Hey Kamu Korban Broken Home, Stop Salahkan Dirimu!

Hey Kamu Korban Broken Home, Stop Salahkan Dirimu!

Salah satu dampak terburuk dari sebuah perceraian adalah terguncangnya mental anak-anak. Mereka yang masih dalam tahap pertumbuhan, perkembangan serta haus kasih sayang harus menerima kenyataan pahit bahwa dunianya tidak sama lagi.

Menyalahkan kehadiran anak-anak dan menjadikan mereka beban merupakan sebuah sikap yang tidak pantas dilakukan siapapun, termasuk yang mengaku sebagai ayah atau ibu.

Perceraian bisa terjadi kepada siapa saja. Pada sebuah rumah tangga yang terlihat harmonis, berkelimpahan secara materi dan tidak pernah terlihat ada masalah. Juga di yang selalu dikungkung masalah ekonomi dan selalu dihiasi percekcokan. Memilih bercerai pasti tidak mudah. Suami dan istri harus mengambil keputusan sulit yang akan berpengaruh pada hidup mereka kelak. Namun yang sering dilupakan adalah anak-anak yang menjadi korban perceraian.

Baca juga  Tips Memilih Permainan Anak Saat Untuk Melatih Kecerdasan Sang Buah Hati

Anak-anak

Hey Kamu Korban Broken Home, Stop Salahkan Dirimu!

Anak-anak , begitu mereka sering disebut. Sebuah label yang tentu saja tidak enak untuk disandang. Sebuah generasi dari yang rusak, hancur, bobrok dan tak mampu menjaga keutuhannya. Terlebih jika berada di lingkungan yang penuh teman toksik, guru yang tidak peduli dan tetangga yang suka bergunjing. Lantas, apakah hal ini berpengaruh bagi kehidupan mereka? Tentu saja!

Banyak anak harus berjuang lebih keras. Pertama mereka harus memilih antara mama dan papa. Antara ayah yang melindungi mereka dan memberikan perlindungan, atau ibu yang melahirkan dengan penuh kasih sayang dan memelihara dengan cinta yang tak pernah berkesudahan. Dari titik ini saja, mereka sudah menjadi berbeda dari kebanyakan anak lain, yang mendapat cinta dari ayah sekaligus ibu.

Baca juga  5 Cara Mengatasi Anak Susah Makan dan Pilih - pilih Makanan

 

Stop Salahkan Diri Sendiri

Hey Kamu Korban Broken Home, Stop Salahkan Dirimu!

Perceraian bisa karena banyak hal, namun menyalahkan anak-anak adalah sebuah hal yang tidak bijaksana. Justru harusnya keberadaan anak-anak yang wajib mendapat kasih sayang dan cinta kasih dari orang tua bisa menjadi katalis serta pengikat akan keutuhan rumah tangga.

Anak-anak bukan beban. Mereka anugerah. Mereka hadir karena keputusan dari orang tua. Menyalahkan kehadiran anak-anak dan menjadikan mereka beban merupakan sebuah sikap yang tidak pantas dilakukan siapapun, termasuk yang mengaku sebagai ayah atau ibu.

Baca juga  Rayakan Malam Tahun Baru Bersama Keluarga dengan Hidangan Ini

Kecenderungan lain adalah anak-anak justru berpotensi melakukan self blaming, yakni menyalahkan diri sendiri. Ini merupakan hal yang berbahaya. Mereka menjadi kehilangan kepercayaan diri. Beban yang dipikulpun akan semakin terasa berat.

Bangkit!

Menjadi korban , termasuk berada di yang utuh tetapi miskin cinta kasih, adalah sebuah fakta menyedihkan. Namun itu bukan berarti membuat kalian anak-anak harus pasrah!

 

Bangkitlah! Kuatkan hatimu!

Hey Kamu Korban Broken Home, Stop Salahkan Dirimu!

Tunjukkan kepada semua orang bahkan kalian adalah sosok yang tidak pernah menyerah. Jadilah berhasil. Ketahui cara menjadi orang sukses dan raih kebahagianmu. Lebih dari itu, jangan ulangi kesalahan yang pernah terjadi. Jadikan semua sebagai pelajaran berharga. Kalian pasti bisa!

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Koala Merah

   

Seorang penulis lepas yang suka fotografi, koding dan seni kontemporer. Tertarik dengan isu sosial, kreativitas dan teknologi.