Industri Jual Beli Skripsi: Sebuah Pertaruhan Integritas Bangsa!

Industri Jual Beli Skripsi: Sebuah Pertaruhan Integritas Bangsa!

Mendapat gelar pendidikan tinggi merupakan sebuah impian yang ingin dicapai oleh banyak kalangan masyarakat karena memberikan sokongan lebih untuk berkarir dalam bidang tertentu.

Bukan hal yang mudah tentunya menjalani perkuliahan dengan tugas seabrek yang menekankan pada analisis serta kemampuan menulis terutama dalam menyusun tugas akhir, atau bahasa kerennya skripsi.

Banyak masyarakat yang salah kaprah bahwa skripsi menjadi penentu keberhasilan seseorang sebagai mahasiswa, padahal skripsi hanya secuil kerikil yang harus dihadapi selama perkuliahan.

 Skripsi pada dasarnya menguji kemampuan seorang mahasiswa dalam memanfaat ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan untuk melakukan riset yang merupakan satu dari tri dharma perguruan tinggi selain pendidikan dan pengabdian.

Tak jarang permasalahan ditemui selama proses riset, sebagian besar bekerja keras karena percaya bahwa ini adalah proses belajar.

Namun sebagian kecil lainnya (atau mungkin lebih) justru menganggap ini beban dan ketakutan sebelum memulai.

Baca juga  Sudut Pandang Hukum Mengenai Kedudukan Seorang Anak

Tak heran ‘industri’ jual beli skripsi makin marak dan merajelala di kalangan mahasiswa.

Tak bisa dipungkiri transaksi semacam ini sudah ada sejak lama baik di perguruan tinggi swasta maupun negeri, bahkan herannya tak jarang dosen sendiri yang menjual skripsi kepada mahasiswa bimbingannya.

Sangat miris sekali melihat tenaga pendidik yang harusnya memberikan bimbingan guna meningkatkan kemampuan analisis dan berpikir mahasiswa melakukan hal tersebut.

Perkembangan teknologi yang kian berkembang nyatanya turut membuat para penyedia jasa ini makin tak punya malu dengan adanya selebaran jual skripsi baik dalam bentuk cetak yang ditempel dengan menterengnya di tempat terbuka maupun secara online melalui sosial media dan internet.

Jasa pembuatan skripsi online tersebut sangat mudah ditemukan, cukup ketikan kata kunci “jual skripsi” di mesin pencarian.

Baca juga  Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi

Banyak jenis penawaran yang diberikan mulai dari skripsi jadi atau dijual perbab sesuai pesanan.

Sebuah lawakan juga sering muncul pada syarat dan ketentuan yang diberikan penyedia jasa yaitu berprinsip untuk memberikan skripsi yang anti plagiarisme.

Seolah-olah membenarkan tindakannya dan menjadi orang baik.

Banyak cerita yang pernah didengar penulis dari berbagai kawan terkait jual beli skripsi ini.

Ada yang mengalami kesulitan karena banyak revisi yang diberikan, ada juga yang ditolak mentah-mentah oleh dosen pembimbingnya (padahal skripsi sudah dibayar lunas, lho!), ada juga yang lebih kurang beruntung karena tiap revisi dan perbaikan memerlukan biaya tambahan hingga menguras habis uang di kantong.

Dari sini dapat dilihat bahwa mereka yang membeli skripsi dengan dalih memiliki kesibukan lain seperti bekerja atau justru menolak bahwa membuat tulisan ilmiah merupakan bagian penting dari perkuliahan, sebenarnya hanyalah seorang pemalas yang tidak mau mencoba.

Baca juga  Dampak Negatif & Positif Sekolah Online

Industri ini sangat merugikan dari segala aspek. Skripsi dibuat untuk meningkatkan kekayaan intelektual suatu bangsa, namun apa daya bukannya semakin meningkat justru terjerobos hingga ke dasar jurang akibat oknum tersebut.

Menyakitkan melihat realita yang ditutupi. Banyak yang tahu, tapi lebih banyak lagi yang memilih untuk menutup mata dan telinga terhadap praktek ini.

Tak hanya mahasiswa dan penyedia jasa namun juga dosen, perguruan tinggi, dan bangsa ini benar-benar mempertaruhkan integritasnya.

Hanya sedikit yang berani bertindak. Tidak ada hukum kuat yang mengatur tentang hal ini – paling-paling cuma obrolan kampus saja, atau bahkan kong kali kong sama dosen juga bisa hehe.

Jika ingin pendidikan maju, riset merupakan sebuah pondasi penting sebagai sumber kekayaan intelektual bangsa.

Banyak cendekiawan yang berjuang membawa taraf pendidikan bangsa ini menjadi lebih baik, namun dikotori oleh hal ilegal semacam itu.

Apakah pemerintah harus membuat aturan tentang hal ini? Tentu saja, memang siapa lagi yang memiliki kendali kuat terhadap legislasi?

Namun semua tak akan ada artinya jika setiap individu tak memiliki integritas, sebuah hal yang benar-benar harus ditumbuhkembangkan di Indonesia.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Artattraction

   

Saya adalah seorang mahasiswa yang memiliki hobi melukis dan digital design. Selain itu, sejak SMP saya sering mengikuti kompetisi artikel dan karya tulis terutama dalam topik lingkungan. Saya percaya apapun yang saya lakukan dengan senyuman pasti akan membuahkan hasil yang baik. Terimakasih telah membaca! Jangan lupa ikuti dan baca tulisan saya yang lainnya yah!