Inilah Beberapa Lifestyle Remaja Kelas Atas Amerika Serikat

Inilah Beberapa Lifestyle Remaja Kelas Atas Amerika Serikat 1

Sosok laki-laki atau perempuan yang berpenampilan rapi, bersih, dan cenderung bersih, ditambah dengan perilaku santun dan berpendidikan yang selama ini Anda lihat muncul di serial barat ternyata memiliki sisi yang cukup menarik untuk dibahas.

Inilah Beberapa Lifestyle Remaja Kelas Atas Amerika Serikat 3

Di Amerika Serikat dan beberapa negara barat lainnya, mereka yang berpenampilan seperti itu biasanya dikenal mengikuti “ide” yang dikenal sebagai “preppy”.

Preppy, atau sering disingkat menjadi “prep”, sebenarnya adalah sebuah subkultur yang lahir di Amerika Serikat. Subkultur ini biasanya identik dengan karakter masyarakat kelas menengah ke atas yang berpendidikan, berkelakuan baik, dan cenderung berpakaian sederhana, rapi, namun sebenarnya cukup mahal.

Munculnya preppy sering dikaitkan dengan budaya yang ada di sekolah-sekolah persiapan universitas swasta di bagian timur laut negeri Paman Sam itu. Selain itu, dilansir dari laman Men’s Flair, subkultur ini konon muncul dari gaya hidup mahasiswa dan alumni yang kuliah di universitas top AS (ivy league) seperti Harvard, Princeton, dan Yale.

Beberapa hal yang mendasari munculnya subkultur tersebut antara lain prestasi sosial, keseragaman gaya, tata krama, dan perbedaan kelas. Namun, satu hal yang tampaknya menjadi kata kunci dari subkultur preppy adalah eksklusivitas.

“Lingkungan ini membantu mereka menciptakan budaya eksklusivitas yang berdampak nyata. Dengan bersekolah di Andover atau Hotchkiss, Anda dapat memperoleh akses ke lingkaran sosial yang tepat, atau berbagai pesta keren,” tulis artikel tersebut.

Hal ini menggiring Jonathan Roberts dan kawan-kawan untuk menulis sebuah karya bernuansa satire berjudul “The Official Preppy Handbook”. Selain membahas kehidupan sang “perancang”, buku ini juga memparodikan gaya hidup preppy dengan membahasnya secara cukup mendetail.

Seiring dengan perkembangannya, gaya preppy saat ini cenderung lebih dikenal luas sebagai gaya berpakaian. Beberapa brand ternama seperti Ralph Lauren, Ray-Ban, dan Brook Brothers, kerap dijadikan ikon gaya busana preppy.

Ditambah lagi, menurut Men’s Flair, saat ini gaya hidup rapi cenderung tidak lagi eksklusif seperti dulu. Gaya hidup ini sudah menjadi komoditas yang bisa dibeli dan ditiru semua orang.

“Gaya hidup orang-orang beruntung yang telah membawa generasi darah biru untuk berkembang, kini menjadi komoditas yang harus dibeli dan ditiru,” tulisnya.

Kemudian untuk style mereka amat kekinian. pakaian berwarna-warni dan berwarna-warni, memang identik dengan pakaian yang berwarna-warni dan tidak monoton. Untuk pakaian formal, gadis Amerika lebih suka menggunakan gaun yang pas dengan tubuh. Sehingga terlihat lebih ramping. Mereka juga cenderung menggunakan gaun dengan model sederhana dan terlihat elegan. Untuk celana, gadis Amerika biasanya menggunakan jeans robek, tidak lupa dengan brand brand ternama. 

Gaya hidup remaja masa kini memang lebih maju, terbuka dibandingkan masa lalu. Pola pikir, cara bertindak, dan cara berbicara juga sangat dipengaruhi oleh gaya hidup modern yang tidak lain adalah generalisasi dari budaya barat itu sendiri. Ini semua adalah sisi positif dari lahirnya budaya maju. Dan sisi positif dari gaya hidup modern tidak dapat disangkal. Namun kita juga tidak boleh lupa bahwa di mana ada sisi positif, pasti juga ada sisi negatifnya.

Begitu juga dalam hal gaya hidup modern. Gaya hidup modern selain memberikan nilai positif, juga menghasilkan sisi negatif yang tidak kalah berbahaya. Dengan tujuan untuk mengikuti perkembangan zaman sebagai bentuk gaya hidup, remaja ingin menunjukkan bahwa mereka dapat mengikuti apa yang sedang tren dalam menunjang penampilan mereka di depan umum. Oleh karena itu, tidak jarang para remaja akhirnya mencari jalan pintas untuk memenuhi kebutuhannya dengan mengatasnamakan modernitas.

Namun, yang kini menjadi persoalan adalah bagi sejumlah anak muda, hal praktis dan serba cepat ini terkadang disalahartikan. Berawal dari gaya hidup remaja metropolitan, dimana saat ini remaja yang tinggal di kota metropolitan cenderung menjalani gaya hidup yang lebih modern. dengan mengikuti gaya modern masa kini, di mana segala sesuatu menjadi lebih instan, dan kawasan perkotaan diwarnai dengan hadirnya banyak pusat perbelanjaan, kafe, dan tempat nongkrong masa kini.

Jika fenomena ini benar-benar terjadi, maka tampaknya hal itu dianggap cukup wajar. Sebab, dengan munculnya berbagai karya seperti musik dan film yang membawa unsur subkultur tersebut ke ranah media komersial, preppy menjadi lebih akrab dan mudah diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Arsynera