Hayy Ibnu yaqzan : Mencari Jati diri

Hayy Ibnu yaqzan : Mencari Jati diri 1

beranjak genap 7 tahun Hayy mulai berfikir lazimnya manusia. dengan memperhatikan dan membandingkan dengan hewan-hewan di sekitarnya, Hayy mulai merasa ada perbedaan dengan para hewan. setiap mereka masing-masing memiliki bentuk tubuh dan sistem pertahanan yang berbeda, mempunyai cakar, tanduk, sayap, tubuh yang besar, kecepatan dalam bergerak. sedangkan dirinya ia dapati sebagai makhluk yang sangat lemah diantara para binatang-binatang tersebut, sehingga ketika memperebutkan buah-buahan dia sering kalah dan tersingkir. saat memerhatikan hewan-hewan yang lemah yang tidak memiliki sistem pertahanan juga tidak didapati dirinya memiliki kesamaan. setelah menjalani hidup serba kekurangan Hayy mulai berfikir mencari jalan keluar, hasil dari pengamatan sederhana dan perbandingan antara binatang Hayy , membuat alat dari kayu-kayu cabang pohon untuk dijadikan tombak melawan para binatang, kemudian juga membuat pakaian sangat sederhana dari dedaunan yang apabila kering akan rontok sendiri dari badan Hayy.

Hayy Ibnu yaqzan : Mencari Jati diri 3

Hayy adalah seorang anak kecil yang terlahir terbuang di sebuah pulau dan kemudian di asuh serta di rawat oleh seekor rusa. Selama bertahun-bertahun kehidupan Hayy selalu di dampingi oleh sang rusa. Saat Hayy kehausan sang rusa memberikan air susunya yang melimpah, menuntun Hayy dalam menemukan buah-buah segar di dalam hutan dan memberikan kehangatan saat dingin dengan bulu-bulu binatang. saat matahari terbit sang rusa memberikan tempat teduh yang rindang sampai usia hayy mencapai 2 tahun hingga ia bisa berjalan dan giginya tumbuh dengan sempurna.

Hayy merasa dirinya memiliki banyak kelebihan dari para binatang, mempunyai alat untuk mempertahankan diri yang lebih kuat dan panjang dari para binatang dan mampu membuat alat untuk menutup diri dengan bahan daun dan kali ini daun yang dipakai oleh mempunyai kualitas lebih kuat dari yang sebelumnya. sampai akhirnya Hayy mengambil bulu-bulu dan kulit binatang bersama ekornya untuk dijadikan pakaian yang lebih hangat dan lebih menutupi dirinya sehingga saat berhadapan dengan binatang mereka merasa bagian yang lebih kuat dan tidak mengganggu lagi Hayy. saat Hayy belajar mempertahankan dirinya, Hayy ditimpa musibah dengan matinya sang rusa yang selama ini mengasuhnya dengan penuh kasih sayang, Hayy kemudian memeriksa apakah ada tanda-tanda luka dan sakit di badannya. sehingga menuntun Hayy untuk membelah badan sang rusa dan menganalisa pangkal penyakit yang ada di dalam badan rusa, Hayy kemudian mengamati organ-organ dalam badan rusa.

selama ditinggal mati sang rusa Hayy mulai mengeksplorasi bagian pulau yang tidak pernah dia kunjungi, mengelilingi bagian tepi laut dan mendapati bahwa Hayy makhluk yang berbeda sendiri dengan yang lainnya. dari sini hayy mendapati api yang bersumber dari kayu yang sudah kering dengan pancaran sinar matahari. kemudian menemukan api menjadikan pengetahuan Hayy semakin bertambah, hingg kesehariannya mengamati api dengan seksama dengan uji coba memegangnya hingga merasakan panas dan melemparkan segala benda yang ada kedalam api. api tersebut dibawa ketempat istirahatnya dengan memberikan lebih banyak kayu di saat malam saat mulai gelap gulita. dengan api yang dia punya, Hayy memulai membakar ikan karena dagingnya yang lembut jadi menurut pengamatannya tidak memakan waktu yang lama untuk kemudian menjadi matang.

Bersambung …

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Rifqi Muslim

   

Alumni UIN Walisongo Semarang Jurusan Aqidah Filsafat