Harusnya Horror menjadi salah satu film Indonesia yang menarik perhatian menjelang penayangannya di bioskop pada Agustus 2026. Film garapan Reza Arap ini menawarkan perpaduan horor dan komedi dengan premis yang tidak biasa. Alih-alih menghadirkan hantu menakutkan, cerita justru mempertemukan kreator konten yang sedang kesulitan finansial dengan sosok hantu yang ingin dianggap menyeramkan. Film ini juga menjadi karya layar lebar terakhir mendiang Lula Lahfah.
Premis Harusnya Horror yang Tidak Biasa
Cerita berpusat pada sekelompok kreator konten yang membutuhkan pemasukan. Pertemuan dengan hantu yang ternyata tidak terlalu menyeramkan kemudian membuka peluang baru. Mereka memutuskan bekerja sama untuk membuat konten horor yang diharapkan mampu menarik perhatian penonton dan menjadi viral.
Kerja sama tersebut tidak hanya menguntungkan para kreator. Sang hantu juga memiliki tujuan sendiri, yaitu membuktikan bahwa dirinya mampu terlihat layaknya sosok mistis yang menakutkan. Situasi inilah yang menjadi sumber komedi sekaligus konflik sepanjang cerita.
Konsep tersebut membuat Harusnya Horror tidak hanya mengandalkan jumpscare. Interaksi antara manusia dan hantu menjadi daya tarik utama yang memberikan warna berbeda dalam genre horor komedi.
Debut Reza Arap sebagai Sutradara
Film ini memiliki posisi khusus dalam perjalanan Reza Arap karena menjadi debutnya sebagai sutradara layar lebar. Ia juga tampil sebagai salah satu pemain utama. Dari sisi pemeran, proyek ini melibatkan sejumlah nama dari lingkaran AAA Clan dan kreator digital.
Beberapa pemain yang terlibat antara lain Lula Lahfah, Tierison, Garry Ang, Yukatheo, Aldy Renaldy, Bravyson, Niko Junius, dan Aloy. Kehadiran para kreator tersebut membuat film terasa dekat dengan kultur konten digital yang menjadi bagian penting dari ceritanya.
Jadwal Tayang di Bioskop
Harusnya Horror dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 20 Agustus 2026. Film ini diproduksi oleh Ess Jay Studios dan menjadi salah satu proyek yang memperluas kiprah rumah produksi tersebut ke layar lebar.
Sebelumnya, film ini mendapat sambutan antusias dari penonton. Tiket ATS (Advance Ticket Sales) bahkan ludes di Jakarta, Depok, Bekasi, Bali, Banjarmasin, Batam, Bogor, Jambi, Lampung, Palembang, Pekanbaru, Makassar, Samarinda, dan Pontianak.
Dengan konsep hantu yang justru membutuhkan bantuan manusia untuk menciptakan konten viral, film ini menawarkan pengalaman berbeda bagi penikmat horor komedi. Harusnya Horror juga membawa nilai emosional tersendiri karena menjadi salah satu karya terakhir Lula Lahfah, sehingga penayangannya dinantikan bukan hanya karena ceritanya, tetapi juga nilai kenangan di balik proses produksinya.
















