Ini Dia 6 Tahap Cerdas Ekspresi Emosi Agar Emosimu Tidak Menghancurkanmu


Ini Dia 6 Tahap Cerdas Ekspresi Emosi Agar Emosimu Tidak Menghancurkanmu 1

Perasaan seseorang sering kali berubah-ubah setiap harinya dikarenakan berbagai aktivitas yang dijalani. Perasaan-perasaan tersebut muncul ketika kamu sedang lelah dengan tumpukan tugas sekolah atau pekerjaan, planning yang tidak sesuai dengan perencanaan, orang-orang yang tidak bisa diajak kerjasama, dan sebagainya. Dari perasaan-perasaan itulah timbul emosi seperti marah, takut, malu, sedih, bahagia, terkejut, dan lainnya. Kadang dalam keadaan kamu sedang marah ada yang dengan mudahnya mengeluarkan emosi marah dengan berkata kasar, mengumpat dan lain-lain. Ada juga yang ketika marah lebih memilih diam, akhirnya emosi tersebut terendap dan tidak tersampaikan dalam kurun waktu yang lama. Kedua tanggapan atau ekspresi di atas dinilai kurang tepat dalam menangani emosi yang sedang kamu rasakan, sebab cara pertama dinilai merugikan orang lain dan cara kedua dinilai menyakiti dirimu sendiri.

Agar hal tersebut tidak terjadi pada diri kamu, serta agar emosimu bisa lebih terkendali dan tidak menyakiti pihak manapun, kamu perlu tau 6 tahap cerdas ekspresi emosi berikut yang dikutip dari webinar psikologi dengan speaker Ibu Diah Mahmudah yang merupakan founder Biro Psikologi Dandiah Care.

1. Identifikasi

Dalam tahap ini kita menamakan jenis emosi yang muncul atau melakukan name it: sedih, marah, senang, takut, dan lain-lain. Ex: “oh, kamu lagi sedih ya?.”

2. Normalisasi

Dalam tahap ini kita menyampaikan bahwa merasakan emosi itu manusiawi, wajar, dan normal. Ex: “wajar kok kamu sedih, sangat manusiawi kok”. Ini penguatan agar kita lebih menerima apapun jenis emosi yang dirasakan. Logika akan sepenuhnya menerima dan tidak ada lagi pertentangan di kepala. Tidak ada lagi merasa ” Sok kuat atau gengsi” Untuk mengakui sedang berada di titik lemah.

3. Validasi

Dalam tahap ini, kita mengizinkan dan memperbolehkan emosi itu masuk dan dirasakan beserta semua sensasi tubuh yang menyertainya. Ex: ” Boleh kok kamu menangis.” Tidak berpura-pura kamu baik-baik saja dan denial. Ini berhubungan dengan poin sebelumnya bahwa kita benar-benar sadar apa yg sedang dirasakan jiwa kita.

4. Kanalisasi

Dalam tahap ini kita memproses emosi dengan mengalirkannya lewat media sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang sedang di alami.

Ex: mengalirkan sedih kita dengan cara menangis, menuliskan apa yg membuat kita sedih dengan sejujur jujurnya kemudian buang tulisan tersebut, atau bercerita dengan orang yang kamu percaya dan bisa memberikan solusi. (Tema ini dibahas dalam buku Anger Management for Teen)

5. Stabilisasi

Dalam tahap ini, kita melakukan teknik peredaan gejolak emosi agar jiwa kembali stabil. Di tahap ini selain kita melakukan relaksasi (relaksasi yang dpt dilakukan adalah dengan Butterfly Hug dan Self Healing Therapy) silakan googling untuk tau cara kerja butterfly hug dan Self healing therapy, lakukan juga dengan mencari solusi untuk menuntaskan masalah.

6. Spiritualisasi

Tahap ini ditandai dengan penerimaan, kelapangan hati, yang disertai sikap berpasrah (tawakkal) kepada Allah. Ada juga upaya kita untuk mengambil hikmah serta mencari sudut pandang yang positif. Termasuk di dalamnya siraman motivasi dan nasehat yang menguatkan. Least but not last: tutup dengan do’a untuk menguatkan tali harapan. Karena do’a adalah penjaga jiwa.

Itu dia 6 cara untuk mengekspresikan emosi kamu supaya lebih terkendali, agar hal-hal yang buruk tidak terjadi di kemudian hari. Selamat mengaplikasikan di kehidupanmu!


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Nurul Hidayah

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap