Inilah 5 Tanda Pemimpin dengan Komunikasi yang Buruk, Apakah Anda Ada Didalamnya?

Inilah 5 Tanda Pemimpin dengan Komunikasi yang Buruk, Apakah Anda Ada Didalamnya? 1

Seorang pemimpin memegang peranan penting dalam pencapaian satu organisasi ataupun perusahaan. Menjadi pemimpin memang tidak mudah. Menjadi pemimpin berarti menjadi teladan dalam bekerja maupun bersikap disatu tempat bekerja. Seorang karyawan biasanyamemiliki ekspektasi yang besar terhadap bawahannnya. Dimana seorang pemimpin dinaggap sebagai pemberi solusi juga atas masalah yang terjadi di satu tempat bekerja. Pemimpin diharapkan mampu untu mendengarkan dan memotivasi setiap karyawan sehingga visi perusahaan tercapai dengan baik.

Pemimpin bukanlah posisi, melainkan peran dan tanggung jawab yang diemban oleh seseorang. Walaupun sesungguhnya dengan memiliki satu posisi atau jabatan tertentu, akan lebih dibutuhkan sesorang untuk mengaplikasikan kepemimpinannya. Pemimpin adalah proses belajar dari dan tidak bisa didapatkan secara instant. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberdayakan orang lain dan menghasilkan pemimpin-pemimpin lain yang lebih baik. Namun, pada kenyataannya, banyak orang resign dari tempat bekerjanya salah satu disebabkan oleh ketidakpuasan akan pemimpinnya.

Salah satu masalah yang sering terjadi diakibatkan karena komunikasi yang buruk seorang pemimpin. Ketika pemimpin memiliki komunikasi yang buruk, bisa di prediksi bahwa akan ada masalah baik terpendam di hati karyawan, pengabaian terhadap sekitar maupun karyawan mengakhiri masa kerja dengan perusahaan tersebut.

Apabila anda saat ini menjadi seorang pemimpin, atau berusaha untuk menjadi pemimpin yang baik, berikut adalah tanda komunikasi yang buruk yang sering terjadi yang dilakukan oleh pemimpin yang perlu anda kenali. Sehingga anda dapat menghindari dan membuat suasana tempat kerja anda menjadi semakin kondusif.

1. Tidak memberikan arahan yang jelas

Seorang pemimpin seharusnya memberikan arahan yang jelas terhadap bawahannya. Apakah itu bersifat developmental mindset ataukah instruksional. Pastikan setiap instruksi anda dipahami oleh karyawan anda. Termasuk tujuan yang mau dicapai serta aturan yang jelas yang diperbolehkan ataupun yang tidak diperbolehkan dalam pencapaian hasil.

2. Tidak mengkomunikasikan sesuatu

Tranparansi adalah penting dalam satu tim. Apabila anda sebagai seorang pemimpin saat ini, sampaikan secara terbuka apa yang menjadi maksud dan tujuan anda. Mengapa memilih seseorang dalam menanggungjawabi pekerjaan tertentu. Sehingga apabila anda tidak memberitahukan secara terbuka, dan beberapa orang mengetahui informasi dari orang lain, yang terjadi adalah tim tersebut menjadi penuh rasa curiga. Merasa pimpinan pilih kasih, dianggap tidak diperdulikan, atau malah kecewa dengan pimpinannya. Tidak mengkomunikasikan satu informasi dengan semua tim adalah menanamkan benih perpecahan dalam tim tersebut.

3. Membesar-besarkan satu peristiwa

Memang benar, setiap pemimpin harus memandang satu masalah dari berbagai sudut pandang. Namun akan lebih baik apabila anda sebagai pemimpin tidak bereaksi berlebihan akan satu masalah. Pandanglah masalah tersebut secara netral dan carilah solusi yang tepat akan peristiwa yang terjadi. Membesar-besarkan masalah hanya akan membuat anda terlihat “garang” dan menempatkan karyawan anda dalam posisi tidak nyaman. Meskipun anda harus tegas tapi cobalah untuk tetap terlihat tenang.

4. Mengkarakterisasikan orang dengan kesalahan dimasalalu

Setiap orang memiliki kesalahan dan pengalaman masa lalu. Oleh karena itu janganlah membawa masa lalu dan megkarakterisasi seseorang dari masa lalunya. Setiap orang pada dasarnya bisa berubah. Seseorang dengan pengalaman masa lalu yang kurang menyenangkan atau bahkan buruk bisa berubah menjadi lebih baik. Berikanlah dia kesempatan untuk memperbaiki diri.

5. Menghakimi (memberikan tuduhan) tanpa menguji terlebih dahulu kebenarannya

Seorang pemimpin perlu melihat satu kondisi dari berbagai sudut pandang. Tidak baik apabila seorang pemimpin hanya mendengar informasi dari satu pihak saja tanpa menguji kebenarannya terlebih dahulu. Terkadang ada karyawan yang menyampaikan suatu informasi secara pribadi dengan anda yang menyangkut tentang pekerjaan atau perusahaan serta rekan sekerjanya yang tidak baik. Selidikilah dahulu informasi tersebut sebelum menuduh seseorang atas kesalahan yang terjadi. Karena belum tentu yang terjadi seperti yang terlihat dipermukaan saja.

Benar, bahwa menjadi pemimpin adalah proses belajar. Termasuk dalam hal berkomunikasi. Ibarat koin dengan dua sisi, selalu ada asalan dibalik satu peristiwa. Oleh karena itu, untuk membuat komunikasi menjadi baik berikut langkah-langkah yang dapat diterapkan.

  1. Dengarkan dua sisi
  2. Jangan terlalu overthinking
  3. Hindari bereaksi berlebihan
  4. Jangan menghakimi

Semoga kita menjadi pemimpin-pemimpin yang berkualitas. Pengalaman masa lalu and pengalaman sehari-hari membentuk kita menjadi seorang pemimpin yang bagaimana. Semua terletak pada respon kita akan setiap peristiwa yang terjadi. Jadilah pemimpin yang bijaksana bagi diri sendiri, keluarga dan lingkunga kita.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Bawang Merah

   

Seorang yang menumpahkan kekesalan, sedih, amarah, bahagia dan rasa syukur dengan menulis. Menulis adalah teman suka duka. Juga seorang Konselor Menyusui, Pegiat Anak, dan peduli dengan seputar anak.