Inilah Mitos Aneh Saat Mengisi Bensin di SPBU


Inilah Mitos Aneh Saat Mengisi Bensin di SPBU 1

Tentu semua orang yang memiliki kendaraan bermotor pasti pernah mengisi bahan bakar di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum), Sesuai namanya, SPBU berfungsi sebagai tempat membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) secara eceran atau ritel bagi kendaraan bermotor baik itu roda dua maupun roda empat dan lebih, Namun, biasanya masyarakat juga memiliki sebutan lain bagi SPBU.

Semisal di kebanyakan daerah, SPBU disebut “Pom Bensin” yang adalah singkatan dari Pompa Bensin. Namun ada juga di beberapa daerah terutama di Maluku, SPBU disebut “Stasiun Bensin”.

Inilah Mitos Aneh Saat Mengisi Bensin di SPBU 3

SPBU, pada umunya menyediakan beberapa jenis bahan bakar, Tidak hanya bensin saja , namun ada beragam varian produk Bensin Solar LPG dalam berbagai ukuran tabung, SPBU juga bahkan menyediakan layanan tambahan. Misalnya, musholla, pompa angin nitrogen, toilet ,dan lain sebaginya. Bahkan SPBU modern, biasanya dilengkapi pula dengan minimarket dan ATM. Tak heran apabila SPBU juga menjadi meeting point atau tempat istirahat. Bahkan, ada beberapa SPBU, terutama di jalan tol atau jalan antar kota, justru memiliki kedai kopi seperti Starbucks, atau restoran cepat saji (drive thru) dalam berbagai merek. Di  Indonesia, SPBU dijaga oleh petugas-petugas yang mengisikan bahan bakar kepada pelanggan.

Pelanggan kemudian membayarkan biaya pengisian kepada petugas. Di negara-negara lainnya, misalnya di Amerika Serikat atau negara di  Eropa, pompa-pompa bensin tidak dijaga oleh petugas , pelanggan mengisi bahan bakar sendiri dan kemudian membayarnya kepada petugas di sebuah loket/counter (SPBU Self Service).

Namun tahukah kamu beberapa mitos lucu, ketika kamu mengisi bensin pada kendaraanmu, ini dia..

1. Mengisi Bensin di Pagi Hari.

Inilah Mitos Aneh Saat Mengisi Bensin di SPBU 4

Rupanya banyak yang tidak tahu bahwa ini hanya mitos, jika waktu pengisian bensin sangat berpengaruh pada jumlah liter bensin, disarakan mengisi bensin ketika hari masih pagi dan suhu di tanah masih dingin.

Semakin dingin tanahnya maka semakin padat/kental bahan bakarnya, ini menyebabkan bensin yang mengandung zat hidrokarbon tidak terlalu banyak menguap, sebaliknya  Jika temperatur mulai panas/hangat, maka bahan bakarnya akan banyak memuai, dan tentu akan rugi dalam hal jumlah liter pada bensin. Walaupun hal ini memang mitos , tapi memang cukup diyakini oleh sebagian banyak masyarakat.. Mungkin hanya beberapa liter pertama yang mengalir ke tangki mobil saja memiliki temperatur lebih tinggi sehingga bensin sedikit memuai , 

Perbedaan dua derajat ini sebenarnya tidak terlalu berpengaruh pada perubahan volume bahan bakar.

Jadi bisa disimpulkan, perbedaan berat dalam satuan ukuran isi liter bensin di siang hari dan malam hari, tidak terlalu berpengaruh kalau hanya membeli beberapa liter bensin saja. Perbedaan ini baru akan terlihat jika membeli bahan bakar dalam jumlah sangat banyak.

2. Memilih SPBU Tertentu 

Mitos ini juga terbilang cukup aneh , Walau ini terdengar sedikit repot namun jika kita benar benar ingin menjaga kualitas pelayanan , katanya lebih baik cara ini di ikuti,

Tiap SPBU itu  memiliki kode depan masingĀ­ masing, pernah kah kamu memperhatikan plang neon box yang terdapat di halaman SPBU?  disana terdapat juga kode SPBU Pertamina yang terdiri dari 7 digit angka. Di wilayah Jabodetabek tertera huruf 31.XXXXX atau 34.XXXXX. Angka awal pertama menandakan kode wilayah dan angka kedua mengandung arti kepemilikan, swasta/pertamina sendiri,  kemudian angka ke 3 dan ke 4 menunjukkan kode area lokasi SPBU Pertamina. Untuk 3 digit terakhir menunjukkan nomor urut SPBU di area tersebut.

Bersumber dari situs resmi Pertamina, kode angka paling awal/pertama itu mengacu pada kode wilayah SPBU yang terbagi bedasarkan Marketing Operator Region

  • MOR  1 mencakup wilayah Sumatera Bagian Utara.
  • MOR 2 mencakup wilayah Sumatera Bagian Selatan.
  • MOR 3 mencakup wilayah DKI, Jawa Barat, Banten.
  • MOR 4 mencakup wilayah Jawa Tengah.
  • MOR 5 mencakup wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.
  • MOR 6 mencakup wilayah Kalimantan.
  • MOR 7 mencakup wilayah Sulawesi.
  • MOR 8 mencakup wilayah Maluku dan Papua.
Contoh SPBU (pasti prima)  di daerah Jakarta dengan kode kepemilikan pertamina
Contoh SPBU (pasti prima)  di daerah Jakarta dengan kode kepemilikan pertamina

Mitos ini meyakini bahwa mengisi bensin di SPBU sebaiknya yang milik Pertamina saja ,  yakni yang digit ke dua nya “1” . Digit kedua, jika angka 1 berarti kepemilikan Pertamina sendiri, sedangkan angka 4 berarti kepemilikan swasta.

Sudah pasti yang digit kedua nya “1” adalah SPBU COCO (Corporate Owner Corporate Operate) . Sementara, digit kedua nya “4” adalah  CODO (Corporate Owner Dealer Operate) yakni SPBU yang masih dimiliki Pertamina, namun dikelola oleh swasta, atau DODO (Dealer Owner Dealer Operate) yakni SPBU yang dimiliki dan dikelola oleh swasta.

Jadi yang penting angka keduanya adalah 1 (satu), karena quality controlnya cukup bagus. Baik keakuratan takaran maupun kualitas BBM akan lebih terjamin. Padahal hal ini belum terbukti , tentunya kualitas nya sama saja.

3. Memainkan Handle Dispenser Saat Pengisian

Banyak kabar yang beredar bahwa ada oknum yang nakal saat mengisi bensin ke tank kendaraan, yakni dengan cara memainkan takaran bensin dengan teknik tuas handle ditekan berkali kali oleh operartor SPBU, tindakan seperti itu diyakini akan berdampak pada jumlah bensin yang di isi menjadi lebih sedikit dari apa yang seharusnya.

Inilah Mitos Aneh Saat Mengisi Bensin di SPBU 5

 Kepala Balai Metrologi DKI Jakarta Drs. Ir. Dody Murtiwidigdo, M.Si,  menjelaskan, saat ini, dispenser yang digunakan oleh SPBU milik pemerintah maupun swasta asing merupakan model terbaru dan sudah computerized. Sehingga meĀ­mainkan tuas dispenser tidaklah mengurangi jumlah bensin ke tangki kendaraan.

“Sebab volume BBM yang masuk tetap sesuai dengan yang tertera di display dispenser. Memainkan tuas dispenser justru merugikan pihak SPBU, sebab tuas tersebut menjadi cepat rusak,” papar Dody.  

Klarifikasi juga langsung diberikan oleh PT. Pertamina Persero atas isu negatif yang menjurus pada kecurangan takaran di  SPBU.  Menurut Mochamad Harun, VP Corporate Communication PT. Pertamina Persero, isu itu jelas tak berdasar.

“Handle pada dispenser SPBU Pertamina telah di set sesuai program volume atau besaran jumlah nominal pengisian.” jelas Harun.  


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Arya Sanggra Pradipta

   

Penikmat rawon tanpa tauge & bakso tanpa nasi! Suka bermain dengan anak, launchpad dan kucing.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap