Inilah Beberapa Pengaruh Mengejutkan untuk Gorr The God Butcher MCU yang Diungkap oleh Christian Bale


Inilah Beberapa Pengaruh Mengejutkan untuk Gorr The God Butcher MCU yang Diungkap oleh Christian Bale

Christian Bale mengungkapkan pengaruh mengejutkan di balik karakter penjahat yang diperankannya, yaitu Gorr the God Butcher di Thor: Love and Thunder.

Setelah pertama kali diperkenalkan pada tahun 2011 Thor Odinson, yaitu karakter tituler yang diperankan oleh Chris Hemsworth yang terus membintangi dua film solo tambahan, serta sejumlah film Avenger.

Nah, Thor: Love and Thunder , yang ditulis dan disutradarai oleh Taika Waititi, mengambil cerita setelah peristiwa Avengers: Endgame, menggambarkan Thor sebagai karakter dalam pencarian untuk menemukan kedamaian batin, ketika dia dipaksa untuk menghadapi Gorr the God Butcher, yaitu sosok yang berniat jahat, yang ingin memusnahkan semua dewa.

Trailer awal untuk Thor: Love and Thunder telah menggoda penggemar mengenai beberapa dari apa yang akan datang yang ditawarkan oleh MCU, seperti pertarungan epik antara Thor dan Gorr.

Gorr The God Butcher yang diperankan oleh Christian Bale digambarkan dalam riasan hitam dan putih yang tebal dan ditampilkan dengan mengerikan yaitu memegang pedang besar yang diketahui adalah All-Black Necrosword.

Sementara sebagian besar karakter masih disembunyikan, Waititi sebelumnya telah mengungkapkan bahwa Gorr karya Bale adalah penjahat MCU yang diterima dengan baik sejauh ini, dalam test screenings untuk film tersebut.

Selain Hemsworth dan Bale, Thor: Love and Thunder dibintangi oleh beberapa artis terkenal, seperti Chris Pratt, Tessa Thompson, Natalie Portman, Karen Gillan, dan Russell Crowe.

Dalam wawancara baru dengan GamesRadar , Bale mengungkapkan beberapa pengaruh mengejutkan untuk karakter penjahat yang diperankannya, yaitu Gorr The Go Butcher, seperti Nosferatu dan video musik dari band Aphex Twin.

Bale menjelaskan bahwa dia dan Waititi bahkan ingin Gorr memiliki sesuatu dari dance sequence di Thor: Love and Thunder, yang akan terinspirasi oleh singer-songwriter Kate Bush’s music. Simak komentar lengkap Bale tentang pengaruh Gorr di bawah ini:

“Sebagian besar mendengar pemikiran Taika Waititi (sutradara) tentang itu. Jelas ada semacam sikap Nosferatu.

Taika dan saya ingin melakukan whole dance, yang tidak bisa kami lakukan, tetapi kami memiliki semua Kate Bush stuff ini.

hal-hal yang kami kerjakan. Tapi saya pikir dia baru menyadari bahwa dia tidak akan pernah diizinkan untuk memasukkannya ke dalam film terakhir.

Saya akan mengatakan bahwa hal paling umum yang saya lihat adalah video musik “Come to Daddy” Aphex Twin.

Namun, saya bahkan tidak tahu apakah itu akan ada di film terakhir,” ungkap Bale.

Meskipun tampaknya Bale tidak yakin bagian mana dari penampilannya yang berhasil masuk ke film terakhir, tetapi komentar aktor tersebut mengisyaratkan beberapa hal yang dapat diharapkan oleh penonton dari Gorr the God Butcher di sekuel Thor ini.

Nosferatu adalah sebuah film bisu Jerman tahun 1922, yang merupakan adaptasi tidak resmi dari novel Dracula karya Bram Stoker , dan pada saat itu dianggap sangat menakutkan karena penjahat vampirnya, yaitu Count Orlok.

Demikian pula, video musik “Come to Daddy” Aphex Twin menampilkan makhluk pucat dan mengganggu, yang tidak berbeda dengan penjahat vampir Nosferatu.

Count Orlok dan makhluk dari video musik “Come to Daddy” tentu memiliki beberapa kesamaan visual dengan Gorr yang hitam dan putih yang diperankan oleh Bale, seperti yang terlihat di trailer Thor: Love and Thunder.

Meskipun demikian, Tampaknya itu disandingkan dengan penampilan menakutkan dari Gorr The God Butcher, baik Waititi dan Bale berusaha untuk menambahkan playfulness pada penjahat Thor: Love and Thunder juga, dengan karakter yang berpotensi memiliki afinitas terhadap dance and a flare.

Namun, Masih harus dilihat berapa banyak pengaruh Bale yang akan terlihat di layar ketika film tersebut dirilis pada 8 Juli, tetapi Gorr the God Butcher jelas memiliki potensi untuk menjadi penjahat paling menarik di MCU.