Ini Alasan Kenapa Budaya Makin Mengakar Di Indonesia


Ini Alasan Kenapa Budaya Makin Mengakar Di Indonesia 1
Ini Alasan Kenapa Budaya Makin Mengakar Di Indonesia 3

 Siapa tahu ada bule mampir ke sini dan kebingungan, kemudian bertanya-tanya

“What is Ngaret?”

okeh, jadi…..

“Ngaret” itu asalnya dari kata “karet”. Buat yang tidak tahu karet, besok-besok coba beli nasi rames (baca : nasi berisi lauk pauk yang di bungkus), kemudian tebak mana yang namanya karet ><. 

Kalau sudah tahu, seperti apa karet. coba anda tarik-tarik, pasti rasanya seperti mengunyah permen karet. Ngga akan ada habisnya, karena sifat karet itu yang lentur sehingga rasanya terulur-ulur.  Nah, kurang lebih seperti itu definisi Ngaret.

Sederhananya, ngaret adalah ngulur waktu.


“KENAPA ngaret menjadi biasa di sekitar kita, bahkan ada yang mengatakan bahwa ngaret menjadi budaya Indonesia?”

Sebelum ngobrolin bahasan ngaret, saya ingin memberikan gambaran sederhana bagaimana sebuah budaya tercipta.

Mulanya adalah ketika AKTIVITAS/KEGIATAN yang dilakukan seseorang secara berulang.

Kemudian, Karena aktivisas/kegiatan tersebut sering dilakukan, sehingga menjadi biasa atau kita sebut KEBIASAAN.

Nah, ketika suatu kebiasaan dilakukan oleh banyak orang atau sekelompok orang yang kemudian diwariskan lagi ke anak cucunya maka akan menciptakan BUDAYA. 


Sadar ngga, kalau ngaret itu, di mulai dari hal yang sangat sepele dan ngga disadarin. Dalam hal ini saya sependapat dengan bang Fiersa Besari, bahwa “Yang sepele bagimu, bisa jadi segalanya……” 

Emang yang sepele itu apa sih? contohnya adalah pernyataan berikut, dan menurut saya ini AKAR dari Ngaret. 

“Udahlah, NANTI aja.”

Pernah ngga sih, pas lagi asik-asik nya tiduran tiba-tiba keinget tugas, terus bilang “nanti aja lah, gampang, deadline besok”. Atau pas waktu nya sholat bukannya bangkit dari singgasana malah ngitung jam “nanti deh, 15 menit lagi, kalo jarum jam di angka 3″ eh malah keburu 15 menit lagi ganti adzan solat lain. atau pas udah matang banget nyusun rencana besok bakal gini, besok bakal ngelakuin ini, ngelakuin itu. eh ternyata zonk. Misalnya malem udah rencana banget mau nyuci, keesokan hari malah bilang “nyucinya nanti aja deh”. 

Apakah kamu gitu?

Kalo iya, berari kita sama. tos dulu dong. haha

okeh, tenang-tenang. Mohon jangan berbangga atas pencapaian ini. 

Karena, tanpa sadar kemalasan kita tenyata memberikan kontribusi supaya Budaya Ngaret semakin mengakar kuat di Indonesia. 

Coba, Jawab pertanyaan ini dalam lubuk hati terdalam

Apakah kamu ingin, generasi Indonesia menjadi generasi tebelakang karena aktivitas/kegiatan sepele (Ngaret)?

Apakah kamu ingin, jika image Ngaret sangat melekat pada masyarakat  Indonesia?

Atau bahkan kamu ingin, budaya ngaret di sahkan UNESCO? ><

kalo kamu jawab YA, berhenti baca tulisan ini, Saya sangat menyarankan untuk melanjutkan kebiasaan ngaretnya.

Tapi, kalau kamu jawab TIDAK, marii kita cari penyelesainya.


Berikut ini adalah tips yang insya allah, bisa kita lakukan.

sehingga, pelan-pelan kita bisa berubah menjadi manusia yang lebih menghargai waktu.

1. TANYAKAN ‘KENAPA’ 

Pertanyaan yang akan membantu kita menguatkan niat untuk berubah menjadi disiplin adalah KENAPA. Jawaban atas pertanyaan kenapa adalah “karena”. Ketika kita menemukan alasan yang kuat, maka niat kita pun akan kuat. 

misalnya : karena, saya ingin menjadi siswa yang bisa mendapatkan nilai sempurna sehingga ayah dan ibu saya akan bangga terhadap saya, atau karena saya ingin menjadi seseorang yang bermanfaat setiap harinya. dan alasan-alasan lainnya.

Pernah nggak, kita berfikir sampai kapan kita hidup? Apakah ngga sayang kalau kita menyia-nyiakan waktu? Apakah kita nggak punya impian yang ingin kita wujudkan dengan cepat sebelum akhirnya kita meninggalkan dunia? 

atau pertanyaan ini

“Apa yang akan saya jawab ketika di akhirat saya di tanya untuk apa waktumu semasa hidup?”

Dan ini adalah alasan terkuat bagi saya, Tuhan utus kita di muka bumi pasti ada tujuannya. Sehingga ketika suatu saat pertanyaan itu dilontarkan kepada saya, maka saya akan menjawab  “Allah.. Saya sudah berusaha untuk memanfaatkan waktu saya di dunia untuk memahami tujuanmu menciptakan saya”

Jadi, mari tentukan alasan kuat. Kenapa kita harus berubah!

2. TULIS DAFTAR AKTIVITAS HARIAN

Saya sangat menyarankan untuk di tulis, karena dari pengalaman saya, kalau sekedar di ingat-ingat, pasti lupa. dan jatuhnya bingung juga mau ngapain. padahal sudah niat ingin melakukan sesuatu.

misal begini,

  • bangun solat tahajut
  • ngerjain tugas pelajaran matematika sambil nunggu subuh
  • solat subuh
  • bantu ibu
  • tidur

Tips lainnya bisa ditambahkan sendiri-sendiri sesuai karakter individu masing-masing. Yang terpenting adalah ketika kita menemukan Alasan terkuat untuk berubah, maka tanpa mencari cara kita akan dengan mudah menemukan caranya.

Sekarang, mari kita ubah Pernyataan

“Udahlah, NANTI AJA.” jadi “Bismillah, MULAI AJA”

Ini Alasan Kenapa Budaya Makin Mengakar Di Indonesia 4

Saya zulfah. siapapun kamu, salam kenal dari saya :), terima kasih sudah menbaca tulisan ini. ini adalah tulisan pertama saya (maafkan saya, karena masih  banyak kekurangan atau bahkan kesalahan). Tujuanya Saya menulis ini, karena saya ingin terus memperbaiki diri. Semoga dengan saya menulis ini bisa menjadi pengingat, khususnya untuk diri saya, dan semoga pengingat siapapun yang membacanya.  Aamiin

Saya sangat berharap kamu meninggalkan Saran dan Kritik untuk saya, atau kapapun kamu ingin berdiskusi, dengan senang hati saya menerimanya.

Kebenaran datang dari Allah, dan kesalahan datang dari diri saya pribadi

Selamat berfikir, Selamat bertindak

Semoga selalu dalam lindungan Allah. Aamiin


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Zulfah Khumaeroh

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap