Hypophrenia, Sudahkah Kamu Tahu?

Hypophrenia, Sudahkah Kamu Tahu?

Pernahkah kamu tiba-tiba merasakan sedih dan menangis tanpa alasan yang jelas? Stts… jangan-jangan kamu mengalami hypophrenia. Hah? Apa itu? Istilah hypophrenia untuk Sebagian orang mungkin terdengar asing.

Istilah ini merupakan perasaan emosional manusia yang sebenarnya merupakan respon terhadap suatu keadaan yang menimpa diri sendiri, menjadi tidak normal apabila seseorang itu merasakan sedih dan tiba-tiba menangis begitu saja tanpa alasan yang jelas.  

Keadaan ini bisa berdampak negatif terhadap hubungan sosial, pekerjaan bahkan kesehatan fisik seseorang.

Menurut para ahli, merasakan kesedihan secara tiba-tiba tanpa disertai alasan yang jelas  bisa menjadi suatu indikasi masalah yang mendasar pada kondisi mental dan fisik. Lalu apa saja penyebab gangguan Hypophreniaini? Berikut ulasannya!

1. Kondisi kecemasan yang berlebihan

Kondisi kecemasan yang berlebihan bisanya menjadi indikasi hypophrenia, kecemasan ini bisa muncul akibat trauma atau kejadian menyedihkan di masa lalu. Gangguan kecemasan ini membuat pikiran terfokus pada suatu masalah yang kemudian membuat berpikir terus menerus tanpa memberi waktu untuk beristirahat sehingga  berakibat fisik menjadi lelah dan lesu yang membuat perasaan sedih dan menangis tanpa alasan.

2. Depresi atau stress

Jika seseorang sedang mengalami stress atau deprsi yang disebabkan oleh banyak hal, secara tidak langsung mereka akan merasa cemas dan sedih. Tingkat kecemasan yang tinggi inilah yang menyebabkan rasa sedih dan menangis tiba-tiba. Tanpa disadari apa alasan utama penyebabnya.

3. Post Traumatic Stres Disoder (PTSD)

PTSD merupakan kondisi mental ketika mengalami serangan panik yang berlebihan biasanya serangan panik ini dipicu oleh trauma pengalaman masa lalu. Biasanya Wanita lebih rentan mengalami PTSD karena kebanyakan Wanita lebih sensitif terhadap perubahan.

4. Pseudobulbar Affect (PBA)

Selain dari sisi psikologis, hypophrenia bisa dialami oleh seseorang  karena factor Kesehatan fisik yang menganggu sistem neurologi atau dikenal dengan istilah Pseudobulbar Affect (PBA).  Biasanya kondisi ini terjadi pada seseorang karena adanya ketidakmampuan mengendalikan emosi seperti seseorang dengan Riwayat penyakit dementia, stroke, Parkinson bahkan Alzheimer.

Lalu apa gejala seseorang mengalami gangguan hypophrenia?

Para ahli menyebutkan, seseorang yang mengalami gangguan hypophrenia akan menunjukan sikap yang sensitive, ketus dan kurang bisa diajak berkomunikasi. Ini terjadi karena adanya perubahan emosi secara tiba-tiba yang kemudian menimbulkan rasa sedih dan menangis tanpa sebab.

 Lalu bagaimana cara menanganinya?

Untuk mengatasi rasa sedih ini kitab isa melakukan beberapa langka, diantaranya:

1. Berbagi

Seperti yang kita ketahui manusia tidak bisa hidup sendiri, maka tidak seharusnya kita menyiman masalah sendiri. Kita bisa berbagi kepada keluarga, sahabat atau bahkan seorang ahli di bidang psikis sepeti psikiater atau psikolog dengan tujuan melegakan beban perasaan.

2. Menerima

Yang dimaksud dengan menerima di sini adalah kita harus mampu menerima hal-hal yang menjadi penyebab kesedihan dan menyadari bahwa tidak semua hal berjalan sesuai dengan harapan kita, dengan begitu perasaan kita akan menjadi lebih tenang.

3. Terapi perilaku

Apabila kesedihan yang dialami sudah melewati tahap wajar maka intervensi medis berupa terapi perilaku yang dikombinasikan dengan terapi obat-obatan. Pda tahap ini psikiater adalah langkah yang tepat karena penanganannya lebih efektif.

Nah itulah ulasan tentang hypophernia. Sttt…apakah kamu mengalaminya Semoga bermanfaat!

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

ofieTanpaKumis