih ibu

Berkatmu aku tumbuh besar

Dewasa dan bijak

Didikanmu sudah mengubahku

Terima kasih ibu

Berkatmu aku memiliki keluarga

Memiliki ayah ibu dan adik – adik

Memiliki tempat yang selalu membuatku ingin pulang

Terima kasih ibu

Berkatmu aku memiliki sebuah nama

Nama yang pendek

Tapi indah dan pernuh makna

~“~

Keesokan paginya…

Siska dan Shavira sudah berkumpul di tengah lapangan, dan mereka berdua pun menyerahkan hasil puisi yang mereka buat pada para juri yang akan memilih. Mereka  pun tinggal menungguhasil  pengumumannya,  siapa yang akan menjadi juaranya. Siska selalu berdoa agar bisa membeli kalung pada Ibunya.

“Para peserta harap kumpul, sebentar lagi kami akan membacakan juaraannya.” Kata para Juri kemudian.

Siska dan Shavira tak sabar mendengar hasil  pengumuman itu, Siska mendengar suara para juri yang sangat keras.

“Juara ketiga adalah Lamia Ayu Oktaviana, juara kedua adalah Nur Fitriyani  dan ini adalah juara pertama kita ialah Siska Amalia.” Kata Para Juri.

“Sis…Sisk… Siska kamu juara pertama.”  Shavira memegang tubuhnya Siska.

“Apa aku juara pertama.” Siska tak percaya, bahwa dirinya adalah juara pertama.

“Iya, Siska.” Kata Shavira kemudian.

“Horrrrreee.” Siska langsung menuju di atas panggung untuk mengambil hadiahnya.

Setelah dapat hadiahnya berupa uang 10 juta, dan hadiah itu di bagi dua. Dan mereka langsung membeli hadiah untuk Ibu, Siska ingin membeli kalung untuk Ibuku tercinta yang selama ini Ibu sudah memimpikannya. Dan Siska dan Shavira pergi ke toko perhiasan untuk membeli kalung.

“Pak mau beli kalung ini, berapa harganya, ya pak? .” Kata Siska sambil menujuk kalung itu.

“3juta, Dek.?” Kata Pak Petugas.

“Oooiya Pak ini uangnya, terima kasih ya Pak.” Kata Siska kemudian.

“Iya Dek, terima kasih kembali,” Kata Pak Petugas.

Dan sisanya untuk membeli kertas ucapan untuk Hari Ibu, setelah beli semua keperluan Siska pun langsung menulis untuk Hari Ibu besok. Kartu ucapan itu berwarna merah muda, dan sisa pembeliannya tinggal 1,9 juta. Siska harus menabungkan uang itu di kotak penyimpan. Siska pun langsung menulisnya.

Selamat Hari Ibu

Aku sayang Ibu, Ibu yang selalu mengajaku

Merawatku, sampai tumbuh dewasa

Aku sayang Ibu, Selamat Hari Ibu

Setelah  kartu ucapan itu siap, Siska langsung memasukkan kartu itu di dalam tas Ibunya.

~“~

Keesokan paginya

Siska sudah bangun pagi sekali, sebelum Ibunya mau berangkat kentor Siska langsung menghampiri Ibunya dan memeluknya.

“Ibu, aku punya sesuatu untuk Ibu.” Kata Siska kemudian.

“Apa.?” Ibu penasaran apa yang akan di beri.

“Ibu, ini aku  beri Ibu sebuah kalung.” Kata Siska sambil memberikan kalung itu pada Ibunya.

“Kamu dapat uang dari mana kok bisa membeli kalung ini, ini kan mahal sekali.” Kata Ibu heran.

“Rahasia dong, ini kan jeri payahku kemaren lomba Bu. Tapi kan halal kan Bu.” Siska berkata sambil memeluk Ibu.

“Ya, sudah kalau  gitu Ibu pakai ya.” Kata Ibu.

“Iya, Ibu pakai aja pasti cantik.” Kata Siska.

Siska sayang sama Ibu sebagai mana pun keadaan Ibu sekarang Siska akan sayang sama  Ibu. Terima kasih Ibu kaulah yang selalu menjagaku, merawatku, dan aku tumbuh menjadi anak yang bijak.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Masruroh Fitri

   

Nama saya Masruroh Fitri Cahyawati. Hobi saya menulis cerita pendek.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap