Hidup Bukan Hanya Menunggu Mati

Hidup Bukan Hanya Menunggu Mati 1

Hidup adalah aktivitas menunggu mati. Apa gunanya semua hidup ini? mengapa aku hidup? Untuk apa semua ini? semuanya akan lenyap. Semuanya akan gelap. Tidak ada terang. Tidak ada pelita. Semuanya sirna. Bagaimana aku hidup? Ah Tuhan …mengapa Engkau melempar aku ke dunia ini? apa tugas yang kau berikan kepadaku di dunia ini?

Ah…semuanya tidak berguna. Untuk apa aku belajar? Toh pada akhirnya aku mati. Betapa bodohnya semua manusia yang sibuk melakukan ini dan itu. Mereka tidak sadar bahwa mereka pada akhirnya akan mati.

Aku memikirkan semuanya itu sambil menghisap rokok dalam-dalam. rokok ini juga tidak berguna… pada akhirnya aku mati. Tiba-tiba pintu kamar kosku diketuk…

“Siapa?” (teriakku dengan ketus)

“ vano” (aku kira dia menjawab dengan gugup gara-gara teriakanku)

“Masuk” (aku bertanya dalam hati untuk apa bangsat itu datang ke kamar ku)

dia pun masuk ke kamar ku. “ jansen kamu nggak ke gereja? Udah telat nih.. ayo buruan…”

aku melihat dia dari ujung kaki sampai kepala.

“hei vano..untuk apa kamu ke gereja ..toh hidup ini menunggu mati. Nggak usah susah-susah deh pergi ke gereja kamu pasti mati juga.”(kataku dengan kasar)

“loh kok kamu bilang begitu…ini kan hari Tuhan!” (jawabnya dengan penuh kepolosan).

“ Hei vano kalo kamu mau pergi..pergi sana ….nggak usah ajak orang…dan juga kedua…kamu nggak usah nasehatin aku.. kamu gunakan hidup untuk menasehati orang padahal kamu toh akan mati…kamu keluar dari kamar ku..pergi sana!!!”(baru kali ini aku pernah marah dengan orang lain sekasar ini apalagi dengan vano temanku selama ini).

vano kaget melihat reaksiku. Dia tidak menyangka bahwa aku akan bereaksi sepeti itu. Dia pun keluar dari kamar ku. Setelah dia keluar aku langsung membanting pintu dan menutup rapat-rapat. Aku lalui hari minggu itu dengan merokok. Dengan tidur, aku mau menunggu mati.

Hari senin menunggu mati. Jam weker membangunkanku pagi itu. Aku melihat jarum jam menunjukkan pukul 07.00. aku tidak mau pergi kuliah hari ini. untuk apa belajar banyak-banyak kalo ujung-ujungnya akan mati. Belajar atau tidak belajar sama-sama mati. Kaya atau miskin ya ujung-ujungnya akan mati. Aku memutuskan untuk berhenti kuliah. Aku memutuskan untuk menunggu mati. Terserah apa kata orang. Terserah apa reaksi orangtuaku.. betapa tidak sadarnya mereka bahwa semua orang akan mati. Kembali aku merokok lagi. Aku menghisap rokok dalam-dalam sekadar menunggu mati. Aku memutuskan menunggu mati pada hari senin ini.

Hari selasa menunggu mati. Aku kembali dibangunkan weker yang dibuat manusia untuk menghitung waktu manusia untuk hidup. Aku hanya melihat jam itu sambil menatap dalam-dalam. aku melihat jarum jam yang bergerak pelan. apa itu waktu? Aku pikir tidak ada waktu. Waktu diciptakan manusia untuk ya menunggu mati. Untuk sekedar menunggu mati, aku mau menghabiskan waktuku, uangku dengan membeli minuman keras…yah..hitung-hitung hanya aktivitas sampingan selain menunggu mati.

Hari rabu menunggu mati. Apakah semua keluarga akan menangis kalau saya mati? Tiba-tiba aku memikirkan hal ini hari ini. Mereka mungkin tidak sadar bahwa mereka juga akan mati. Berarti ya orang yang akan mati menangisi orang yang sedang mati. Semua manusia juga pasti melakukan hal yang sama. Kalau ada yang mati pasti ada yang menangis. Pada gilirannya mereka yang menangis pasti akan mati kemudian ditangisi oleh mereka yang akan mati di kemudian hari. Berarti menangis itu kegiatan sekedar menunggu mati. Aku pun sedang memikirkan kematian merupakan aktivitas menunggu mati.

Hari kamis menunggu mati. Hari ini uangku habis. Aku mau menggadaikan laptop dan menggunakan uang itu untuk kesenanganku. Apa gunanya laptop kalau aku mati?

Hari jumat menunggu mati. Aku melihat sekeliling kosku. Semua orang sibuk. Semua orang menyibukkan diri. Ada anak-anak yang sedang sibuk bermain. Ada orang dewasa yang sibuk berjualan. Ada yang sedang berjalan dan memakasi dasi. Ada yang hanya duduk dan meminta-meminta. Ada yang membawa mobil. Ada yang membawa sepeda. Ada yang berjalan. Semua aktivitas manusia adalah aktivitas pelarian untuk mengisi hidup. Mereka tidak mau memikirkan tentang kematian makanya mereka sibuk beraktivitas.

Hari sabtu : apakah menunggu mati? Semuanya hampa. Apa sebenarnya hidup itu? Aku menghabiskan seluruh uangku. Tidak ada sesuatu yang aku nikmati di sini.

Aku sedang lapar sekarang. Aku tidak tahu bagaimana aku makan hari ini. Sudah satu minggu aku tidak ikut kuliah. Semua temanku menjauhi aku.

Tiba-tiba vano melintas di depan kamarku. Secara tidak sengaja dia melihat ekspresi kelaparanku. Kebetulan siang itu, aku tidak menutup pintu. Dia berdiri di depan aku yang sedang duduk merintih menahan lapar. Vano menyodorkan nasi bungkus.

“nih ada nasi kamu makan ya..aku pikir kamu pasti belum makan” katanya dengan lembut.

“terimakasih” (aku menerima nasi bungkus itu sambil malu-malu. Apalagi aku mengingat bahwa aku pernah mengusirnya dari kamarku ini). Sambil makan aku melihat dia duduk di tempat tidurku. Dia sedang memperhatikan kamarku yang berantakan.

“kusno, aku tahu kok kamu sedang menunggu mati.” (Katanya sambil melihat seisi kamarku) “tapi paling tidaklah saat kamu sedang menunggu mati kamu berada dalam suasana yang damai dan nyaman.” (aku pikir dia mungkin mengejekku).

“kusno, kamu tahu apa itu hidup? Apa itu mati?” (Dia melihat aku dengan serius) kamu itu sebenarnya sudah mati walaupun masih hidup. Ketika kamu sedang menunggu mati itulah kematian. Kalau kamu sedang hidup berarti kamu harus benar-benar hidup. Aktivitas rutin yang kamu jalani setiap hari mungkin membuat kamu merasakan apa yang dijalani sebagai hal yang biasa, tidak ada yang istimewa. Bahkan bisa jadi semua terasa membosankan karena dijalani setiap hari. Padahal ada banyak hal yang semestinya bisa disyukuri setiap saat. Kamu seharusnya bersyukur bahwa Tuhan masih memberikan nafas kehidupan kepada kamu. Tuhan masih mengutus orangtua kamu untuk membimbing, melindungi dan menjaga kamu. Lupa untuk bersyukur akan hidup membuat kamu sulit untuk menikmati apa yang sedang dihadapi saat ini.

Jika kamu ingin bahagia dalam menjalani hidup, menikmati apa yang ada tentu sangat dibutuhkan. Jika sudah tidak ada lagi yang bisa dinikmati dan disyukuri dalam hidup, hati-hati perasaan hampa akan mengganggu dan berakibat fatal jika dibiarkan terus berkelanjutan. Karenanya perlu mencari tahu mengapa sulit untuk menikmati apa yang ada agar bisa segera dicari solusinya sehingga kamu bisa menjalani hidup dengan bahagia.

Kusno, hidup ini bukan hanya soal menunggu mati tetapi bagaimana kamu menikmati setiap rahmat yang Tuhan berikan kepada kamu. Kamu harus menikmati hidup ini dengan melakukan hal-hal yang bermakna karena semuanya itu diperhitungkan di dunia akhirat. Hidup ini hanya bersifat sementara. Akan tetapi kesementaraan hidup ini menentukan apakah kamu layak masuk surga atau neraka.

Aku hanya tertegun mendengar kebijaksanaan yang keluar dari mulut sahabat baikku ini. Dalam hati aku menyesal karena selama ini aku kurang mampu melihat segala anugerah yang Tuhan berikan kepadaku.

“Kusno, aku keluar dulu ya..semoga apa yang aku sampaikan berguna bagi hidup kamu. Ingat ya hidup ini bukan soal menunggu mati.” (Dia berjalan ke luar sambil menepuk pundakku).

“Terimakasih, ya vano, kamu sudah membuka pikiranku yang sempit ini.” (vano hanya tersenyum sambil menutup pelan-pelan pintu kamarku).

Hari minggu : hari bersyukur.

“Tok..tok…kusno..kusno..ayo kita ke gereja” (kusno mengetuk kamarku dengan keras)

“Ayo..”(aku langsung membuka pintu kamarku). Vano terkejut melihat aku yang sudah rapi.

“Ayo van ..kenapa melongo begitu..ayo kita ke gereja.. karena hidup ini bukan hanya menunggu mati.”

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

kardi manfour