Hujan Saat Imlek Menurut Ilmu Pengetahuan

Hujan Saat Imlek Menurut Ilmu Pengetahuan 1

Coba perhatikan. Setiap menjelang hingga saat perayaan tahun baru Imlek, selalu saja hujan. Bahkan pada beberapa wilayah di Indonesia hujan turun dengan intensitas sedang bahkan tinggi, yang tak jarang mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor.

Bagi kalangan awam, hujan saat Imlek sering dikaitkan dengan mitos turunnya para dewa ke bumi untuk membagikan rezeki kepada manusia selama setahun. Mitos ini muncul karena ketidaktahuan mereka terhadap Imlek.

Imlek yang sebenarnya merupakan perayaan yang dilaksanakan berdasarkan tradisi, justru dipahami mereka sebagai perayaan agama Konghucu. Padahal, orang yang bukan beragama Konghucu tapi masih keturunan Tionghoa bisa ikut merayakan.

Pada sisi lain, hujan yang selalu turun saat Imlek ternyata bisa dijelaskan dengan menggunakan ilmu pengetahuan.

Pada sisi lain, hujan yang selalu turun saat Imlek ternyata bisa dijelaskan dengan menggunakan ilmu pengetahuan, khususnya meteorologi. Ya, meteorologi merupakan sebutan untuk ilmu yang mempelajari tentang cuaca.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), meteorologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri fisika dan kimia atmosfer untuk meramalkan keadaan cuaca. Ilmu inilah yang digunakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam upaya menyajikan prakiraan cuaca kepada masyarakat.

Lantas bagaimana sebenarnya pandangan ilmu pengetahuan terhadap mitos hujan saat Imlek? Pertanyaan ini sebenarnya sangat mudah dijawab jika kita mengetahui terlebih dahulu tentang perhitungan kalender Imlek.

Kalender Imlek pada dasarnya menggunakan perhitungan yang sedikit berbeda dengan kalender Masehi maupun kalender Hijriah. Yaitu bahwa kalender Imlek menggunakan sistem Lunisolar, yang menggabungkan siklus matahari dan siklus bulan.

Berdasarkan sistem Lunisolar tersebut, jumlah hari dalam setahun berada di antara 354 hari sampai 385 hari. Namun meski lumayan bervariasi, tahun baru Imlek selalu jatuh di antara tanggal 21 Januari hingga 21 Februari.

Nah, jika ditarik lebih jauh lagi, di Indonesia terdapat dua musim yakni musim hujan dan musim kemarau. Masing-masing musim berlangsung selama enam bulan. Jika mengacu pada meteorologi, puncak musim hujan sering pula terjadi pada Januari dan Februari.

Sehingga sudah bisa dipastikan bahwa hujan yang turun sejak menjelang hingga saat Imlek disebabkan karena puncak musim hujan yang terjadi bersamaan dengannya. Begitulah adanya.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Sahril Kadir

   

Tulisanku membuatku tetap hidup, meski saat ku tiada nanti