Melanjutkan S2 di luar negeri bisa membuka pintu untuk menuju masa depan yang lebih luas lagi. Kalau kamu ingin melakukannya bersama pinjaman tanpa agunan, tentu negara tujuan perlu dipertimbangkan dulu.
Berbagai hal perlu diperhatikan sebelum memilih negara tersebut. Ayo simak ulasan di bawah ini untuk mengetahuinya!
Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Memilih Negara S2 dengan Pinjaman Tanpa Agunan
Memilih negara tujuan untuk berkuliah S2 tidak bisa dilakukan sembarangan. Kamu perlu memperhatikan berbagai aspek agar kuliah berjalan lancar dan peluang masa depan terwujud sesuai rencana semakin besar. Berikut aspek-aspek tersebut:
- Biaya
Setiap negara punya biaya kuliah masing-masing. Sejumlah negara dikenal memiliki biaya lebih tinggi daripada lainnya sehingga kamu perlu mempertimbangkannya agar sesuai dengan kondisi finansial.
Kamu juga perlu memperhatikan skema pembayarannya. Skema pembayaran bisa ditentukan oleh kebijakan pemerintah maupun universitas itu sendiri. Perhatikan juga biaya-biaya lain yang timbul di luar tuition fee.
Tentu dana yang diperlukan selama hidup di sana juga tidak kalah penting untuk diperhatikan. Di antaranya adalah dana untuk menyewa apartemen, makan, hingga transportasi hingga masa kuliah atau tinggal di sana selesai.
- Iklim dan Budaya
Pasti kamu sudah paham kalau kita tinggal di negara tropis dengan dua musim dan iklim cenderung hangat. Tentu tidak semua negara mempunyai kondisi serupa sehingga kamu perlu mempertimbangkannya saat ingin melanjutkan S2.
Kalau pilih negara di Eropa, berarti kamu harus menyiapkan diri untuk menghadapi empat musim dan suhu yang lebih dingin. Hal ini akan mempengaruhi barang bawaanmu ke sana.
Budaya masing-masing negara juga berbeda. Kamu perlu mempelajari dan menyiapkan diri untuk menghadapinya agar tidak mengalami culture shock berlebihan yang dapat mempengaruhi studimu.
- Kualitas dan Fokus Akademik
Hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan saat ingin S2 dengan pinjaman tanpa agunan adalah kualitas serta fokus akademik di negara tujuan. Jadi, lihatlah reputasi negara tersebut di bidang pendidikan terlebih dahulu, ‘ya!
Bagaimanapun juga, sebaiknya kamu tidak terlalu terpaku dengan aspek tersebut. Perhatikan juga kualitas universitas serta jurusan spesifik yang ada di sana. Universitas tertentu bisa memiliki jurusan unggulan yang bersaing di tingkat global.
Cari tahu juga apakah negara tujuan mempunyai kondisi akademik yang mendukung jurusanmu. Lalu, sesuaikan dengan kebutuhanmu. Ada negara yang lebih fokus terhadap teori. Di sisi lain, ada juga yang mengedepankan praktik.

- Bahasa Pengantar
Saat ini, ada banyak universitas dari negara yang tidak berbahasa Inggris menyelenggarakan kelas dalam bahasa tersebut. Kamu bisa mempertimbangkannya untuk melanjutkan studimu.
Bagaimanapun juga, kamu tetap perlu mempelajari bahasa setempat agar bisa berinteraksi dengan masyarakat lokal secara lebih maksimal. Terlebih lagi bila banyak orang di sana yang belum bisa berbahasa Inggris.
Untuk mempelajarinya, kamu bisa mengambil kursus terlebih dahulu sebelum berangkat. Bila perlu, ambil tes sertifikasinya. Hasilnya tidak hanya menjadi bukti kemampuanmu, namun juga dokumen pendukung bila diperlukan selama studi nanti.
- Keamanan dan Stabilitas Politik
Keselamatan dan keamanan adalah dua hal penting yang perlu diperhatikan kalau kamu ingin kuliah di luar negeri bersama pinjaman tanpa agunan. Kalau keduanya terjamin, tentu kamu bisa berkuliah dengan semakin tenang, bukan?
Maka dari itu, kamu perlu melihat tingkat kriminalitas dan stabilitas politik di negara tujuan. Hal-hal ini bisa dilihat dari data maupun berita di internet. Pilihlah negara dengan kriminalitas rendah dan kondisi politik yang stabil.
Perhatikan juga apakah negara tersebut ramah bagi imigran dan pelajar internasional. Jadi, risiko kamu terkena masalah dan rasisme selama studi akan semakin kecil.
- Rencana Jangka Panjang
Rencana jangka panjang terutama setelah studi bisa mempengaruhi pemilihan negara tujuan. Jadi, pastikan dulu apa yang ingin kamu lakukan setelahnya.
Kalau kamu berminat untuk mengembangkan karier di tingkat global, maka cobalah untuk mencari negara yang memberi visa kerja setelah studi. Biasanya, negara tersebut memberimu izin tinggal selama beberapa tahun untuk bekerja bahkan tanpa sponsor.
Namun kalau kamu ingin atau perlu kembali ke Indonesia, pastikan bahwa jurusan di negara tujuan relevan dengan karier. Cek juga apakah ijazahnya bisa disetarakan oleh pemerintah di Indonesia dengan mudah atau tidak.
- Komunitas dan Dukungan Internasional
Kedua aspek ini penting untuk mendukungmu hingga studi selesai. Berbagai masalah pun bisa teratasi secara lebih maksimal dan mudah kalau negara tujuan mempunyai keduanya.
Untuk memastikannya, carilah informasi mengenai Persatuan Pelajar Indonesia di kota atau universitas tujuan. Mereka bisa membantumu untuk memenuhi berbagai kebutuhan, termasuk akomodasi hingga makanan halal.
Lalu, cari info juga terkait layanan mahasiswa internasional di sana. Mereka bisa memberi bimbingan terkait orientasi budaya dan hal-hal berkaitan lainnya agar kamu tidak culture shock.
Berkuliah bersama DBS KTA
Memilih negara tujuan untuk berkuliah S2 memang tidak selalu mudah. Namun kalau kamu mempunyai informasi yang cukup terkait aspek-aspek di atas, pemilihan ini tetap bisa dijalani dengan maksimal.
Sebagai pengendali cashflow selama memenuhi kebutuhan S2, DBS KTA patut dipilih. Dengannya, kamu bisa mendapatkan pinjaman hingga Rp300 juta dengan tenor sampai 36 bulan. Bunganya mulai 0,88% saja.
Menariknya, jika kamu melakukan pengajuan KTA sekarang, kamu berkesempatan mendapatkan e-voucher hingga Rp1 juta apabila memenuhi kriteria yang berlaku. Jadi, tunggu apa lagi? Segera pilih pinjaman tanpa agunan dari DBS KTA dan wujudkan rencanamu melanjutkan studi S2 di negara impian!








