Hati-Hati Challenge Kekinian Justru Bocorkan Data Pribadi

Hati-Hati Challenge Kekinian Justru Bocorkan Data Pribadi 1

Bagi kalian yang suka ikut-ikutan tren sebaiknya patut berhati-hati. Tren yang sedang naik daun yang ada di platform media sosial instagram adalah prompt stiker yang ada di instagram story. Memang betul sebenarnya tren tersebut hanya untuk kesenangan belaka, namun perlu diperhatikan ketika kita memberikan informasi sensitif yang hendak dibagikan ke media sosial. Tidak hanya itu banyak pengguna instagram yang sepertinya latah membagikan informasi yang berujung malah merugikan dirinya sendiri.

Hal ini terjadi pada salah satu pengguna instagram yang membagikan kisahnya melalui cuitan di platform Twitter. Dari prompt stiker yang dibagikan, terdapat tulisan spill tanda tangan kamu. Padahal sebenarnya membagikan tanda tangan itu merupakah hal privasi karena dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Bisa jadi dari hal yang remeh malah terkena imbasnya dan berakibat fatal. Contohnya bisa jadi target pencairan pinjaman online. Serem kan? Belum lagi tren di tiktok pun seakan-akan menunjukkan foto kartu identitas.

Selain itu, adapun stiker yang bertuliskan “ngumpulin orang yang suka motoin kaki”. Hal ini sudah mengarah pada fetish.  Fetish merupakan penyimpangan perilaku dan fantasi yang dapat menggairahkan seksual, misalnya seseorang memiliki suatu preferensi objek tertentu yang disukai. Awalnya ingin senang-senang, justru malah menjadi celah bagi pelaku pelecehan seksual.

Tantangan yang viral yang dilakukan orang-orang membuat gelap mata. Saat ini pun sudah mengarah ke kebocoran data pribadi. Jika melihat fenomena ini, semua hal yang terkait dengan tren mengumbar data pribadi ke ranah publik dapat diidentifikasikan sebagai profiling. Adanya profiling mengacu pada tendensi atas tindakan guna untuk mengumpulkan data mengenai individu. Profiling dapat dilakukan dengan mengumpulkan data-data pribadi yang kita umbar melalui media sosial. Tanpa sadar hal yang kita unggah pun dapat dilihat oleh followers maupun non-followers dengan mengikuti challenge kekinian, bahkan jangan jangan kita punya stalker.

Dampak selanjutnya, bisa menjadi korban penipuan seperti yang dialami oleh pengguna Twitter dengan username ditamoechtar_. Ia bercerita bahwa temannya tertipu saat ada seseorang menelepon dan meminta transfer. Hal yang membuat teman korban ini percaya adalah si penipu ini memanggil dengan sebutan masa kecil dan hanya orang-orang terdekat yang tahu. Setelah ia sadar, ternyata korban habis ikutan tren prompt stiker yang ada di instagram story. Prompt stiker bertuliskan “variasi panggilan nama kamu”. Tips jitu untuk tidak tertipu akal bulus si penipu adalah kita sebetulnya jangan panik dan minta bantuan dengan orang terdekat. Jangan mudah percaya, karena penipu sudah canggih di zaman sekarang. Dari kasus diatas, penipu pun dapat beraksi seolah-olah sudah kenal dekat dengan target korban.

Cuitan viral ditamoechtar_ mengenai pengalaman teman korban tertipu sehabis mengikuti tren prompt stiker di Instagram. Sumber: Twitter
Cuitan viral ditamoechtar_ mengenai pengalaman teman korban tertipu sehabis mengikuti tren prompt stiker di Instagram. Sumber: Twitter

Banyaknya masyarakat Indonesia yang masih latah dalam membagikan sesuatu hal yang bersifat pribadi ke ranah media sosial membuat mereka seakan terlena dan berlindung dibalik just for fun. Memang banyak pertanyaan yang seru, namun kita sebagai pengguna yang cerdas perlu memilah-milah mana yang perlu diikuti atau tidak.

Kita perlu was was, internet is such a scary place. Think twice before update. Jangan sampai perasaan fear of missing out malah membuatmu kebobolan data dan jadi target penipuan. 

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Winda Nurmalita