Hindari Kematian dengan Mengetahui Tanda-Tanda Kanker Payudara dan Pencegahannya


kanker payudara

Diantara sekian banyak penyakit yang memiliki risiko tinggi dan mengancam kaum wanita, salah satunya adalah . Ironisnya, sekitar 70 persen penderita terlambat menyadari kalau sedang terserang penyakit yang mematikan ini.

Akibatnya, karena sudah berada dalam kondisi stadium lanjut, maka tidak ada yang dapat diperbuat selain melakukan kemoterapi bahkan pengangkatan melalui proses pembedahan.

Untuk itulah, mengetahui tanda-tanda dan cara pencegahannya hukumnya wajib bagi kaum wanita, guna mencegah risiko terburuk dari penyakit ini, yaitu kematian. Berikut tanda-tanda penyakit dan pencegahannya.

Tanda-tanda

Sebagaimana dikutip dari cosmopolitan.co (18/10/2017), setidaknya ada lima tanda-tanda khusus dari pengidap . Tanda-tanda khusus tersebut adalah:

  1. Pada salah satu atau kedua terdapat benjolan
  2. Penderita akan merasakan sakit secara terus menerus pada bagian payudaranya
  3. Terjadi perubahan bentuk pada
  4. Muncul sejumlah permasalahan pada bagian puting, seperti warna puting berubah kemerah-merahan, terjadi inversi atau puting masuk ke dalam, bagian puting berubah kasar atau mengalami luka
  5. mengeluarkan cairan meskipun tidak ditekan

Pencegahan Terhadap

Selain wajib mengetahui tanda-tanda serangan , kaum wanita juga harus mengetahui cara untuk mencegah penyakit yang mematikan ini. Berikut cara mencegah sebagaimana disarikan dari kumparan.com (05/05/2018) dan tribunnews.com (15/08/2017).

1. Hindari Minuman Beralkohol 

Mengkonsumsi segelas minuman beralkohol perhari sama dengan menaikkan risiko terserang sampai dengan 25 persen. Selain itu, minuman beralkohol juga berisiko terhadap kesehatan janin bila dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil. Jadi, hindari minuman beralkohol, apalagi buat kaum muslim yang memang dilarang oleh agama.

2. Kurangi Konsumsi Lemak 

Mengkonsumsi makanan yang tidak sehat dapat berpoternsi menjadi penyebab munculnya penyakit, salah satunya adalah penyakit . Untuk itu, kurangi berbagai jenis makanan yang mengandung unsur lemak jenuh, lemak trans dan omega-6, sebaliknya, perbanyak mengkonsumsi makanan yang mengandung unsur omega-3 seperti ikan laut, selenium, antioksidan serta mineral yang terdapat pada biji-bijian yang terbukti memiliki kandungan anti-.

3. Perbanyak Mengkonsumsi Makanan Alami

Potensi terserang penyakit juga semakin bertambah besar jika kerapkali mengkonsumsi makanan ringan dengan campuran bahan kimia, makanan cepat saji serta buah-buahan yangmengandung pestisida. So, perbanyak mengkonsumsi makanan alami.

4. Rutin Berolahraga

Tidak perlu harus melakukan olahraga berat, tapi cukup dengan melakukan jogging dua kali dalam seminggu selama 45 – 75 menit setiap kali jogging, maka akan sangat membantu mengontrol berat badan. Dengan berat badan yang ideal, risiko terserang penyakitpun akan berkurang termasuk penyakit .

5. Memeriksa Sendiri Kondisi

Untuk memeriksa sendiri kondisi dapat dilakukan di depan cermin dengan mengangkat ke atas kedua lengan. Dorong siku kearah depan dan belakang, lalu tempatkan kedua tangan pada pinggang dan condongkan bahu ke depan. Amati bentuk serta ukuran .

Cara lain dapat dilakukan dengan meraba menggunakan ujung jari tangan kanan. Perhatikan seluruh bagian sampai dengan ketiak dan cubit bagian puting untuk mengetahui apakah mengeluarkan cairan atau tidak. Jika mengeluarkan cairan, segera konsultasikan dengan dokter.

Hal yang perlu diperhatikan, setiap kali melakukan pemeriksaan, perhatikan bentuk serta ukuran dari payudara. Pemeriksaan secara mandiri ini dilakukan pada 7 – 10 hari pasca menstruasi dan harus dilakukan setiap 1 – 3 bulan sekali.

6. Periksa ke Dokter Secara Rutin

Karena payudara terbentuk dari kelenjar, banyak wanita yang kesulitan dalam membedakan benjolan yang memang terbentuk oleh kelenjar dengan benjolan yang diakibatkan oleh . Itu sebabnya, melakukan pemeriksaan secara berkala ke tempat praktik dokter perlu dilakukan, agar dapat mengetahui lebih dini terhadap serangan payudara. Jika terdeteksi lebih dini, peluang untuk sembuh akan lebih besar.

7. USG (Ultrasonografi) dan Mammogram

Bagi kaum wanita yang berusia dibawah 35 tahun disarankan untuk melakukan pemeriksaan USG (Ultrasonografi) dengan mengambil sampel cairan pada jaringan payudara, sedang bagi wanita  yang usianya diatas 35 tahun direkomendasikan melakukan pemeriksaan mammogram. Kedua jenis pemeriksaan tersebut sebaiknya dilakukan secara rutin setahun sekali guna mendeteksi lebih awal adanya tumor atau payudara.

Demikian cara untuk mengetahui tanda-tanda payudara dan pencegahannya, guna menghindari risiko serangan dari penyakit yang mematikan ini. (*)

Baca Juga

Exit mobile version