Inilah 10 Pemeriksaan Wajib untuk Ibu Hamil

Inilah 10 Pemeriksaan Wajib untuk Ibu Hamil 1

Kehamilan adalah sesuatu yang ditunggu – tunggu oleh pasangan yang baru menikah ataupun pasangan yang sudah menjalani pernikahan dalam waktu tertentu. Apalagi jika itu adalah kehamilan pertama. Tidak hanya suami dan istri, keluarga juga termasuk mertua adalah orang yang paling berbahagia apabila kehamilan itu terjadi.

Sehingga pada saat seorang istri hamil, “mendadak” semua keluarga menjadi “dokter kandungan” dengan memberikan nasihat yang begitu banyak. Berbagai jenis makanan enak ditawarkan, dan sering sekali dilarang untuk bekerja keras. Tentu saja ini sebagai bentuk rasa cinta mereka serta mengharapkan yang terbaik bagi ibu dan bayi dalam kandungan.

Nah, untuk melengkapi kebahagiaan itu, akan lebih baik setiap kita mengetahui cara untuk memastikan ibu dan bayi tumbuh sehat sampai pada kelahiran sampai selama – lamanya bukan? Diantaranya adalah memastikan setiap ibu hamil melakukan pemeriksaan berikut:

1. Ukurlah tinggi badan ibu dan berat badan ibu

Pengukuran tinggi badan (TB) ibu cukup dilakukan sekali selama hamil. Tujuannya adalah untuk memastikan ibu terhindar dari risiko tinggi yang menyulitkan ibu pada saat persalinan. Contohnya apabila ibu memiliki tinggi badan kurang dari 145cm, kemungkinan ibu akan mengalami kesulitan dalam melahirkan secara normal. Oleh karena itu perlu dilakukan konsultasi dengan dokter kesayangan anda.

Pengukuran berat badan ibu setiap bulan. Idealnya setiap ibu akan mengalami kenaikan berat badan setiap bulan. hal ini disebabkan karena janin didalam kandungan ibu mengalami pertumbuhan juga. Ibu harus waspada apabila selama hamil ibu tidak mengalami kenaikan berat badan. Jika hal itu terjadi pastikan ibu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan kesayangan anda.

2. Pengukuran tekanan daran (tensi) ibu

Saat ini kematian ibu hamil tertinggi disebabkan karena Preeklampsi berat (PEB). Yang ditunjukkan dengan tingginya tekanan darah ibu dari biasanya (140mm/90mmHg). Oleh karena itu pastikan tekanan darah ibu tetap berada dikondisi normal (120/80mmHg). Apabila ibu mengalami kenaikan tekanan darah disarankan untuk segera ketenaga kesehatan dan tidak menundanya

3. Ibu mengukur lingkar lengan atas (LILA)

Pengukuran LILA bertujuan untuk memastikan ibu tidak mengalami kekurangan gizi. Karena ibu dengan kekurangan gizi akan memberikan risiko ibu melahirkan berat badan lahir rendah (BBLR) pada bayi.

4. Mengukur tinggi Rahim

Hal ini sangat penting, karena dengan mengukur tinggi Rahim ibu akan mengetahui pertumbuhan janin didalam kandungan yang sesuai dengan usianya.

5. Menentukan letak janin dan hitung denyut jantung janin

Mendekati usia persalinan ibu perlu mengetahui letak janin didalam kandungan. Hal ini bertujuan untuk penanganan lanjutan yang diperlukan oleh ibu. Pada trimester kedua, letak bayi masih bisa berubah-ubah. Sedangkan pada trimester ketiga harusnya letak kepala janin berada masuk panggul. Apabila terjadi sebaliknya misalnya kaki anak yang berada dipanggul ibu atau lengan janin, maka hal ini menunjukkan masalah pada letak janin. Segera bawa kepetugas kesehatan untuk mendapatkan rujukan yang tepat.

Selanjutnya pengukuran denyut jantung bayi bertujuan untuk memastikan anak tidak dalam risiko tinggi. Secara normal denyut jantung bayi berada diatas 120 kali/menit.

6. Menentukan status imunisasi Tetatus Toxoid (TT)

Apabila diperlukan, tenaga kesehatan akan memberikan suntikan TT kepada ibu untuk mencegah tetanus pada ibu dan bayi. Waktu – waktu  pemberiannya dapat dikonsultasikan pada tenaga kesehatan anda.

7. Pemberian tablet tambah darah (TTD)

Ibu setiap ibu hamil wajib meminum tablet tambah darah setiap hari sebanyak satu tablet selama 90 hari. Ibu bisa menyesuaikan kapan waktu yang tepat supaya tidak merasakan mual saat meminumnya. Gunanya adalah untuk mencegah anemia pada ibu.

8. Melakukan pemeriksaan laboratorium

Ibu hamil perlu melakukan pemeriksaan berikut; golongan darah untuk mepersiapkan donor darah jika sewaktu -waktu diperlukan, hemoglobin (HB) untuk mengetahui apakah ibu anemia, pemeriksaan urin atau air kencing, HIV dan sifilis, serta pemeriksaan malaria ditempat dimana malaria banyak ditemukan.

9. Konseling dan edukasi

Seorang ibu hamil perlu diberikan informasi tentang perawatan kehamilan, pencegahan cacat bawaan, persalinan, inisiasi menyusu dini (IMD), perawatan paska persalinan, menyusui, imunisasi serta KB. Informasi yang diberikan sesuai dengan usia kehamilan ibu.

10. Penatalaksanaan untuk kondisi khusus

Apabila ibu mempunyai penyakit tertentu, sebaiknya konsultasikan ketenaga kesehatan.

Itulah pemeriksaan kesehatan yang harus didapatkan oleh ibu selama kehamilan. Diperlukan dukungan keluarga dan lingkungan sekitar untuk menjaga ibu dan janin lahir dengan sehat dan selamat.

Segera konsultasi ketenaga kesehatan apabila ada kondisi ibu yang mengkhawatirkan. Siapapun kita dapat memberikan dukungan kepada mereka sesuai dengan kemampuan kita. Bukankah berbagi itu membuat hidup lebih indah?

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.